Muhammad Imam
Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Kebijakan di Sektor Pariwisata Selama Pandemi di 5 Negara ASEAN Muhammad Imam; Donni Edwin; Amri Yusra; Syaiful Bahri; Ali Muhyidin
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Budaya Dan Perubahan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i2.15525

Abstract

Industri pariwisata merupakan salah satu sektor industri terbesar dan penggerak perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Kemunculan pandemi COVID-19 yang berakibat buruk pada ekonomi global menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan sektor pariwisata dalam menghadapi krisis kesehatan dunia dan kesiapan bagi kemungkinan hadirnya krisis lain di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak pandemi COVID-19 terhadap industri pariwisata di 5 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam) serta kebijakan pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan pengumpulan data diperoleh dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap negara menerapkan kebijakan tertentu guna mengatasi dampak pandemi COVID-19 terhadap industri pariwisata melalui berbagai strategi atau respon. Perbedaan respon tersebut disebabkan oleh perbedaan dalam hal institusi, politik dan ekonomi, serta sejarah penanganan krisis kesehatan di masa lalu. Penelitian ini menemukan negara-negara tersebut melakukan berbagai inovasi kebijakan seperti halal tourism, ecotourism, serta thematic tourism. Kata Kunci: Pariwisata, Pandemi, COVID-19, ASEAN
Analisis Sikap Jepang dalam Negosiasi China-Japan Korea Free Trade Agreement (CJK FTA) Muhammad Imam
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 19 No. 1 (2026): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v19i1.73583

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika pembentukan China-Japan-South Korea Free Trade Agreement (CJK FTA) dengan fokus pada perspektif Jepang. CJK FTA merepresentasikan ambisi besar integrasi ekonomi Asia Timur yang melibatkan tiga kekuatan utama yakni Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Meski negosiasi telah berlangsung sejak 2013 dan mencakup 16 putaran hingga 2022, belum ada kesepakatan final karena kompleksitas perbedaan ekonomi, geopolitik, dan strategi antarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur dengan pengumpulan data dari dokumen-dokumen sekunder lainnya seperti artikel jurnal, berita, laporan ekonomi, dokumen pemerintah, dan sumber internet. Menggunakan konsep economic cooperation dan FTA, penelitian ini menunjukkan Jepang menghadapi dilema strategis dalam merespons peluang dan tantangan FTA ini: di satu sisi, ingin memperluas pengaruh normatifnya dalam perdagangan regional, namun di sisi lain, harus mempertimbangkan sensitivitas domestik dan risiko ketergantungan pada Cina dan Korea Selatan. Meskipun Jepang telah menunjukkan ketertarikan terhadap China-Japan-Korea Free Trade Agreement (CJK FTA), negara ini belum menunjukkan komitmen politik yang signifikan. Jepang lebih tertarik pada perjanjian CJK FTA tingkat tinggi yang mencakup liberalisasi yang lebih komprehensif, termasuk liberalisasi investasi, aliran modal, layanan, hak kekayaan intelektual, kebijakan lingkungan, dan ketenagakerjaan. Kata Kunci: CJK FTA, Sikap Jepang, Economic Cooperation, FTA.