Dedih
Universitas Horizon Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : bit-Tech

Komparasi Metode SMART dan Metode VIKOR Untuk Menentukan Perwakilan Lomba Kompetensi TJK Dedih; Yessy Yanitasari; Supriyadi; Reza Sunjaya Putra
bit-Tech Vol. 7 No. 1 (2024): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i1.1566

Abstract

Metode SMART digunakan dalam pengambilan keputusan dan evaluasi kinerja untuk mengevaluasi dan membandingkan atribut atau kriteria yang berbeda dalam mengevaluasi alternatif atau pilihan yang berbeda. SMART merupakan pendekatan sederhana dan sistematis yang membantu individu atau organisasi membuat pilihan berdasarkan informasi mengenai preferensi dan prioritas mereka sedangkan metode VIKOR adalah alat yang berguna untuk mempertimbangkan beberapa kriteria serta menentukan pilihan paling baik berdasarkan preferensi yang telah ditetapkan. Proses penting yang mempengaruhi reputasi sekolah dan kualitas pendidikan adalah pemilihan perwakilan lomba kompetensi, sehingga objek yang di implementasikan dalam penelitian ini adalah menentukan perwakilan lomba kompetensi teknik jaringan pada sekolah menengah kejuruan. Adapun kriteria yang digunakan adalah ada Sembilan kriteria yaitu mulai dari kehadiran, instalasi windows, instalasi debian server, hasil konfigurasi server,memasang kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), konfigurasi access point, hasil tes materi produktif, kelas siswa dan konfigurasi Cisco Packet.Tujuan dari analisis komparasi antara Metode SMART dan Metode VIKOR dalam menentukan perwakilan lomba kompetensi teknik jaringan yaitu menghasilkan perengkingan dari kedua metode tersebut lalu dilakukan analisis kesesuaian dengan mengkalkulasikan tahap keselarasan dari metode tersebut. Hasil analisis penyesuaian menunjukan metode SMART dengan nilai 99,61 dan metode VIKOR dengan nilai 99,31 sehingga berdasarkan data tersebut maka metode SMART dinyatakan lebih optimal dibandingkan metode VIKOR.
Pengembangan Chatbot Berbasis Web untuk Layanan Informasi di Horizon University Deden Moh Alfiansyah; Wiilys; Lila Setiyani; Devi Fajar Wati; Dedih
bit-Tech Vol. 7 No. 3 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i3.2318

Abstract

Layanan customer service di perguruan tinggi sering kali menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam hal kecepatan respon dan keterbatasan sumber daya manusia. Permintaan informasi dari mahasiswa yang tinggi, terutama pada masa-masa tertentu seperti awal semester atau saat pendaftaran ulang, tidak selalu dapat direspon secara cepat dan efisien oleh staf administrasi. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini bertujuan mengembangkan HORIBOT, sebuah chatbot berbasis web yang dirancang untuk mendukung dan meningkatkan kualitas layanan informasi di Horizon University. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model Waterfall dalam proses pengembangannya. HORIBOT dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, dengan logika chatbot berbasis rule-based, yang memungkinkan sistem menjawab berbagai pertanyaan umum secara otomatis berdasarkan pola dan kata kunci tertentu. Beberapa informasi yang dapat diberikan oleh HORIBOT antara lain: jadwal perkuliahan, biaya pendidikan, prosedur pendaftaran, serta informasi akademik lainnya yang sering ditanyakan mahasiswa. Hasil dari pengujian black-box menunjukkan bahwa seluruh fitur utama dari HORIBOT berjalan dengan baik tanpa ditemukan bug yang signifikan. Selanjutnya, dilakukan evaluasi kepada pengguna akhir, dan hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 85% responden merasa puas dengan performa chatbot ini, baik dari segi kecepatan, akurasi jawaban, maupun kemudahan penggunaan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa HORIBOT mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi layanan informasi di lingkungan perguruan tinggi. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan integrasi teknologi Natural Language Processing (NLP) guna meningkatkan kemampuan memahami bahasa alami pengguna, serta perluasan layanan ke platform populer seperti WhatsApp atau Telegram agar lebih mudah dijangkau oleh seluruh civitas akademika.