Penelitian ini dilatarbelakangi oleh viralnya komentar negatif terhadap Donat Pinkan Mambo di TikTok yang memunculkan beragam persepsi di kalangan netizen. Fenomena ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan persepsi dan opini publik terhadap suatu produk maupun figur publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi netizen terhadap komentar negatif mengenai Donat Pinkan Mambo di TikTok serta mengidentifikasi bentuk-bentuk komentar negatif yang muncul. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan pada kolom komentar TikTok, dokumentasi berupa tangkapan layar komentar, dan wawancara mendalam dengan enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan Online Disinhibition Effect Theory dari John Suler dan konsep persepsi dari Jalaluddin Rakhmat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi netizen dipengaruhi oleh penilaian terhadap harga dan kualitas produk, viralitas konten, serta budaya Fear of Missing Out (FOMO). Bentuk komentar negatif yang ditemukan meliputi kritik terhadap harga, kualitas produk, strategi promosi, sindiran, hujatan, dan serangan personal. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi di media sosial berperan penting dalam membentuk persepsi dan opini publik, sehingga hasil penelitian ini penting sebagai acuan dalam memahami dinamika komunikasi digital serta pengelolaan citra produk dan figur publik di media sosial