Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Personal Hygiene dan Kejadian Flour Albus Pada Remaja di SMK Negeri 6 Kota Ambon Adriana Sainafat; Trixie Leunupun
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1282

Abstract

Perilaku personal hygiene berpengaruh terjadinya keputihan. Menurut data WHO (2021), prevalensi keputihan pada wanita di Indonesia mencapai 75% Selain itu, 45% perempuan di Indonesia telah mengalami keputihan lebih dari sekali dalam setahun. Oleh sebab itu  diharapkan para remaja putri agar menjaga kebersihan diri dan tidak menganggap bahwa terjadinya keputihan adalah hal yang sepele, karena bisa menyebabkan terganggunya sistem reproduksi sehingga kualitas hidup menurun dan memberikan efek negatif seperti infertilitas, kanker serviks bahkan sampai kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian flour albus. Jenis penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel 39 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat. Hasil yang didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara personal higiene, pengetahuan dengan kejadian flour albus  ditunjukan dari nilai Rhitung kedua variabel tersebut 0,00 lebih kecil dari nilai Pvalue 0.05. Pengetahuan siswi tentang personal hygiene dan fluor albus memiliki keterkaitan dengan kejadian fluor albus, sehingga sangat perlu bagi tenaga kesehatan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi terlebih khusus personal hygiene dalam upaya preventif keputihan.
Edukasi Penggunaan Mobile JKN dalam Upaya Pemanfaatan Layanan Kesehatan di Desa Karlutu Warasiwa Minnalia Soakakone; Mersy Delty Kainama; Lea Mediatrix Janwarin; Trixie Leunupun; Herry Jotlely; Pollan Versilia Wuritimur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2093

Abstract

Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN masih tergolong rendah pada masyarakat pedesaan. Kondisi ini juga terlihat di Desa Karlutu Warasiwa, di mana sebagian besar peserta JKN belum mengetahui manfaat dan tata cara penggunaan aplikasi, sehingga masih mengandalkan pelayanan manual di fasilitas kesehatan. PKM ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan Mobile JKN melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan. Kegiatan melibatkan 45 responden yang merupakan peserta JKN aktif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari skor rata-rata 42% menjadi 84%. Responden juga mampu mengoperasikan fitur antrean online, perubahan data peserta, dan pengecekan status kepesertaan. Kegiatan ini berdampak positif pada peningkatan efisiensi akses layanan kesehatan dan mendorong kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi kesehatan digital
DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DALAM BENTUK TINDAKAN PENCEGAHAN PRIMER DI DESA WAKOLO, KECAMATAN TANIWEL Pollan Versilia Wuritimur; Hery Jotlely; Trixie Leunupun; Minnalia Soakakone; Mersy Delty Kainama; Engrith Grafelia Leunupun
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v7i1.2040

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, hiperurisemia, hiperkolesterolemia, dan obesitas merupakan ancaman kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, khususnya di daerah terpencil dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Desa Wakolo di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, berjarak lebih dari 200 km dari ibu kota provinsi dengan waktu tempuh sekitar 6 jam, yang mengakibatkan minimnya pemanfaatan layanan kesehatan untuk skrining dini PTM. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini PTM sebagai tindakan pencegahan primer pada masyarakat berusia tahun di Desa Wakolo. Metode pelaksanaannya meliputi tahap observasi dan koordinasi mitra, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan fisik dan biomakro (pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, asam urat, Kolesterol, dan Indeks Massa Tubuh/IMT), serta tahap evaluasi dan edukasi kesehatan. Hasil skrining pada 33 partisipan menunjukkan bahwa 100% peserta memiliki kadar gula darah normal ( mg/dL). Namun ditemukan angka risiko yang tinggi pada parameter lain: 84,8% peserta mengalami hipertensi ( mmHg), 69,7% peserta perempuan mengalami hiperurisemia ( mg/dL), 45 % peserta mengalami hiperkolesterolemia ( mg/dL), dan 33,4% peserta berkecukupan gemuk (IMT ). Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi faktor risiko PTM di masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan secara berkala melalui kolaborasi dengan Puskesmas lokal dan pemerintah desa.
Determinan Pemberian MP-ASI pada Balita 6-24 Bulan di Desa Murnaten Kabupaten Seram Bagian Barat Trixie Leunupun; Adriana Sainafat; Yohana Djurumana
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5762

Abstract

Complementary feeding (MP-ASI) is provided as a supplement to meet the nutritional needs of infants that can no longer be optimally fulfilled by breast milk alone. As a supplement to breast milk, MP-ASI plays an important role in supporting the growth and development of infants after reaching six months of age. Although breastfeeding is recommended to continue until the child reaches two years old, various factors such as maternal knowledge, attitudes, and habits greatly influence MP-ASI feeding practices. Based on data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), only about 35% of infants in Indonesia received exclusive breastfeeding, while the practice of providing complementary foods was recorded at 45%. The low level of parental knowledge regarding proper MP-ASI practices is suspected to be related to factors such as education level, limited access to information, and strong cultural influences. These have become the main challenges in promoting appropriate MP-ASI practices. This study aimed to identify the factors influencing the provision of complementary feeding among children aged 6–24 months in Murnaten Village, West Seram Regency. The study used a cross-sectional design with a total sampling technique, involving all mothers with children aged 6–24 months, with a total of 40 respondents. The results showed a significant relationship between maternal knowledge, attitudes, and habits with MP-ASI feeding practices (p < 0.005).