Farikhah Bella Sejati
IAIN Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian Tradisi Baratan Kalinyamatan Jepara Pasca Pandemi Farikhah Bella Sejati
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v5i2.7619

Abstract

This article aims to describe the preservation of the western traditions of Kalinyamatan Jepara after the pandemic. This research uses qualitative research methods, namely research that is presented descriptively by describing the events that occurred. This tradition is religious in nature and upholds Islamic teachings and respects local cultural traditions. Forms of the Western tradition include processions of offerings, reading tahlil, and praying together. The meaning of the Baratan tradition is as a form of self- purification to welcome the holy month of Ramadan, respect for Sultan Hadlirin, and a request for safety from Allah SWT. The pandemic caused western traditions to stop, because it was feared that they could spread widely, and western traditions began to be preserved after the pandemic in the spring and kriyan villages of Kalinyamtan Jepara. The function of the Western tradition is as a means of friendship, cultural preservation and tourism development. Keywords: Tradition; Baratan; Pandemic.
TRADISI PELESTARIAN TRADISI BARATAN KALINYAMATAN JEPARA PASCA PANDEMI Siti Fatimah; Miftahulia Latifah; Farikhah Bella Sejati; Yusuf Falaq
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Budaya Dan Perubahan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i2.14595

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pelestarian tradisi baratan Kalinyamatan Jepara pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang disajikan secara deskriptif dengan menggambarkan peristiwa yang terjadi. Tradisi ini bersifat religius serta memegang teguh ajaran Islam dan menghormati tradisi kebudayaan lokal. Bentuk tradisi Baratan meliputi arak-arakan sesaji, pembacaan tahlil, dan do’a bersama. Makna tradisi Baratan adalah sebagai bentuk penyucian diri menyambut bulan suci Ramadhan, penghormatan terhadap Sultan Hadlirin, dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Adanya Pandemi menyebabkan tradisi baratan sempat berhenti , karena dikhawatirkan dapat menyebar luas, dan tradisi baratan mulai dilestarikan pasca pandemi di desa sendang dan kriyan Kalinyamtan Jepara. Fungsi tradisi Baratan adalah sebagai sarana silaturahmi, pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Kata kunci: Tradisi; Baratan; Pandemi;