Iqbal Kamar
Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Biochart dari Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dengan Menggunakan Metode Pirolisis Lambat Faisal; Iqbal Kamar; Irma Adenia; Ishak Ibrahim; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.23616

Abstract

Biochart merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan arang (arang yang berserbuk halus) berpori terbuat dari berbagai biomassa. Pada penelitian ini menggunakan limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pirolisis terbaik yang dapat menghasilkan biochart, menilai pengaruh variasi ukuran partikel terhadap karakteristik biochart yang dihasilkan dari ampas tebu, dan mengidentifikasi interaksi antara waktu pirolisis dan variasi ukuran partikel dalam mempengaruhi kualitas biochart. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Proses pirolisis dilakukan dengan memasukkan ampas tebu kedalam alat pirolisis dengan suhu 300°C dengan variasi waktu 1jam, 2jam, 3jm dan 4jam. Lalu arang tesebut di haluskan, kemudian diayak menggunakan variasi mesh 40, 60, 80 dan 100. Uji kualitas biochart mengacu pada standart SNI 06-3730-1995 dengan fokus pada kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pirolisis 300°C dan ukuran partikel 100 mesh menghasilkan biochart dengan kualitas terbaik pada waktu 4 jam, yakni kadar air terendah yaitu 1,082%, kadar abu tertinggi yaitu 10,572%, zat volatil terendah yaitu 2,730%, dan karbon terikat tertinggi yaitu 85,616%.
Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Nanas Dengan Metode Hidrolisis Dan Fermentasi Dengan Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Silvia Andara; Nasrul ZA; Iqbal Kamar; Jalaluddin Jalaluddin; Wiza Ulfa Fibarzi; Dede Ibrahim Muthawali
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.21332

Abstract

Cairan yang disebut bioetanol diproduksi ketika mikroorganisme membantu fermentasi karbohidrat (pati). Dengan bantuan aktivasi ragi, bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung banyak komponen selulosa dan pati. Memanfaatkan limbah kulit nanas yang dibuang di masyarakat, terutama dari penjualan buah potong, merupakan tujuan penelitian ini. Dengan fluktuasi suhu 60°C, 80°C, dan 100°C untuk hidrolisis dan periode fermentasi selama lima hari, metodologi penelitian menggunakan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Berdasarkan hasil penelitian, yield tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 4,7439%, densitas terbaik diperoleh pada suhu hidrolisis 80°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 0,8112 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 11,2794%. Panjang massa ragi dan jumlah glukosa yang dihasilkan mempengaruhi besar kecilnya kadar. Nilai densitas bioetanol yang dihasilkan memenuhi Standar Nasional Indonesia. Dengan yield dan densitas masing-masing sebesar 4,7439%, 0,8112 gram/ml, dan 11,2794%, uji GC-MS menunjukkan adanya komponen etanol pada sampel uji, khususnya pada suhu operasi 80°C dan massa ragi 12 gram. 
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TIRAM (Crassostrea glomerata ) Riski Nailya Devina; Meriatna; Azhari; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.23641

Abstract

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan baku hewani maupun nabati. Salah satu jenisnya adalah pupuk organik cair berbahan dasar cangkang kerang tiram, karena cangkang tersebut mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara dalam pupuk organik cair yang dibuat dari cangkang tiram. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan molase, Effective Microorganism (EM21), dan asam humat. Bahan utama yang digunakan meliputi 200 gram cangkang tiram yang telah dihaluskan, 1.500 ml air, serta 200 gram sisa sayuran sebagai variabel tetap. Adapun variabel bebas penelitian ini adalah lama fermentasi (15, 20, 25, 30, dan 35 hari) dan volume EM21 (20, 30, 40, 50, dan 60 ml). Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi volume EM21 terhadap kandungan nitrogen, C-organik, rasio C/N, dan pH pupuk organik cair. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nitrogen tertinggi dicapai pada hari ke-15 dengan penambahan 60 ml EM21, yakni sebesar 0,56%. Kandungan C-organik tertinggi diperoleh pada hari ke-20 dengan volume EM21 50 ml, yaitu 0,39%, di mana peningkatan waktu fermentasi cenderung meningkatkan kandungan C-organik. Hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa nilainya berada dalam kisaran standar pupuk organik cair (4–9). Rasio C/N terbaik ditemukan pada fermentasi hari ke-20 dengan penambahan 20 ml EM21, sebesar 13,93%. Secara keseluruhan, semakin lama fermentasi, kadar nitrogen mengalami penurunan, sementara kandungan C-organik dan rasio C/N meningkat. Durasi fermentasi yang lebih panjang juga cenderung menurunkan nilai pH.
PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) SEBAGAI ANTI BAKTERI Alvina Erasantika; Suryati; Iqbal Kamar; Ishak; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.26089

Abstract

Sabun adalah produk yang berasal dari campuran antara senyawa natrium dan asam lemak bebas yang berfungsi sebagai pembersih kulit dari kotoran dan bakteri yang berbentuk padat, berbusa, dengan atau tanpa zat tambahan serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa minyak zaitun, minyak goreng dan NaOH dengan berbasis ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dan etanol sebagai variasi dalam pembuatan sabun padat transparan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi sabun padat trasparan dengan penambahan ekstrak daun binahong dan menganalisa pengaruh konsentrasi ekstrak binahong (Anredera cordifolia) terhadap sabun transparan yang dihasilkan. Pada penelitian ini menggunakan variasi ekstrak 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml dengan variasi etanol 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml. Hasil penelitian pada pengujian pH menunjukkan sesuai dengan standar SNI yaitu 9-10 hasil pengujian pada penelitian ini berada pada nilai 9,2 yaitu pada variasi ekstrak daun binahong 20 ml dan dengan variasi ekstrak etanol 20 ml sedangkan nilai pH tertinggi yaitu 10,5 dengan variasi ekstrak daun binahong 5 ml dan variasi etanol nya 5 ml. Pada hasil pengujian kadar air paling rendah yaitu 8,48% pada variasi ekstrak daun binahong 5 ml dan volume etanol 20 ml sedangkan nilai kadar air tertinggi diperoleh pada nilai 14,22% dengan volume ekstrak 20 ml dan etanol nya 5 ml. Hasil pengujian stabilitas busa terendah diperoleh 65% dengan variasi ekstrak daun binahong 5 ml dengan volume etanol 5 ml sedangkan hasil stabilitas busa tertinggi diperoleh 80% dengan variasi ekstrak daun binahong 15 dan etanol 15 ml. Hasil uji antibakteri diperoleh pada ekstrak daun binahong 20 ml dengan etanol 20 ml menghasilkan sabun padat dengan aktivitas antibakteri tertinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Dari hasil penelitian ini diperoleh semakin banyak penambahan ekstrak daun binahong maka kadar air pada sabun akan semakin tinggi. Kata Kunci : Daun Binahong (Anredera Cordifolia), Variasi, Sabun dan Etanol