Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN LOBBY POLITIK DALAM MEMPEROLEH DUKUNGAN DAN MERAIH JABATAN KEPALA DINAS DAERAH KEBUPATEN BUTON TENGAH Bitman; Bahtiar; Rahman
JAPMAS : Jurnal Politik dan Demokrasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/japmas.v2i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan lobby politik dalam memperoleh dukungan dan meraih jabatan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif yang terdiri tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan di atas maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: Lobby Politik Dalam Memperoleh Dukungan Dan Meraih Jabatan Kepala Dinas Daerah Buton Tengah dan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zorack 1990 yaitu pendekatan jalur langsung, jalur sosial, jalur koalisi dan jalur akar rumput. Pendekatan lobi jalur langsung dalam kegiatan yang merupakan komunikasi langsung untuk berhubungan atau bertatap muka langsung dengan pembuat kebijakan. Lobi dapat dikatakan sukses jika perencanaan di awal cukup terperinci dan orang yang melakukan lobi harus memiliki pengetahuan mendalam terkait visi misi dan arah dukungan politik Pendekatan lobi jalur sosial melibatkan memanfaatkan jaringan sosial, hubungan personal, dan dukungan dari individu atau kelompok dalam komunitas atau masyarakat tertentu. Ini adalah salah satu bentuk lobi yang mengandalkan interaksi pribadi dan koneksi dalam upaya untuk memengaruhi proses pemilihan atau penunjukan kepala dinas. Pendektan lobi jalur koalisi untuk menduduki jabatan kepala dinas di Kabupaten Buton Tengah pelobi lewat jalur koalisi pimpinan partai koaliasi atau Anggota DPRD. Kerena itu lobi politik sering kali dianggap sebagai bagian dari proses mencapai kesepakatan politik antara berbagai pihak. Sementara didalam sebuah organisasi biasanya lobi dilakukan untuk membujuk pihak-pihak tertentu yang berwenang dalam pengambilan keputusan agar kepentingan mereka dapat terakomodasi dalam proses pengambilam keputusan agar kepentingan mereka dapat terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan organisasi Pendekatan lobi akar rumput adalah upaya terorganisir yang dilakukan oleh pelobi dengan memanfaatkan dukungan spontan di tingkat lokal untuk mewujudkan perubahan kebijakan di tingkat lokal, gerakan akar rumput dianggap sebagai upaya dari bawah ke atas.
Pola Keberlangsungan Tradisi Maataa dalam Masyarakat Ciacia Laporo Rahman; Suharni Suddin; La Ode Syukur; La Ode Wahidin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keberlangsungan tradisi maataa (pesta adat atau kande-kandea) dalam masyarakat Ciacia Laporo. Tradisi maataa merupakan salah satu tradisi masyarakat Ciacia Laporo yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah masyarakatnya. Tradisi maataa memiliki nilai yang dapat mempersatukan masyarakat pendukungnya. Nilai itu berupa nilai religius dan nilai sosial, bahkan secara filosofis tradisi maataa merupakan perwujudan dari siklus kehidupan terutama yang berhubungan dengan kelahiran dan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana pola keberlangsungan tradisi maataa dalam masyarakat Ciacia Laporo. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, instansi terkait, praktisi, seniman lokal, dan budayawan yang mengerti tentang tradisi maataa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Teknik analisis data yaitu dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi maataa memiliki tiga pola keberlangsungan yaitu keberlangsungan dalam pertunjukan, keberlangsungan secara langsung, dan keberlangsungan dalam keluarga. Ketiga pola keberlangsungan tradisi maataa dalam masyarakat Ciacia Laporo ini saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain dalam menjamin kebertahanan tradisi maataa.