Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teknologi Atap Skylight pada Bentuk Atap Pelana Bangunan di Depok, Indonesia Dyah Nurwidyaningrum; Tri Wulan Sari; Linda Sari Wulandari; Ega Edistria; Darul Nurjanah; Rita Farida; Eri Ester Khairas; Siti Aisyah
Abdimas Universal Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v6i1.375

Abstract

The purpose of this community service is to implement a skylight roof on the main Biman Foundation building and increase the natural lighting entering the room from the initial 100 lux to 300 lux. The activity began by conducting a survey of the building to discuss permits and manufacturing location. Next, design preparation and RAB calculations for the skylight roof are carried out, followed by making a 3-dimensional DED (Detail Engineering Design) drawing. Then, cost calculations and material surveys are carried out in accordance with the budget and design specifications. Then, coordination was carried out with the Biman Foundation in determining the implementation time, all preparations, such as purchasing and placing materials at the location, as well as registering local residents who were willing to participate in the implementation of the skylight roof renovation. The results obtained can be installed with a skylight roof. The benefit to the foundation is that the natural lighting entering the room increases from the initial 100 lux to 300 lux. So, you can save electricity usage during the day.
Menjajaki Relevansi Folklor Desa (Keraton) Domas dengan Toponimi Lima Kampung: Suatu Kajian Historis dan Struktur Tanda Linda Sari Wulandari; Erlyn Rosalina
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1320

Abstract

Desa Domas berada di Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Desa Domas terdiri atas lima kampung, yaitu Domas, Wanayasa, Sampang Kulon, Pepetan, dan Cerocoh. Akan tetapi, berdasarkan folklor, Desa Domas disebut juga Keraton Domas yang berhubungan dengan kisah Prabu Saka Domas (pemimpin rakyat yang memiliki kesaktian). Namun, berdasarkan sumber lain, Desa Domas berasal dari kata sebelas ekor buaya yang hidup di rawa-rawa. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri relevansi toponimi Desa Domas yang memiliki folklor sebagai Keraton Domas dengan lima kampung yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, wawancara, serta observasi. Analisis data dilakukan analisis struktur tanda kajian semiotika dan historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa toponimi dari kelima kampung yang ada di Desa Domas memiliki satu kesamaan yang mengacu pada unsur alamiah, air dan hutan. Toponimi Domas yang diambil dari nama Prabu Saka Domas merupakan bentuk penghargaan rakyat atas kisah heroik Prabu Saka Domas dalam membuat sumur air tawar yang menjadi sumber penghidupan rakyatnya. Apabila dikaji dari hubungan sistem tanda, toponimi Domas tetap mengandung unsur air sehingga masih relevan dengan keempat nama kampung lainya yang mengandung unsur air dan hutan. Berdasarkan situasi geografisnya, wilayah Domas sebagian besar berupa daerah rawa dan hutan mangrove.