Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK DAN ORGANIK Sherwina Ranisa; Maya Istyadji; Yudha Irhasyuarna
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i3.5348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian pupuk anorganik (NPK) dan pupuk organik (PGPR dan Eco Enzyme) terhadap hasil pertumbuhan tanaman Cabai (Capsicum annuum L.). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu (P1) NPK, (P2) PGPR, dan (P3) Eco Enzyme. Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman (cm), jumlah buah, dan bobot buah (gram) per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA sehingga diperoleh nilai signifikan (p) 0.343; 0.055; dan 0.219, atau lebih besar dari a (0.05), yang berarti setiap perlakuan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik (NPK) dan pupuk organik (PGPR, dan Eco Enzyme) pada tanaman cabai tidak berpengaruh nyata (p 0.05) terhadap hasil pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah buah, dan bobot buah per tanaman cabai. Eco Enzyme sebagai pupuk organik dapat menjadi alternatif yang baik dalam upaya mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tanaman.
Implementasi Rencana Strategis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Sherwina Ranisa; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Akuntansi
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/gemilang.v5i1.2691

Abstract

This study aims to describe the implementation of the strategic plan in improving the quality of education at SMPN 3 Banjarmasin. The school’s strategic plan serves as a medium- to long-term planning document that functions as a guideline for designing priority programs to achieve the school’s vision, mission, and educational goals. A descriptive qualitative method was used, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the strategic plan is implemented through a collaborative formulation of the school’s vision and mission, the development of specific goals focused on improving instructional quality and character education, and the application of participatory strategies supported by ongoing evaluation. Internal factors such as a collaborative work culture and strong leadership from the school principal have positively contributed to the success of the strategy, although challenges remain regarding limited human resources. External factors, including government policies and technological developments, also influence the adaptation of teaching strategies. The positive impacts of this implementation are reflected in improved teaching quality, increased community enthusiasm, and growing public trust in the school. These findings highlight the importance of an integrated strategic plan and active involvement from all stakeholders to ensure the sustainability of education quality.                                                
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Sherwina Ranisa; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimak.v4i2.4657

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI) in improving the quality of education at SMAN 1 Jejangkit. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through interviews, observations, and documentation. The results show that SPMI is implemented through five key cycles: setting standards, implementation, evaluation, control, and improvement. Strong school leadership, active participation from all school members, and the development of a quality culture support its success. Despite challenges such as limited resources and adapting to policy and technological changes, SPMI has had a positive impact on teaching quality, teacher competence, and compliance with national education standards. The study recommends enhancing digital integration and developing innovative, future-oriented curricula.
Manajemen Pelayanan Mutu dalam Mewujudkan Sekolah Unggul Sherwina Ranisa; Besse Maryani; Noor Hariani; Aslamiah; Celia Cinantya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pelayanan mutu dalam mewujudkan sekolah unggul di SMAN 5 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap strategi manajemen mutu pendidikan di tingkat sekolah. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan peningkatan mutu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi resmi sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pelayanan mutu di SMAN 5 Banjarmasin dilaksanakan melalui siklus berkelanjutan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai penggerak budaya mutu melalui kepemimpinan transformasional, sementara guru menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme dan inovasi pembelajaran. Namun, tantangan masih dihadapi dalam hal optimalisasi teknologi informasi dan peningkatan evaluasi berbasis data. Secara umum, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) yang menitikberatkan pada keterlibatan total, fokus pelanggan, dan perbaikan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi sekolah lain dalam membangun budaya mutu pendidikan menuju sekolah unggul yang berdaya saing tinggi.