Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Personal Extreme Programming dalam Pengembangan Sistem Manajemen Transaksi Perusahaan (Studi Kasus : CV. Todjoe Sinar Group) Muhammad Ulfi; Gita Indah Marthasari; Ilyas Nuryasin
Jurnal Repositor Vol 2 No 3 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v2i3.619

Abstract

CV. Todjoe Sinar Group merupakan salah satu perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Beberapa masalah yang terjadi dalam pelaksanaan proses bisnis disebabkan oleh pengelolaan proses bisnis yang dijalankan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem informasi yang dapat dibangun secara tepat dan cepat. Metode pengembangan perangkat lunak yang dapat memenuhi hal tersebut termasuk kedalam agile software development. Salah satu metode yang termasuk kedalam agile software development adalah Personal Extreme Programming atau PXP. PXP merupakan metode pengembangan dari Extreme Programming yang disesuaikan agar dapat dikerjakan oleh pengembang tunggal. Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini merupakan sistem manajemen transaksi perusahaan. Kebutuhan sistem didapat pada fase requirements. Tahap pengembangan akan dilanjutkan dengan perencanaan iterasi dengan menentukan prioritas kebutuhan dan diskusi bersama. Pengembangan sistem akan dilakukan secara iteratif berdasarkan perencanaan yang telah dilakukan. Apabila terdapat perubahan atau penambahan kebutuhan, maka akan dilakukan perencanaan ulang. Berdasarkan hasil penelitian ini, PXP dapat diimplementasikan dalam studi kasus ini. Kemampuan, pemahaman, dan pengalaman dari seorang pengembang dalam mengerjakan suatu sistem dapat menentukan kesesuaian estimasi pengerjaan sistem dalam metode PXP. Interaksi dengan klien berperan penting dalam proses pengembangan sistem agar proses pengembangan sistem tetap terarah sesuai dengan kebutuhan klien.
Digital Financial Transformation in Indonesia: Non-Cash Usage Via Modified UTAUT2 With Trust Setio Ardy Nuswantoro; Muhammad Ulfi; Sahwari Sahwari; Linda Linda; Amara Damayanti
Mobile and Forensics Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v6i2.11709

Abstract

Digital payments are transforming the financial landscape in Indonesia, offering fast and efficient services that meet the growing demand for cashless transactions. This study analyzes the factors influencing digital payment adoption using the UTAUT2 model, with the addition of Trust as a critical factor. Cluster analysis was also conducted using the k-prototype algorithm to see their characteristics and perceptions about digital payments. A survey was conducted from June to August 2024, gathering 451 responses from users of digital payment services. The data were analyzed using structural equation modeling to test 13 hypotheses. Of these, 10 hypotheses were accepted, indicating that Effort Expectancy, Performance Expectancy, Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, Habit, and Trust significantly influence Behavioral Intention. Social Influence and Facilitating Conditions also directly impacted trust, which further strengthened users' intention to adopt digital payments. However, Price Value did not significantly affect Behavioral Intention, and Habit was not a strong predictor of continued use behavior. Trust emerged as a key factor in driving user engagement and long-term adoption. The study highlights that while convenience and social influence are crucial, trust in digital payment services is essential for sustaining user adoption. Cluster analysis divides respondents into four clusters, where the first, second, and third clusters are from young people with different perceptions about digital payment and the fourth cluster is from mature people who are mostly working as teachers or lecturers. These findings offer valuable insights into promoting digital payment usage and supporting Indonesia’s shift towards a digital economy.