Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Virtual Reality Terhadap Kecemasan anak yang menjalani Tindakan Prosedural Farid Talango; Joey Anung Aninditya Widodo; Adriana Mardiah; Fadma Aji Pramudita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51703

Abstract

Latar Belakang: Tindakan prosedural pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada peningkatan respons stres dan ketidaknyamanan selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai metode distraksi visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Virtual Reality terhadap kecemasan anak yang menjalani tindakan prosedural. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi- eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 36 anak berusia 3–12 tahun yang menjalani tindakan prosedur. Intervensi Penggunaan VR selama 5–10 menit sebelum dan selama prosedur berlangsung dan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat penurunan signifikan rata-rata skor kecemasan anak dari 46,82 (SD = 11,608) menjadi 26,06 (SD = 3,857) setelah intervensi VR, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). VR efektif menurunkan kecemasan anak selama tindakan prosedural. Simpulan: Virtual Reality terbukti efektif sebagai metode distraksi nonfarmakologis yang dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kenyamanan anak selama tindakan prosedural. Kata Kunci: Virtual Reality, Kecemasan Anak, Tindakan Prosedural. Abstract Background: Procedural interventions in children often cause anxiety, leading to increased stress responses and discomfort during treatment. One of the non-pharmacological interventions proven effective in reducing anxiety is the use of Virtual Reality (VR) as a visual distraction method. Objective: This study aimed to determine the effect of Virtual Reality on anxiety levels in children undergoing procedural interventions. Methods: This study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 36 children aged 3–12 years who underwent procedural interventions. The intervention consisted of using Virtual Reality for 5– 10 minutes before and during the procedure, and anxiety levels were measured using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant decrease in the mean anxiety score from 46.82 (SD = 11.608) to 26.06 (SD = 3.857) after the VR intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Virtual Reality (VR) is effective in reducing children’s anxiety during procedural interventions. Conclusion: Virtual Reality has been proven to be an effective non-pharmacological distraction method that can decrease anxiety and enhance comfort in children undergoing procedural treatments
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Tentang Tahap Perkembangan Psikososial Usia Bayi Prasekolah Pada Kader Posyandu Fadma Aji Pramudita; Yeni Nur Rahmayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.615

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia bayi hingga prasekolah adalah fase kritis dalam membentuk pondasi yang kuat bagi kesejahteraan dan kesuksesan anak di masa depan. Tahap ini memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak secara signifikan. Kurangnya pemahaman akan tahap perkembangan ini dapat berdampak pada kualitas interaksi dan pemeliharaan anak. Posyandu merupakan pusat kegiatan kesehatan masyarakat yang dapat memberikan informasi serta pemahaman kepada orang tua tentang tahap perkembangan anak. Melalui peningkatan pengetahuan kader Posyandu, informasi ini dapat lebih merata dan tersampaikan dengan tepat kepada orang tua di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian sosialisasi dalam peningkatan pengetahuan tentang tahap perkembangan psikososial usia bayi prasekolah pada kader posyandu. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kesehatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu. Dengan pemahaman kader yang lebih baik, diharapkan dapat membantu dalam mendukung perkembangan optimal anak-anak, mempromosikan kesehatan mental dan emosional mereka, serta mencegah atau mengatasi masalah perkembangan yang mungkin terjadi.