Damirah
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DESA MALALIN KABUPATEN ENREKANG Seli Agustina; Damirah; Ismayanti; Nurfadhilah; Darwis
MBISKU: Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan Vol. 1 No. 2 (2024): MBisKu, July 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Keuangan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/mbisku.v1i2.810

Abstract

Pengelolaan keuangan merupakan aspek krusial dalam operasional pemerintah desa. Guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, Aplikasi Sistem Keuangan Desa dikembangkan sebagai solusi inovatif. Perangkat lunak ini dirancang untuk menyederhanakan proses pelaporan keuangan, sehingga memudahkan pemerintah desa dalam menyajikan informasi keuangan yang lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem laporan keuangan desa malalin dan penggunaan aplikasi sistem keuangan desa terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah Desa Malalin Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan pendekatan deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Aplikasi Siskeudes telah mentransformasi pengelolaan keuangan Desa Malalin menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan. Dengan fitur user-friendly, pelatihan komprehensif, dan output sesuai regulasi, Siskeudes meningkatkan tata kelola keuangan desa secara signifikan. Hasilnya adalah peningkatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan keuangan desa, mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (2) Aplikasi Siskeudes meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa sesuai PP Nomor 71 Tahun 2010, memenuhi kriteria informasi akuntansi berkualitas. Aplikasi ini menyediakan data akurat, tepat waktu, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis fakta, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Namun, efektivitasnya bergantung pada kompetensi pengguna. Dengan penyempurnaan dan peningkatan kapasitas, Siskeudes berpotensi terus meningkatkan tata kelola keuangan desa, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memenuhi kebutuhan informasi pemangku kepentingan.
FAITH IN THE MARKETPLACE: HOW AMANAH SHAPES SOCIAL TRUST AND CONSUMER LOYALTY AMONG MUSLIM SMES IN INDONESIA Besse Faradiba; Ida Ilmiah Mursidin; Damirah; Aulia Nur Irsha
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i2.564

Abstract

This study aims to analyze the sociological role of Amanah (trustworthiness) as a spiritual-social foundation in Islamic SMEs and how it bridges the gap between formal management strategies, product quality, and consumer loyalty. It specifically investigates the potential paradox where religious ethics might interact unpredictably with modern management practices. A quantitative approach was employed utilizing Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS 4.0. Data were gathered via a structured survey involving 313 respondents, comprising active consumers and business practitioners of Islamic SMEs in Makassar, Indonesia. The results reveal that while management strategy and product quality significantly and positively influence loyalty, a striking paradox emerges: Amanah shows a significant negative moderation effect on the relationship between management strategy and consumer loyalty. This suggests that over-reliance on formal management may diminish the organic trust-building power of religious ethics. However, Amanah remains a full mediator that converts product quality into long-term loyalty. The findings suggest that "success" in Islamic business is not a simple linear integration of modern and traditional values. While formal management is essential, the traditional-religious value of Amanah constitutes a distinct form of social capital that can be stifled by excessive formalization. Practitioners must balance professional systems with authentic spiritual integrity to stabilize market relations. This study contributes to Islamic economic literature by empirically uncovering the "tension" between religious integrity and formal business strategy. It offers a new integrative framework that challenges the assumption that religious ethics and modern management always work in perfect harmony.