Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini Melalui Metode Gerak dan Lagu Ratna Purwanti
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 5, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.5.2.%p

Abstract

Usia dini merupakan masa peletak dasar pertama untuk mengembangkan salah satu perkembangan anak seperti kemampuan bahasa, khususnya dalam Bahasa Inggris. Dengan tujuan agar anak dapat bersaing di dunia global ketika mereka beranjak dewasa. Akan tetapi, permasalahan yang terjadi di lapangan, Bahasa Inggris jarang diajarkan sebagai pengantar keterampilan bahasa mereka, karena kurangnya pengetahuan guru tentang metode pembelajaran Bahasa Inggris yang tepat untuk anak. Akan tetapi, ada salah satu Taman Kanak-kanak yang menggunakan metode di dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak usia dini di dalam keterampilan pengucapan kata dalam Bahasa Inggris yaitu melalui metode gerak dan lagu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan dari metode gerak dan lagu di salah satu Taman Kanak-kanak di Banjarmasin tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi metode gerak dan lagu dalam belajar keterampilan berbahasa Inggris. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa metode gerak dan lagu sangat memberikan manfaat untuk anak di dalam motivasi (rasa ingin tahu anak tinggi dan antusias), keterampilan speaking di dalam Bahasa Inggris (anak dapat mengingat kata dalam Bahasa Inggris melalui lagu), motorik anak dan kerjasama (anak dengan gembira bernyanyi sambil bergerak). Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru dalam upaya menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas.
DEVELOPING ACTIVITY, MOTIVATION AND FINE MOTOR ASPECT IN ATTACHING PICTURE APPROPRIATELY USING THE INTAN MODEL FOR EARLY CHILDHOOD Atikah Rizkyareza; Aslamiah Aslamiah; Ratna Purwanti; Ishak Sin
E-CHIEF Journal Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/e-chief.v2i1.5256

Abstract

The purpose of this study is to identify and describe teacher activity, children's activity, learning motivation and to analyze the result of children's development using the INTAN model which is a combination of the Direct Instruction model, Student Facilitator and Explaining and Mosaic Techniques. The approach used was a qualitative approach and the type of classroom action research which was conducted in second meeting with group B children of Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin Kindergarten, it consists of 8 children. The data collection technique used is the observation sheet. The result of the research analysis showed that the teacher's activity gets the very good criteria. In the children's activity get the criteria of all children are active, children's development in fine motor aspect gets the criteria of all children are active and children are motivated. The result of child development at the first meeting gets the criteria of almost all children successfully developed and increased at second meeting gets the criteria of all children successfully developed. The result of this study can be used as an alternative in selecting model in developing children's cognitive abilities.
MENGEMBANGKAN AKTIVITAS BELAJAR, KREATIVITAS DAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION, PERMAINAN PUZZLE DAN KEGIATAN MELIPAT PADA KELOMPOK A TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 43 BANJARMASIN Merida Fatimah; Aslamiah Aslamiah; Ratna Purwanti
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 1, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.943 KB) | DOI: 10.20527/jikad.v1i2.4298

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada rendahnya aktivitas belajar, kreativitas dan kemampuan  motorik halus anak meniru bentuk. Hal ini disebabkan karena pembelajaran hanya satu arah, pembelajaran kurang menarik, kurangnya kegiatan dalam menstimulasi keterampilan motorik halus.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas anak, serta perkembangan motorik halus anak meniru bentuk menggunakan model Explicit Instruction, Permainan puzzle dan Kegiatan melipat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Banjarmasin yang berjumlah 8 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model Explicit Instruction, permainan puzzle dan kegiatan melipat pada aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas, dan perkembangan motorik anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus II pertemuan 1 aktivitas guru mendapatkan kriteria sangat baik, aktivitas anak mencapai kriteria seluruhnya aktif, kreativitas anak mencapai kriteria  seluruhnya kreatif, begitu pula pada hasil perkembangan motorik halus anak mencapai kriteria seluruhnya berkembang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam pemilihan model dalam mengembangkan kemampuan kognitif motorik halus anak.Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Kreativitas, Motorik Halus, Explicit Instruction, Permainan Puzzle, Kegiatan melipat.         
Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru-Guru PAUD KKG Gugus Tulip Kabupaten Banjar Ahmad Suriansyah; Erny Wahdini; Ratna Purwanti; Herti Prastitasari; Amsika Ausyra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i2.301

