Faelasup Faelasup
Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Sosial Tiktok dalam Pendidikan Agama Islam Sevia Rahayu Nur Habibah; Faelasup Faelasup
Pedagogik Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i2.1656

Abstract

Kemajuan teknologi digital di era Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu fenomena yang menonjol adalah pemanfaatan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan interaktif di kalangan generasi muda. Namun, penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran PAI masih menghadapi tantangan, seperti potensi paparan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan keterbatasan durasi video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, manfaat, dan tantangan penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran PAI serta memberikan rekomendasi bagi pendidik dalam memaksimalkan pemanfaatan media sosial tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (Library research), Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran PAI dapat meningkatkan minat, motivasi, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan. TikTok memungkinkan guru menyampaikan materi secara lebih menarik, ringkas, dan sesuai dengan gaya belajar generasi Z. Selain itu, platform ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dan memperluas jaringan sosial keagamaan. Namun, terdapat tantangan berupa perlunya pengawasan dan bimbingan guru agar konten yang diakses dan dibuat siswa tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Kesimpulannya, TikTok memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran PAI yang relevan dan efektif di era digital, asalkan digunakan secara bijak, terarah, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran pada Siswa di SMP Negeri 5 Sangatta Utara Ahmad Anshari; Faelasup Faelasup; Mukhtar Mukhtar
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v3i3.2906

Abstract

The purpose of this study is to identify the forms of honesty values, the role of Islamic Religious Education teachers, as well as obstacles and solutions in instilling honesty values ​​in students of SMP Negeri 5 Sangatta Utara. The phenomenon of dishonesty in the school environment shows a gap between religious understanding and students' moral practices. Using a qualitative research type with a phenomenological approach, data was collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman techniques, namely data condensation, data presentation, verification/conclusion. The results of the study showed three forms of honesty values: not playing truant, doing assignments well, and an honesty canteen program. Islamic Religious Education teachers act as role models, motivators, and integrate honesty values ​​into extracurricular activities (Rebana/Habsyi). The obstacles faced include student boredom, lack of approach, and the influence of the environment and parents who are less supportive. The solutions implemented by Islamic Religious Education teachers are to provide motivation, be role models, build close relationships with students and parents, and utilize religious values ​​through extracurricular activities such as Rebana/Habsyi.