Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MODEL SETS BERMUATAN ETNOSAINS: PENGARUHNYA TERHADAP LITERASI SAINS SISWA Rikizaputra Rikizaputra; Arlian Firda; Fani Rahma Sari
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v10i2.16278

Abstract

This research aims to determine the influence of the SETS (Science Environment Technology Society) learning model containing ethnoscience on students' scientific literacy. Conducted in class X SMA Negeri 2 Pekanbaru for the 2022/2023 academic year. Using experimental research with a randomized pretest posttest control group design. The population in this study was class X with a research sample of students in classes X1 and X2 with a total of 36 students in each class. Samples were taken using simple random sampling technique. Data collection was carried out through pretest, posttest and observation sheets. The research results showed that the average N-Gain in the control class was 0.39 (medium) and the experimental class was 0.59 (medium). The results of the N-Gain t-test showed a significant difference between the experimental class and the control class. Thus, it can be concluded that the use of the SETS learning model containing ethnoscience has a significant effect on students' scientific literacy on ecosystem cocept.
Sosialisasi Model Pembelajaran Berbasis Etnosains Bagi Guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pekanbaru Arlian Firda; Mar'atul Afidah; Rikizaputra Rikizaputra
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v7i1.14624

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat didasarkan pada permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini untuk menjawab tantangan pembelajaran abad 21, belum mengetahui model pembelajaran yang tepat berbasiskan etnosains dalam proses pembelajaran yang biasa dilaksanakan. Latar belakang siswa dari berbagai daerah dapat memperkuat pengalaman siswa dari daerah masing-masing yang bisa menjadi basis untuk mengambangkan model pembelajaran dari pengalaman kehidupan siswa. Guru belum pernah menerapkan model pembelajaran berbasis etnosains. Solusi yang diberikan adalah dengan sosialisasi model-model pembelajaran abad 21 yang berbasis etnosains. Terkini kegiatan dalam bentuk kegiatan sosilisasi transfer pengetahuan etnosains dan simulasi model pembelajaran berbasis etnosains. Pada kegiatan dilakukan pretest tentang pengetahuan awal peserta kegiatan dan kemudian memberikan tes setelah kegiatan berupa posttest. Dengan tujuan untuk menilai keberhasilan kegiatan yang dilakukan serta evaluasi pemahaman peserta dalam kegiatan yang dilakukan
The Effectiveness of a Creative Approach Combining PBL and NHT Models in Biology Learning to Improve Critical Thinking Skills Arlian Firda; Yulia Syafitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.12518

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of a creative learning approach combining the Problem Based Learning (PBL) and Numbered Head Together (NHT) models in improving students’ critical thinking skills in biology learning. This study was conducted due to the low level of students’ critical thinking skills caused by the dominance of conventional learning methods that limit students’ active participation. A quasi-experimental method with a non-equivalent control group design was employed. The sample consisted of two tenth-grade classes at SMA Negeri 2 Pekanbaru selected through purposive sampling, with class X.2 as the experimental class and class X.9 as the control class, each consisting of 36 students. Data were collected using pretest and posttest instruments based on critical thinking indicators and observation sheets of teacher and student activities. The results showed that the experimental class obtained higher mean pretest and posttest scores (70.65 and 86.94) than the control class (63.43 and 80.00). The N-gain analysis indicated that both classes were in the moderate category; however, the experimental class achieved a higher N-gain score (0.58) compared to the control class (0.48). The t-test results revealed a significant difference between the two classes (Sig. = 0.016 < 0.05). The integration of PBL and NHT promotes active learning, collaboration, and problem-solving processes that support the development of students’ critical thinking skills. In conclusion, the creative approach combining PBL and NHT is effective in enhancing students’ critical thinking skills and biology learning outcomes.
Pelatihan Implementasi Deep Learning Terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMA Advent Pekanbaru arlian firda; Rikizaputra Rikizaputra; Mar’atul Afidah; Hamni Hamni; Yulia Santika
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.766

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran Deep Learning terintegrasi etnosains untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Deep Learning yang terintegrasi dengan etnosains. Kegiatan dilaksanakan di SMA Advent Pekanbaru dengan melibatkan 19 peserta yang terdiri atas guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah. Metode yang digunakan meliputi tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 47,78% pada saat pretest menjadi 65,56% pada saat posttest. Selain itu, tingkat ketidakpahaman peserta menurun dari 8,89% menjadi 0%, sedangkan tingkat miskonsepsi menurun dari 43,33% menjadi 34,44%. Kegiatan pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan wawasan dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Deep Learning terintegrasi etnosains dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan yang dilaksanakan memberikan kontribusi positif dalam mendukung transformasi pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.