Binuko Edi Nugroho
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGALAMAN PENGASUHAN KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK USIA 6-24 BULAN DENGAN STATUS WEIGHT FALTERING Asriani Puspita Dewi; Sherly Ester E. Kawengian; Binuko Edi Nugroho
JURNAL PENABIBLOS Vol. 14 No. 02 (2023): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pengalaman pengasuhan keluarga yang memiliki anak balita dengan status weight faltering. Penelitian ini dilakukan di Intervensi Pengembangan Ibu dan Anak (IPIA) Light Generation IO-0777 Hagios Yogyakarta yang berada di sekitar kawasan wisata Malioboro tepatnya berada di Jalan Sosrowijayan No. 80, Desa Sosromenduran, Kecamatan Gedong Tengen, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan fenomenologi. Penulis mengambil partisipan sebanyak 9 orang tua atau keluarga untuk digali pengalamannya mengasuh anak dengan status weight faltering. Dari hasil penelitian teridentifikasi sebanyak 4 tema utama yang memaparkan berbagai pengalaman keluarga secara spesifik ibu sebagai pengasuh utama, yang mengasuh anak balita dengan status weight faltering. Keempat tema tersebut antara lain: pengalaman pengasuhan orang tua, respons orang tua terhadap masalah weight faltering, hambatan dan bantuan ketika mengasuh anak, makna pengalaman pengasuhan.
Menggali Transformasi Kehidupan Jemaat: Pendekatan Kecerdasan Spiritual dalma Konteks 2 Korintus 5:17 Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i1.113

Abstract

Change is an inevitable part of human life. Life transformation is necessary for every individual to face changes and not be influenced by their negative impacts. From a Christian perspective, life transformation is essential for Christian congregations. Life transformation from a Christian perspective must have the right trigger. That trigger is spiritual intelligence that is based on the Bible. In the Bible, the life transformation of believers is described in 2 Corinthians 5:17. The application of spiritual intelligence in the lives of Christian congregations aims to make the character of Christ increasingly evident. With the transformation of life that occurs, Christian congregations can be wiser in using the existing technology to glorify God. By using descriptive qualitative methods, it can be concluded that the life transformation of Christian congregations can occur when spiritual intelligence based on 2 Corinthians 5:17 can be applied in the lives of Christian congregations. 2 Corinthians 5:17 explains the meaning of life transformation as a result of the redemption of Jesus Christ. Building spiritual intelligence correctly according to the truth of the Bible in 2 Corinthians 5:17 will bring Christian congregations to experience positive life transformation.AbstrakPerubahan adalah hal yang pasti terjadi di dalam kehidupan manusia. Transformasi kehidupan diperlukan manusia dalam menghadapi perubahan secara positif. Dalam perspektif Kristen, transformasi kehidupan sangatlah penting dan memerlukan pertolongan firman Tuhan sehingga perubahan yang dihasilkan fondasional dalam mengembangkan kecerdasan spiritual yang sesuai dengan ajaran Alkitab. 2 Korintus 5:17 merupakan salah satu konsep transformasi yang mendasar di dalam Alkitab. Paulus mendorong jemaat untuk menginternalisasi penggilan untuk menjadi ciptaan baru dimana integrasi kehidupan dan karakter Kristus merupakan fondasi di dalamnya. Dengan metode kualitatif deskriptif penelitian ini akan mendekati konsep transformasi kehidupan tersebut secara mangkus untuk menolong umat berdialektika secara kontekstual dan kita sebagai para pembaca pada masa kini dapat menarik pelbagai simpul penalaran serta penerapan bagi kehidupan umat pada masa kini.  Makna transformasi di dalam 2 Korintus 5:17 dijelaskan sebagai hasil dari penebusan Yesus Kristus. Pembangunan kecerdasan spiritual dengan benar sesuai dengan kebenaran Alkitab dalam ayat 2 Korintus 5:17 akan membawa jemaat Kristen mengalami transformasi kehidupan yang positif.
Teologi Salib dan Total Depravity: Membangun Kerangka Etika Kristen yang Berpusat pada Penebusan Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dirangkai dalam rangka membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan melalui kombinasi teologi salib dan doktrin total depravity. Teologi salib menggarisbawahi kuasa Allah untuk keselamatan melalui salib Kristus. Total depravity menegaskan tentang kebobrokan manusia karena dosa yang diwarisi oleh Adam dan Hawa. Kerangka etika Kristen yang dibangun atas dasar kombinasi teologi salib dan total depravity akan membawa setiap orang Kristen berpusat pada penebusan untuk membangun kehidupan etisnya. Dengan demikian, setiap orang Kristen akan mengalami kuasa transformatif yang akan membawa setiap orang Kristen dapat menunjukkan kehidupan etis serta moral dengan kuasa ilahi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba menelusuri keterkaitan antara teologi salib dan total depravity untuk membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan. Penulis menegaskan bahwa teologi salib dan total depravity dapat membawa setiap orang Kristen membangun kerangka etika yang berpusat pada penebusan karena disanalah ada kuasa transformatif yang dapat mengubah dan membangun kehidupan etis setiap orang percaya.
Kecerdasan Spiritual dalam Memfasilitasi Kesembuhan Luka Batin: Memetakan Pengaruhnya pada Kehidupan Rohani Jemaat Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.210

