Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perspektif Umum Tentang Usia dan Akuisisi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua Pembelajar Muda Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.158

Abstract

Baru-baru ini, dosen maupun guru dapat melihat bahwa persediaan penelitian yang dapat dikelola beberapa dekade yang lalu telah digantikan oleh gudang informasi yang terkoordinasi dan sistematis. Para peneliti di seluruh dunia bertemu, bertukar luaran, membandingkan data, dan sampai pada beberapa penjelasan yang dapat diterima bersama. Dalam pendidikan seni bahasa, atau contoh, calon guru diharuskan mempelajari penguasaan bahasa pertama, terutama penguasaan setelah usia lima tahun. Untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya jelas, para pelajar masih berusia lima tahun saat guru meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya penguasaan bahasa pertama dimulai pada masa kanak-kanak yang sangat dini, tetapi penguasaan bahasa kedua dapat terjadi di masa kanak-kanak, awal atau akhir, serta di masa dewasa. Perlakuan masa kanak-kanak dan dewasa. dan perbedaan di antara mereka, berapa kunci untuk model dan teori akuisisi bahasa yang diperlukan oleh seorang pengajar Bahasa kedua? Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjawab beberapa dari pertanyaan tersebut dan untuk menguraikan secara eksplisit beberapa parameter dari teori pakar untuk melihat pengaruh usia dan pencapaian dan juga dalam motivasi mereka.
IMPROVING STUDENT’S WRITING SKILL BY USING DIARY AT MTS AL-FATTAH MOJOKERTO Paramita, Maula; Triana Wuri Cahyanti; Caltira Rosiana
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.494

Abstract

This study used the classroom action research (PTK) method, with a sample size of 24 students at MTs Al-Fattah Mojokerto for the 2022/2023 academic year. By using diary media to train students' writing skills, the research instruments were questionnaires, sheets, field notes, tests, and documentation. The data analysis technique in this study was the average pretest and posttest scores. if in cycle I there are several students who are not successful then the researcher holds cycle II and if in cycle II it is still not fulfilled then the researcher continues to cycle III, if it is felt that cycle III has been fulfilled then the cycle can be stopped. The results in this study the researchers completed in cycle III with satisfactory results, because in cycle I and cycle II it was felt that they did not meet the score set by the researcher Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), dengan jumlah sampel sebanyak 24 siswa MTs Al-Fattah Mojokerto tahun ajaran 2022/2023. Dengan menggunakan media buku harian untuk melatih keterampilan menulis siswa, instrumen penelitiannya adalah angket, lembar, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah rata-rata nilai pretest dan posttest. apabila pada siklus I ada beberapa siswa yang belum berhasil maka peneliti mengadakan siklus II dan apabila pada siklus II masih belum terpenuhi maka peneliti melanjutkan ke siklus III, jika dirasa siklus III sudah terpenuhi maka siklus dapat dilakukan. dihentikan. Hasil penelitian ini peneliti tuntaskan pada siklus III dengan hasil yang memuaskan, karena pada siklus I dan siklus II dirasa belum memenuhi nilai yang ditetapkan peneliti.
Perspektif Umum Tentang Usia dan Akuisisi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua Pembelajar Muda Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.158

Abstract

Baru-baru ini, dosen maupun guru dapat melihat bahwa persediaan penelitian yang dapat dikelola beberapa dekade yang lalu telah digantikan oleh gudang informasi yang terkoordinasi dan sistematis. Para peneliti di seluruh dunia bertemu, bertukar luaran, membandingkan data, dan sampai pada beberapa penjelasan yang dapat diterima bersama. Dalam pendidikan seni bahasa, atau contoh, calon guru diharuskan mempelajari penguasaan bahasa pertama, terutama penguasaan setelah usia lima tahun. Untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya jelas, para pelajar masih berusia lima tahun saat guru meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya penguasaan bahasa pertama dimulai pada masa kanak-kanak yang sangat dini, tetapi penguasaan bahasa kedua dapat terjadi di masa kanak-kanak, awal atau akhir, serta di masa dewasa. Perlakuan masa kanak-kanak dan dewasa. dan perbedaan di antara mereka, berapa kunci untuk model dan teori akuisisi bahasa yang diperlukan oleh seorang pengajar Bahasa kedua? Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjawab beberapa dari pertanyaan tersebut dan untuk menguraikan secara eksplisit beberapa parameter dari teori pakar untuk melihat pengaruh usia dan pencapaian dan juga dalam motivasi mereka.
IMPROVING STUDENT’S WRITING SKILL BY USING DIARY AT MTS AL-FATTAH MOJOKERTO Maula Paramita; Triana Wuri Cahyanti; Caltira Rosiana
Dharma Pendidikan Vol 18 No 2 (2023): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v19i2.494

