Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTIMASI GAS RUMAH KACA SEKTOR PETERNAKAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN METODE TIER 1 IPCC Yuniar Pratiwi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.4494

Abstract

Perubahan iklim terjadi akibat adanya pemanasan global dampak dari peningkatan gas rumah kaca. Salah satu penghasil gas rumah kaca adalah sektor peternakan yang menyumbangkan gas metana dan nitrogen dioksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi jumlah emisi ternak di Provinsi Sumatera Selatan dengan metode Tier 1 IPCC 2006. Hasil penelitian ini adalah total emisi CO2eq yang dihasilkan peternakan di Provinsi Sumatera Selatan adalah sebesar 675,66 Gg CO2eq dimana penghasil emisi tertinggi berasal dari Ogan Komering Ulu Timur sebesar 149,92 CO2eq. Ternak sapi potong menghasilkan emisi CO2eq paling banyak yaitu sebesar 394,23 CO2eq lalu kerbau sebesar 55,36 CO2eq. Perlu dilakukan upaya mitigasi pada sektor peternakan untuk menekan peningkatan emisi GRKdari ternak.
Analisis Masalah dan Tantangan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Perusahaan Tambang Batubara untuk Pembangunan Berkelanjutan Denny Firmansyah; Aris Susilo; Yuniar Pratiwi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.147-161

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui masalah dan tantangan dalam implementasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk komitmen perusahaan yang harus dijalankan perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode Deskritif Kualitatif, dengan melakukan observasi, pengumpulan data dan dokumen dari institusi perusahaan tambang di Kabupaten Lahat dan indeep interview dengan cara purposive sampling terhadap narasumber yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil kuesioner di Desa Prabumenang dan Desa Banjarsari, dapat disimpulkan bahwa masyarakat secara umum menilai program PPM PT X bermanfaat, terutama dalam peningkatan pendapatan, dukungan fasilitas umum, serta penguatan sosial-budaya. Namun, masih terdapat beberapa masalah dan tantangan utama, yaitu: Kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan maupun pengelolaan program, sehingga keberlanjutan masih bergantung pada perusahaan, Keterbatasan dalam koordinasi dengan pemerintah daerah, yang menghambat sinergi antar pihak, Manfaat program belum merata, sehingga ada sebagian masyarakat yang merasa belum memperoleh dampak signifikan, Pendampingan berkelanjutan masih lemah, terutama pada program ekonomi produktif, Aspek lingkungan belum optimal, sehingga keberlanjutan ekologi masih menjadi catatan kritis. Dengan demikian, meskipun program PPM X telah memberikan kontribusi nyata, diperlukan peningkatan kualitas, keberlanjutan, serta model pemberdayaan yang lebih partisipatif dan terukur, agar selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.