Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Housewives Groups in Meeting Family Economic Needs through Online Business in Pantai Gemi Village, Stabat District, Langkat Regency Tiara Azahra; Agus Suriadi
Economit Journal: Scientific Journal of Accountancy, Management and Finance Vol 4 No 2 (2024): Economit Journal: Scientific Journal of Accountancy, Management and Finance: (May
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR-Publisher)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/economit.v4i2.1073

Abstract

This research discusses the role of housewives' groups in meeting family economic needs through online businesses. Generally, meeting the economic needs of the family is the responsibility of every parent in a family, especially fathers and generally those responsible for caring for children and taking care of home and kitchen affairs are mothers. However, along with the times that are currently underway, the role of mothers is no longer just caring for children and taking care of home and kitchen affairs but also plays a role in meeting the economic needs of the family due to several factors, one of which is due to the increasing economic needs of the family and the lack of father's income to meet the economic needs of the family. The changing roles experienced by housewives can trigger new problems for the family, namely the lack of maternal attention to household affairs which is the main responsibility of housewives. So that this makes the emergence of various ideas that can be used as a solution so that housewives can carry out two roles (as mothers and workers) at the same time maximally. One of the jobs that can be done by housewives to be able to increase income and still be able to take care of the house is to become an online trader. Time efficiency is one of the main advantages for online business entrepreneurs. This research uses a qualitative approach with descriptive methods.
Intervensi Casework Berbasis Asesmen Partisipatif pada Korban KDRT: Praktik Pekerjaan Sosial di BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dede Khairunnas; Fajar Utama Ritonga; Agus Suriadi
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 12 (2026): July 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20645066

Abstract

Domestic violence (DV) has serious impacts on the psychological, social, and economic conditions of victims. This study aims to analyze the casework assistance process for an adult female victim of DV conducted during a Field Work Practice at the National Population and Family Planning Board (BKKBN) of North Sumatra Province. The research employed a qualitative approach with a single case study design. The participant was a 35-year-old female DV victim. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The assessment integrated the three-round Delphi Method and Venn Diagram to map the client's barriers and potentials. The results showed that the client experienced severe psychological pressure, economic dependence, and limited access to services. The casework intervention, which included emotional support, self-esteem enhancement, victim rights education, and facilitation of formal services, successfully fostered positive changes, reflected in increased courage, improved family communication, and better understanding of available protection services. This study contributes to the development of social work practice in handling DV cases within family resilience institutions.
Efektivitas Bantuan Sosial Tunai (BST) Dalam Upaya Membantu Perekonomian Masyarakat Akibat Pandemi Covid-19 di Desa Om Yohanna Zega; Agus Suriadi; malida Putri
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.8990

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa berbagai dampak yang signifikan, khususnya pada sektor ekonomi yang sempat mengalami kelumpuhan akibat kebijakan pembatasan mobilitas dalam skala besar untuk menekan terjadinya penyebaran virus. Penerunan laju ekonomi yang ditunjukkan oleh peningkatan presentase penduduk miskin selama masa pandemi mendorong pemerintah untuk mengeluarkan beberapa kebijakan dalam upaya membantu masyarakat meringankan beban perekonomian yang terancam selama masa pandemi, salah satunya melalui program Bantuan Sosial Tunai. Ekonomi merupakan salah satu parameter penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Jika jumlah penduduk miskin tinggi, maka kesejahteraan masyarakat terancam. Program Bantuan Sosial Tunai (BST) merupakan bentuk perwujudan intervensi pemerintah melalui Kementerian Sosial RI dalam rangka memberikan stimulus Jaringan Pengaman Sosial, khususnya bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Untuk melihat keberhasilan program BST dalam membantu perekonomian masyarakat dapat diukur melalui efektivitas pelaksanaan program. Sehingga, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program Bantuan Sosial Tunai di Desa Ombolata Ulu Kecamatan Gunungsitoli dengan menggunakan 5 indikator dari Edy Strisno, yakni : pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan studi pustaka, wawancara, dan juga dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah lima orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Sosial Tunai, informan kunci yaitu Koordinator Daerah Program Sembako dan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Gunungsitoli, serta informan tambahan yaitu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamamatan (TKSK) Gunungsitoli. Hasil dari penelitian ini menunjukan persepsi masyarakat Desa Ombolata Ulu Kecamatan Gunungsitoli terhadap program Bantuan Sosial Tunai masih belum dapat dikatakan efektif jika dilihat dari pemenuhan indikator efektivitas yang digunakan seperti; kurangnya pemahaman masyarakat mengenai program akibat tidak adanya sosialisasi terbuka, sasaran program yang belum merata, serta waktu pelaksanaan program yang terkadang tidak menentu.
Implementasi Program Rehabilitasi Sosial di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan Wahyu Mei Lani; Agus Suriadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1555

Abstract

Permasalahan sosial perkotaan seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan lansia terlantar memerlukan intervensi kebijakan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berorientasi pada rehabilitasi sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Rehabilitasi Sosial di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, serta teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan pada aspek perlindungan sementara, pemenuhan kebutuhan dasar, dan penanganan awal penerima manfaat, namun belum optimal pada tahap rehabilitasi berkelanjutan. Temuan empiris menunjukkan adanya keterbatasan sumber daya manusia profesional, belum tersedianya program pelatihan keterampilan yang sistematis, lemahnya monitoring pascarehabilitasi, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Kondisi ini menyebabkan penerima manfaat berpotensi kembali pada kondisi kerentanan sosial. Penelitian ini berkontribusi menegaskan pentingnya integrasi kapasitas sumber daya, penguatan monitoring berkelanjutan, dan pengembangan pemberdayaan ekonomi sebagai faktor kunci dalam keberhasilan implementasi kebijakan rehabilitasi sosial di tingkat daerah.
Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Oleh PT. Pertamina di Kota Medan Terhadap Penanganan Stunting Mahdiah Nadiyasah; Agus Suriadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1557

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Kota Medan, terutama di wilayah Medan Belawan dan Medan Labuhan yang menunjukkan angka kejadian relatif tinggi. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi CSR PT Pertamina (Persero) dalam penanganan stunting melalui program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model implementasi kebijakan yang mencakup organization, interpretation, dan application. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program CSR telah berjalan secara sistematis melalui kegiatan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemantauan tumbuh kembang balita. Temuan lapangan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi posyandu hingga sekitar 60–70% pada wilayah yang aktif menerima intervensi program, serta peningkatan pengetahuan gizi orang tua berdasarkan hasil wawancara kader kesehatan. Namun, efektivitas program belum merata, terutama di wilayah dengan modal sosial rendah seperti Medan Belawan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor koordinasi stakeholder, kepemimpinan lokal, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kesimpulannya, CSR PT Pertamina berkontribusi signifikan dalam mendukung penurunan stunting, tetapi masih diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor dan pendekatan berbasis wilayah untuk meningkatkan efektivitas program secara berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan model implementasi CSR berbasis kesehatan dengan pendekatan sosial-spasial di tingkat lokal.