Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN MORFOSEMANTIK PENGGUNAAN ABREVIASI BAHASA INDONESIA DI BIDANG EKSPOR IMPOR Erlyn Rosalina; Linda Sari Wulandari; Eri Ester Khairas
EPIGRAM (e-journal) Vol 19 No 1 (2022): Epigram Volume 19 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v19i1.4472

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk, pola, dan makna abreviasi bahasa Indonesia padabidang ekspor impor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Diawali denganpengumpulan data melalui kuisioner dan wawancara yang dilakukan terhadap karyawan PT ONE. Lalu,peneliti melakukan analisis dan interpretasi data. Data yang didapat dari hasil kuisioner danwawancara, terdiri dari 62 abreviasi, baik dalam bahasa Indonesia, maupun bahasa asing. Bahasaasing terdiri dari 46 abreviasi dalam bahasa Inggris dan satu abreviasi dalambahasa Belanda. Terdapatlima belas abreviasi dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini difokuskan membahas abreviasi dalambahasa Indonesia. Teori kajian morfosemantik adalah teori yang sesuai dalam menelaah lebih lanjutabreviasi bahasa Indonesia dalam bidang ekspor impor ini. Morfosemantik akan ditelaah dari bentuk,pola, dan makna abreviasi dalam bidang ini. Hasil akhir penelitian ini memberikan penjelasan bahwaterdapat tiga bentuk abreviasi, yakni akronim, kontraksi,dan singkatan. Akronim terdapat pada kata API. Kontraksi pada kata Notul. Sedangkan, singkatan terdapat pada kata BC 11, EMKL, LHP, NIK, PEB,PIB, PPJK, SPJH, SPJK, SPJM, SPPB, SRP, dan UTPK. Selain itu, pola pembentukan dari abreviasiada yang memiliki kesamaan, yaitu pada akronimdan singkatan. Kesamaan tersebut terletak padapenggunaan huruf awal di setiap kata. Sedangkan dari segi makna, hanya singkatan API yang memilikimakna leksikal dan gramatikal. Untuk kontraksidan singkatan, hanya memiliki makna gramatikal, tetapi tidak memiliki makna leksikal.
Strategi Pemasaran Digital Produk Aerostreet dalam Meningkatkan Penjualan Erwin Permana; Andani Alfi Nabil; Erlyn Rosalina
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v2i2.1018

Abstract

The local fashion industry has experienced significant growth alongside the increasing maturity of Indonesia’s digital ecosystem. Aerostreet is one of the local fashion brands that has benefited from the advancement of digital technology. Initially a footwear brand, Aerostreet has expanded its product range to include clothing, jackets, perfumes, and more. This study aims to analyze Aerostreet’s digital marketing strategies in increasing sales. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected from various official databases and popular websites. In addition to statistical publications, this study also examines scientific publications related to the research problem. The findings indicate that Aerostreet has successfully implemented effective digital marketing strategies to boost sales and strengthen its position in Indonesia’s competitive fashion industry. These strategies include the optimal utilization of social media platforms such as Instagram and TikTok, as well as e-commerce platforms like Shopee, Bukalapak, Tokopedia, and Lazada. On Instagram, Aerostreet builds a positive brand image through engaging visual content, active interactions with followers, and collaborations with other brands. Through TikTok, the brand creates creative and trend-relevant content, encouraging user engagement through hashtag campaigns and challenges. Additionally, Aerostreet maximizes e-commerce by showcasing products in detail and leveraging available promotional features. This combination of strategies enables Aerostreet to reach a broad audience, build brand awareness, and drive product sales. Aerostreet’s success highlights the importance of adapting to digital trends and gaining deep insights into consumer behavior in the digital era.
Menjajaki Relevansi Folklor Desa (Keraton) Domas dengan Toponimi Lima Kampung: Suatu Kajian Historis dan Struktur Tanda Linda Sari Wulandari; Erlyn Rosalina
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1320

Abstract

Desa Domas berada di Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Desa Domas terdiri atas lima kampung, yaitu Domas, Wanayasa, Sampang Kulon, Pepetan, dan Cerocoh. Akan tetapi, berdasarkan folklor, Desa Domas disebut juga Keraton Domas yang berhubungan dengan kisah Prabu Saka Domas (pemimpin rakyat yang memiliki kesaktian). Namun, berdasarkan sumber lain, Desa Domas berasal dari kata sebelas ekor buaya yang hidup di rawa-rawa. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri relevansi toponimi Desa Domas yang memiliki folklor sebagai Keraton Domas dengan lima kampung yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, wawancara, serta observasi. Analisis data dilakukan analisis struktur tanda kajian semiotika dan historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa toponimi dari kelima kampung yang ada di Desa Domas memiliki satu kesamaan yang mengacu pada unsur alamiah, air dan hutan. Toponimi Domas yang diambil dari nama Prabu Saka Domas merupakan bentuk penghargaan rakyat atas kisah heroik Prabu Saka Domas dalam membuat sumur air tawar yang menjadi sumber penghidupan rakyatnya. Apabila dikaji dari hubungan sistem tanda, toponimi Domas tetap mengandung unsur air sehingga masih relevan dengan keempat nama kampung lainya yang mengandung unsur air dan hutan. Berdasarkan situasi geografisnya, wilayah Domas sebagian besar berupa daerah rawa dan hutan mangrove.