Abstract

The teacher can communicate ideas, ideas, results from research through scientific work. Teachers who are able to write scientific papers are the main thing in developing as professional teachers, but in fact there are still many teachers who have low knowledge about writing scientific papers, this is due to the lack of teacher creativity in developing the results of activities carried out in the classroom. The purpose of the service activities carried out is to provide knowledge and writing skills of PAUD teachers of the KKG Tulip Cluster, Banjar Regency regarding the writing of scientific papers. This method of service is through lectures, questions and answers and discussions of problem analysis, as well as pre-tests and post-tests. Mentoring activities are carried out online through zoom cloud meetings. The participants were 29 PAUD teachers of the Tulip Cluster, Banjar Regency. The results of the training showed that participants were able to write scientific papers properly and precisely, at the end of the activity participants produced scientific papers.
MENGEMBANGKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI KOMBINASI MODEL ROLEX DAN MEDIA AUDIO VISUAL Salsabila Salsabila; Ratna Purwanti
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 3, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v3i2.9134

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan aktivitas guru serta siswa serta menganalisis pengembangan kemampuan berbahasa anak menggunakan model Rolex (Role Playing, dan Explicit Instruction)  dan Media Audio Visual. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas lewat 3 kali pertemuan, dengan setting penelitian pada anak kelompok B di TK Muslimat NU Martapura yang berjumlah  13 orang anak. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, wawancara dan penilaian aspek perkembangan bahasa. Analisis data penelitian ini menerapkan teknik deskriptif analisis serta cross tabulasi dijabarkan lewat tabel, grafik serta interpretasi melalui persentase. Penelitian menyatakan yaitu dengan menerapkan model Rolex (Role Playing dan Explicit Instruction) dan Media Audio Visual bisa meningkatkan aktivitas anak dengan sangat aktif dan kemampuan berbahasa tercapai dengan berkembang sangat baik (BSB). Penggunaan model dan media pembelajaran tersebut dapat menjadi alternatif pilihan dalam mengembangkan aspek berbahasa anak. 
Meningkatkan Aktivitas Dan Keterampilan Kerjasama Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Student Team Achievement Division (STAD), Mind Mapping dan Media Konkret Pada Muatan Bahasa Indonesia Kelas III SDN Sungai Pantai 3 Siti Fatimah; Ratna Purwanti
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jerd.v1i2.49

Abstract

The problem found was the low level of activity, collaboration skills and Indonesian language learning outcomes in class III at SDN Sungai Pantai 3 which was visible in the learning process. The cause of the problem is that learning is still one-way, lack of use of learning models and media and lack of group activities. One effort to improve activities, collaboration skills and learning outcomes is through the Problem Based Learning model, Student Team Achievement Division and Mind Mapping models. The aim of this research is to describe teacher activities, student activities, analyze collaboration skills and student learning outcomes. This research uses a qualitative and quantitative approach with the type of Classroom Action Research which was carried out in four meetings. The subjects in this research were class III students at SDN Sungai Pantai 3 for the 2024/2025 academic year, the number of students was 13 people. Analysis techniques are obtained through observation, and student learning outcome data is obtained through evaluation, then analyzed using Qualitative Descriptive and Cross tabulation technique descriptive in the form of tables and graphs. The results of the research show that the teacher's activities in each department werw always carried out well to obtain “high quality good student activities alse experienced a ranking to get the very active category. student collaboration skills alse increased and reached 100%. This it can be concluded that learning using the Problem Based Learning model, Student Team Achievement Division and Mind Mapping can improve teacher activity, student activity, collaboration skills and student learning outcomes.
Analisis Tantangan Manajerial dalam Optimalisasi Anggaran Terbatas: Studi Kasus Pemanfaatan Dana BOS/BOP di Sekolah Raudatul Amin Aulia Safitri; Nur Adzkia Kamilah; Siti Raisyah; Tri Ananda Setiyani; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Ilmiah Pendidik Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal ilmiah Pendidik Indonesia
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jipi.v4i1.1849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan manajerial dan strategi optimalisasi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) di Sekolah Raudatul Amin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang relevan, seperti kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran yang rigid, dilema dalam pengambilan keputusan, pengendalian keuangan yang rentan kesalahan administrasi, pelaksanaan program yang kurang optimal, dan pengawasan eksternal yang minim. Meskipun demikian, sekolah mampu mengembangkan strategi efektif melalui penerapan skala prioritas ketat, efisiensi biaya operasional, transparansi internal, optimalisasi sumber daya, dan peningkatan kolaborasi dengan komite sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam konteks sosial tertentu, kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap manajemen sekolah dapat berfungsi sebagai kontrol sosial informal yang efektif meskipun tingkat pengawasan formal rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan manajemen keuangan pendidikan yang berbasis pada konteks sosial dan budaya sekolah.  
Analisis Kebijakan Efisiensi Anggaran BOS/BOP dan Implikasinya terhadap Kualitas Layanan Pendidikan di RA Raudhatul Amin Aulia Safitri; Siti Raisyah; Tri Ananda Setiyani; Nur Adzkia Kamilah; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Ilmiah Pendidik Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal ilmiah Pendidik Indonesia
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jipi.v4i1.1850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan efisiensi anggaran Bantuan Operasional Sekolah/Bantuan Operasional Pendidikan (BOS/BOP) di RA Raudhatul Amin serta implikasinya terhadap kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian meliputi kepala RA, bendahara BOS/BOP, guru, dan komite sekolah yang dipilih karena dinilai memahami secara mendalam pengelolaan dana pendidikan di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pergeseran prioritas pengelolaan dana dan pembatasan skala kegiatan yang dapat dilaksanakan. Sekolah tetap mampu menjalankan pembelajaran inti sesuai kurikulum, namun pengadaan alat peraga edukatif dan media pembelajaran baru menjadi terbatas. Strategi adaptasi yang diterapkan mencakup optimalisasi dana infaq, inovasi media pembelajaran berbahan daur ulang, penyesuaian skala kegiatan prioritas, dan penguatan kolaborasi dengan orang tua serta lembaga eksternal. Penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas, partisipasi komunitas, dan manajemen yang adaptif dalam menjaga mutu layanan pendidikan di tengah keterbatasan anggaran.
Implementasi Rencana Strategis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Sherwina Ranisa; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Akuntansi
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/gemilang.v5i1.2691

