Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANIME-INDUCED TOURISM DI JEPANG KONTEMPORER: PERAN BUDAYA POPULER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN INTERAKSI MULTIKULTURAL Zida Wahyuddin; Eva Amalijah
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2826

Abstract

Perkembangan budaya populer Jepang dalam bentuk anime, manga, game, dan berbagai produk industri kreatif lainnya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena anime-induced tourism atau anime pilgrimage menunjukkan bahwa anime tidak lagi berfungsi hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi motivasi wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di Jepang. Kondisi ini turut menciptakan ruang interaksi multikultural antara wisatawan internasional dan masyarakat lokal yang semakin intensif seiring meningkatnya mobilitas wisata global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer Jepang, khususnya anime, dalam mendorong perkembangan pariwisata serta mengkaji kontribusinya terhadap terbentuknya interaksi multikultural dalam masyarakat Jepang kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, laporan resmi, dan publikasi akademik yang relevan terbit pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime telah berkembang menjadi instrumen soft power Jepang yang efektif dalam menarik wisatawan domestik maupun internasional melalui fenomena anime tourism dan otaku tourism. Selain memberikan dampak ekonomi bagi destinasi wisata, fenomena tersebut juga menciptakan ruang pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman lintas budaya antara wisatawan dan masyarakat lokal. Di sisi lain, perkembangan wisata berbasis budaya populer juga menghadapi tantangan berupa overtourism, komersialisasi budaya, dan kebutuhan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini berupa penguatan kajian mengenai hubungan antara budaya populer, pariwisata, dan multikulturalisme yang dapat menjadi referensi akademik serta bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pariwisata berbasis industri kreatif di Jepang maupun Indonesia.
Abnormalitas Seksual Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo Farah Anisatus Kaffah; Zida Wahyuddin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.11863

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perilaku seksual menyimpang dan faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seksual Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo dengan menggunakan teori abnormalitas seksual untuk mendeskripsikan bentuk perilaku seksual menyimpang dan faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seksual menyimpangan tersebut.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang mengambil desain penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo (2) data sekunder yaitu data tambahan yang diperoleh dari responden, buku, jurnal, atau artikel yang memiliki kaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat.Teknik analisis data terbagi dalam empat tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penyajian data. Berdasarkan data temuan dan hasil analisisnya, kesimpulan penelitian ini yaitu ditemukan bentuk perilaku menyimpang jenis masokisme, sadisme, fetishisme.
Tato sebagai narasi kehidupan: simbolisme Hannya sebagai pembentuk identitas majima goro dalam Yakuza 0 (2015) Ivena Caroline; Zida Wahyuddin
Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026): UNCOLLCS: PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/pcllcs.v6i1.6934

Abstract

Tato (irezumi) dalam budaya Jepang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan tubuh, tetapi juga mengandung makna simbolik yang merepresentasikan identitas, pengalaman hidup, dan nilai budaya. Dalam Yakuza 0 (2015), karakter Majima Goro memiliki irezumi bermotif Hannya yang hanya ditampilkan pada momen-momen penting sehingga mengindikasikan fungsi naratif yang melampaui atribut visual karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana makna simbolik tato Hannya dikonstruksi melalui strategi visual cutscene, komposisi irezumi, dan perkembangan perjalanan hidup Majima Goro. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika multimodal Kress dan van Leeuwen untuk menganalisis strategi visual kemunculan tato, serta semiotika Roland Barthes untuk menginterpretasikan makna denotatif, konotatif, dan mitos pada setiap elemen irezumi. Data penelitian berupa dua sekuens utama yang menampilkan kemunculan tato Hannya secara signifikan, dengan perkembangan naratif Majima Goro sebagai konteks pemaknaan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan tato dibangun melalui strategi visual yang secara konsisten menempatkan irezumi sebagai pusat perhatian pemain. Komposisi Hannya, ular putih, bunga sakura, dan bokashi membentuk satu kesatuan simbolik yang maknanya berkembang mengikuti pengalaman hidup Majima. Temuan ini menunjukkan bahwa irezumi tidak hanya merepresentasikan simbol budaya Jepang, tetapi juga berfungsi sebagai narasi visual yang merekam transformasi identitas, konflik batin, dan pilihan moral karakter sepanjang alur cerita Yakuza 0 (2015).
Perbandingan Generation Gap dalam Novel Namiya Zakkaten no Kiseki Karya Higashino Keigo Mellyana Andrianti; Zida Wahyuddin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.11861

Abstract

Kesenjangan Generasi atau yang disebut dengan Generation Gap sering terjadi disekitar, tak hanya dalam pekerjaan namun, juga adanya kesenjangan generasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan generasi serta kesenjangan pemikiran yang terjadi di antara generasi Baby Boomers, Generasi X, dan Generasi Z dalam novel "Keajaiban Toko Kelontong Namiya." Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan Teknik penelitian data pada penelitian ini berupa studi Pustaka. Teori yang digunakan ialah teori karakteristik generasi dan teori penyebab Generation Gap. Hasil analisis menunjukkan terdapat 9 data, di mana 2 data menunjukkan adanya gap antara Generasi Baby Boomers dan Generasi X, sedangkan 7 data lainnya menunjukkan gap antara Generasi X dan Generasi Z. Karakteristik Generasi X mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta melihat pekerjaan sebagai sarana kebebasan dan ekspresi diri. Dalam novel ini generasi X merupakan generasi yang paling sering disalapahami baik dengan Generasi Baby Boomber maupun dengan Generasi Z. Karakteristik Generasi Baby Boomers yang menghormati sekaligus meneruskan tradisi, sementara Generasi Z lebih realistis dan mencari stabilitas dalam pekerjaan mereka. Perbedaan cara berpikir yang mendasar antara generasi ini menyebabkan generation gap yang signifikan. Kata Kunci : Generation Gap, Generation Baby Boombers, Generation X, Generation Z, Generation Characteristics