Abstract

This study used the classroom action research (PTK) method, with a sample size of 24 students at MTs Al-Fattah Mojokerto for the 2022/2023 academic year. By using diary media to train students' writing skills, the research instruments were questionnaires, sheets, field notes, tests, and documentation. The data analysis technique in this study was the average pretest and posttest scores. if in cycle I there are several students who are not successful then the researcher holds cycle II and if in cycle II it is still not fulfilled then the researcher continues to cycle III, if it is felt that cycle III has been fulfilled then the cycle can be stopped. The results in this study the researchers completed in cycle III with satisfactory results, because in cycle I and cycle II it was felt that they did not meet the score set by the researcher Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), dengan jumlah sampel sebanyak 24 siswa MTs Al-Fattah Mojokerto tahun ajaran 2022/2023. Dengan menggunakan media buku harian untuk melatih keterampilan menulis siswa, instrumen penelitiannya adalah angket, lembar, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah rata-rata nilai pretest dan posttest. apabila pada siklus I ada beberapa siswa yang belum berhasil maka peneliti mengadakan siklus II dan apabila pada siklus II masih belum terpenuhi maka peneliti melanjutkan ke siklus III, jika dirasa siklus III sudah terpenuhi maka siklus dapat dilakukan. dihentikan. Hasil penelitian ini peneliti tuntaskan pada siklus III dengan hasil yang memuaskan, karena pada siklus I dan siklus II dirasa belum memenuhi nilai yang ditetapkan peneliti.
THE EFFECTIVENESS OF JOESIN TRANSLATION YOUTUBE VIDEO TO IMPROVE STUDENTS VOCABULARY MASTERY FOR X GRADE AT SMAN 1 SUKOMORO Gustiara Ganefa; Triana Wuri Cahyanti
Journal of English Language Education Vol 1 No 1 (2025): Journal of English Language Education
Publisher : Universitas PGRI Mpu Sindok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YouTube helps people learn. Joesin Translation’s YouTube video is a great resource for English language learners. This study looks at whether Joesin Translation’s YouTube videos help students learn vocabulary. It will compare the students’ vocabulary before and after watching Joesin Translation videos. It will also look at how much the students’ vocabulary improved. The study used a pre-test and post-test with a convenience sample. The whole class of X was included, with 35 students from class X-1. Tests were used to collect data, which was then analyzed. The study showed that students improved their vocabulary after watching Joesin Translation videos. The average pre-test score was 54.9, while the average post-test score was 84.9. There’s a big difference. The t-test showed a t-count of 8.9, higher than the t-table value. The N-Gain results showed a 69% score, showing a big improvement in vocabulary. This means that there were significant differences in vocabulary mastery for tenth graders at SMAN 1 Sukomoro in the 2023/2024 school year.
IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION SKILLS BY USING SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ, RECALL, REVIEW) TECHNIQUE OF TENTH GRADE AT SMA NEGERI 1 REJOSO Ani Nur Azizah; Triana Wuri Cahyanti
Journal of English Language Education Vol 1 No 2 (2025): Journal of English Language Education
Publisher : Universitas PGRI Mpu Sindok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian students currently have a low level of literacy. Indonesia's literacy score in PISA 2022 dropped from 371 to 359. It is indicated that they have difficulty in gaining understanding from the text they read, it makes them less interested in reading activities, especially reading English texts. The objectives of this study are to find out the significant difference in students' reading comprehension skill before and after using SQ3R technique. This research is a quasi experimental research one group pre-test post-test. This research was conducted at SMA Negeri 1 Rejoso by using the population of all tenth grade namely 321 students, the sample used was class X-8 with 34 students. The sampling technique used non-probability sampling type convenience sampling. Data collection used tests.The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistics t-test. Based on the results of the pre-test showed an average value of 46.76 with a low category. While the results of the post-test showed an increase with an average value of 85,29. From the t-test calculation results obtained tcount=19,06 >ttable=1,692 with a significant level of 5% with dk=33, so that H0 is rejected and Ha is accepted. So that "there is a significant difference in students' reading comprehension skill before and after using the SQ3R (Survey, Question, Read, Recall, Review) technique in the tenth grade at SMA Negeri 1 Rejoso in the academic year 2023/2024
ENHANCING STUDENTS’ DESCRIPTIVE WRITING ABILITY THROUGH THE PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL (PWIM) IN GRADE X AT SMAN 1 SUKOMORO NGANJUK Putri Nurjannah; Triana Wuri Cahyanti
Journal of English Language Education Vol 2 No 1 (2026): Journal of English Language Education
Publisher : Universitas PGRI Mpu Sindok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: This study aims to evaluate the effectiveness of the Picture Word Inductive Model (PWIM) in enhancing the descriptive writing skills of tenth-grade students at SMAN 1 Sukomoro. The research design employed was pre-experimental with a one-group pretest-posttest model. A total of 36 students from class X-5 participated as research subjects. Data were collected through written tests administered before and after the treatment and analyzed using the paired sample t-test. The results revealed a significant improvement in students' writing skills after the implementation of PWIM. The average score increased from 52.56 (pre-test) to 70.42 (post-test), with a significance value of p = 0.000 (< 0.05), leading to the rejection of the Null Hypothesis (H₀) and the acceptance of the Alternative Hypothesis (Ha). These findings indicate that PWIM is an effective strategy for teaching writing, particularly in the development of descriptive texts. This study provides important implications for teachers in selecting more innovative, contextual, and participatory approaches to writing instruction. Based on these findings, it is recommended that PWIM be implemented as an effective and innovative writing instruction strategy in secondary-level English classes to enhance students’ descriptive writing skills.