Abstract

This study aims to describe the implementation of the strategic plan in improving the quality of education at SMPN 3 Banjarmasin. The school’s strategic plan serves as a medium- to long-term planning document that functions as a guideline for designing priority programs to achieve the school’s vision, mission, and educational goals. A descriptive qualitative method was used, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the strategic plan is implemented through a collaborative formulation of the school’s vision and mission, the development of specific goals focused on improving instructional quality and character education, and the application of participatory strategies supported by ongoing evaluation. Internal factors such as a collaborative work culture and strong leadership from the school principal have positively contributed to the success of the strategy, although challenges remain regarding limited human resources. External factors, including government policies and technological developments, also influence the adaptation of teaching strategies. The positive impacts of this implementation are reflected in improved teaching quality, increased community enthusiasm, and growing public trust in the school. These findings highlight the importance of an integrated strategic plan and active involvement from all stakeholders to ensure the sustainability of education quality.                                                
Strategi Manajemen Kurikulum untuk Meningkatkan Kualitas Lulusan di SMK Negeri 1 Sungai Tabuk Gilang Dwi Kurniawan; Marini, Marini; Resyadilla Azkia; Rida Maulidia; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 3 (2025): September : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i3.6969

Abstract

This article aims to describe the curriculum management strategies implemented at SMKN 1 Sungai Tabuk to improve the quality of graduates in alignment with the demands of the workforce. This research employs a descriptive qualitative method with data triangulation techniques through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that curriculum management is carried out systematically through planning, organization, implementation, and evaluation. In the planning phase, the school develops annual and semester programs, Learning Objectives Flow (ATP), and teaching modules aligned with the needs of the Business and Industrial World (DUDI). The organization of the curriculum involves teacher participation in ongoing training, professional learning communities, subject teacher working groups (MGMP), and industry internships. Curriculum implementation is supported by strategic partnerships through fieldwork practice programs and graduate placement facilitated by the School Job Placement Unit (BKK). Curriculum evaluation is conducted collaboratively by the curriculum development team and various school program teams, taking into account feedback from teachers, students, and industry partners. However, several challenges remain, including limited teacher innovation in lesson planning, inadequate facilities, and insufficient mastery of the Merdeka Curriculum approach. This study recommends enhancing teacher capacity, improving learning infrastructure, and strengthening collaboration among stakeholders in curriculum management to produce more competent and industry-ready graduates.