Abstract

This article is designed to explore the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its impact on the spiritual life of congregants. Spiritual intelligence is an essential aspect of human life, including the life of believers within a congregation. It facilitates emotional and cognitive functions, enabling individuals to comprehend truth and foster personal growth. Moreover, spiritual intelligence is correlated with emotional healing, as it helps believers grasp the meaning of forgiveness by influencing their emotional state. Forgiveness from spiritual intelligence can lead congregants to experience healing from emotional wounds. The healing of these wounds is crucial in congregants' lives, allowing them to live in peace, individually and communally. Congregants can undergo a personal transformation when they experience emotional healing. Through a descriptive qualitative approach, the author examines the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its influence on the congregation's spiritual life. The author concludes that spiritual intelligence is vital in emotional healing and positively influences the congregation's spiritual life. Abstrak Artikel ini didesain untuk memahami peran kecerdasan spiritual dalam menyediakan kesembuhan luka batin dan pengaruhnya pada kehidupan rohani jemaat. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berperan di dalam kehidupan manusia termasuk juga di dalam kehidupan jemaat orang percaya. Kecerdasan spiritual memfasilitasi fungsi emosi dan kognitif sehingga seseorang dapat memahami kebenaran dan dapat mengembangkan diri. Kecerdasan spiritual juga berkolerasi dengan kesembuhan batin. Kecerdasan spiritual dapat membantuk jemaat orang percaya memahami makna pengampunan dikarenakan kecerdasan spiritual berpengaruh pada sisi emosional jemaat. Pengampunan yang muncul oleh kecerdasan spiritual dapat membawa jemaat mengalami kesembuhan dari luka batin. Kesembuhan luka batin berdampak vital di dalam kehidupan jemaat. Jemaat dapat hidup dengan damai dalam konteks individu maupun komunal. Jemaat juga dapat bertransformasi diri saat mengalami kesembuhan luka batin. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk menelusuri peran kecerdasan spiritual dalam memfasilitasi kesembuhan luka batin dan pengaruhnya dalam kehidupan rohani jemaat. Penulis menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berperan penuh secara aktif & vital. Kecerdasan spiritual juga dibutuhkan dalam kesembuhan luka batin serta memberikan pengaruh positif dalam kehidupan rohani jemaat.
Monoteisme Kristologi dalam Kolose 1:15-20: Sebuah Kajian Eksegetis dan Implikasi Dogmatis Purwonugroho, Daniel Pesah; Nugroho, Binuko Edi
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i2.137

Abstract

Tulisan ini dirangkai untuk memberi penjelasan tentang monoteisme Kristologi dalam Kolose 1:15-20 melalui kajian eksegetis serta menarik implikasi secara dogmatis. Monoteisme membingkai konsep Allah yang satu, benar dan sejati. Kristologi Paulus menekankan keilahian Yesus Kristus yang merupakan Allah yang sejati. Monoteisme Kristologi merupakan upaya untuk mendamaikan unsur Allah yang satu dan benar dalam terang divinitas Yesus Kristus. Upaya tersebut terlihat dari tulisan Paulus di dalam Kolose 1:15-20. Kolose 1:15-20 memberikan sebuah konsep berpikir tentang Yesus Kristus yang ilahi, yang terlibat di dalam penciptaan, penebusan dan kehidupan manusia. Kolose 1:15-20 tidak memiliki kontradiksi dengan monoteisme dalam budaya Yahudi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk mengurai monoteisme dan Kristolog dalam Kolose 1:15-20. Analisis eksegesis yang tepat menyatakan bahwa monoteisme Kristologi dalam Kolose 1:15-20 menyatakan tentang divinitas absolut Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah serta memberikan sumbangsih yang besar terhadap pemikiran teologi Kristen yang jauh lebih kompleks.