Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI TERATAI MELALUI INOVASI PANGAN LOKAL BERGIZI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GIZI POSYANDU Qiny Shonia Az zahra; Nissa Noor Annashr; Lu'liyatul Mutmainah; Listia Andani; Rizka Fikrinnisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35279

Abstract

ABSTRAKDi Kabupaten Tasikmalaya, 32 kecamatan dan 159 desa memiliki angka stunting tinggi. Selain, itu, Kabupaten Tasikmalaya masih dalam kondisi rawan pangan.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anggota KWT (Kelompok Wanita Tani) Teratai dan keterampilan mereka dalam melakukan pengolahan talas menjadi muffin, sebuah inovasi olahan dari bahan pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu : 1) Sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2025 bertempat di sekretariat KWT Teratai. Dalam kegiatan ini telah disampaikan  tujuan, manfaat, dan rencana kegiatan pengabdian, 2) Pelatihan, 3) Monitoring dan evluasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pertama, edukasi kepada anggota KWT Teratai, melalui penyuluhan mengenai manfaat, zat gizi talas serta cara pengolahan talas yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2025. Sebelum diberikan edukasi, peserta diminta mengisi pre-test mengenai pengetahuan, kemudian peserta diminta mengisi post-test. Setelah diberikan edukasi, terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre-test (54,453) ke post-test (91,087). Tahap kedua adalah praktik pengolahan talas menjadi muffin. Setelah diberikan pelatihan berupa praktik pengolahan talas menjadi muffin, anggota KWT Teratai memiliki keterampilan dalam mengolah talas menjadi muffin. Kesimpulan dari kegiatan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Teratai melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengoahan talas menjadi muffin terbukti telah meningkatkan pengetahuan anggota KWT Teratai dan keterampilan mereka dalam melakukan pengolahan talas menjadi muffin. Kata kunci: Kelompok wanita tani; pangan; gizi. ABSTRACTIn Tasikmalaya Regency, 32 subdistricts and 159 villages had high stunting rates. In addition, Tasikmalaya Regency is still in a state of food insecurity. The purpose of this activity was to increase the knowledge of KWT Teratai members and their skills in processing taro into muffins, an innovative product made from local food ingredients. This activity was carried out in two stages, namely: 1) Socialization. This activity was held on July 17, 2025, at the KWT Teratai secretariat. During this activity, the objectives, benefits, and plans for the community service activity were presented. 2) Training. The training activity was carried out in two stages, namely, first, education for KWT Teratai members through counseling on the benefits and nutritional content of taro and how to process taro, which was held on August 7, 2025. Before receiving education, participants were asked to fill out a pre-test on their knowledge, then participants were asked to fill out a post-test. After the education session, there was an increase in the average knowledge score from the pre-test (54.453) to the post-test (91.087). The second stage was the practice of processing taro into muffins. After receiving training in the form of practical processing of taro into muffins, the members of KWT Teratai acquired the skills to process taro into muffins. The conclusion of the Teratai Women Farmers Group Empowerment program through socialization and training activities on processing taro into muffins has proven to have increased the knowledge of Teratai WFG members and their skills in processing taro into muffins. Keywords: Women farmers' groups; food; nutrition.
The Role of Islamic Philanthropic Institutions in Accelerating the Halal Certification Program for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Lu'liyatul Mutmainah; Elin Yulistiyani
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v7i2.7600

Abstract

Lembaga filantropi mengupayakan pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik, salah satunya dengan mendukung usaha mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga filantropi Islam dalam mempercepat program sertifikasi halal gratis pada sektor makanan dan minuman berskala mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan deskriptif analisis melalui berbagai sumber sekunder seperti artikel penelitian, buku, laporan, website resmi dan sumber lain yang berkaitan dengan lembaga zakat dan wakaf serta sertifikasi halal bagi UMKM. Penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga filantropi Islam seperti lembaga zakat dan wakaf di Indonesia memiliki peran signifikan terhadap percepatan program sertifikasi halal gratis (SEHATI) bagi UMKM. Hal ini karena UMKM sangat dekat dan sudah dibina langsung oleh lembaga filantropi Islam tersebut, sehingga tingkat kepercayaan untuk melakukan sertifikasi halal sudah terpenuhi. Lembaga filantropi Islam dapat menggerakkan sertifikasi halal melalui proses pendampingan yang dilakukan secara rutin melalui program pemberdayaan UMKM terutama bagi para mustahik.Philanthropic institutions strive for economic empowerment for Mustahik, one of which is by supporting Mustahik businesses. This study aims to analyze the role of Islamic philanthropic institutions in accelerating the free halal certification programme in the micro, small, and medium-scale food and beverage sector in Indonesia. The research method used is qualitative research with descriptive analysis through various secondary sources such as research articles, books, reports, official websites, and other sources related to zakat and waqf institutions and halal certification for MSMEs. This research shows that Islamic philanthropic institutions such as zakat and waqf institutions in Indonesia have a significant role in accelerating the free halal certification programme (SEHATI) for MSMEs. This is because MSMEs are very close and have been directly fostered by the Islamic philanthropic institution, so the level of trust to carry out halal certification has been fulfilled. Islamic philanthropic institutions can promote halal certification through a mentoring process that is carried out routinely through MSME empowerment programmes, especially for mustahik.