Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Departemen Ilmu Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Obesitas Dengan Kadar Interleukin 6 (IL-6) Pada Populasi Anak Laki-Laki Di Kota Makassar. Nurika Sarah Medellu; Armanto Makmun; Nirwana Laddo; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Ida Royani; Zulfahmidah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.249

Abstract

Obesitas terus meningkat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan lemak tubuh yang berlebihan berdampak negatif pada kesehatan. Pengukuran obesitas menggunakan perhitungan IMT yaitu berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Dikatakan obesitas jika IMT > 25kg/m2. Jaringan lemak pada orang dengan obesitas memiliki respons inflamasi rendah. Sel lemak yang meradang melepaskan sitokin pemicu rasa lapar seperti interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha. Kadar IL-6 yang meningkat secara terus menerus dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Hubungan antara IL-6 dan obesitas adalah kompleks atau saling terkait dengan faktor lain. Obesitas merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh genetik, gaya hidup, pola makan, dan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kadar Interleukin-6 dan mengetahui apa penyebab peningkatan kadar Interleukin-6 pada populasi anak laki-laki di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional yang memakai desain kohort untuk melihat hubungan dari kadar IL-6 terhadap kondisi obesitas. Pengukuran kadar IL-6 pada plasma menggunakan metode Roche- cobas 6000. Hasil analisis didapatkan bahwa kadar Interleukin 6 pada kondisi obesitas merupakan kriteria rendah dengan nllai kolerasi p= 0.372; p < 0.05. Sementara hubungan usia dengan kadar interleukin 6 diperoleh nilai kolerasi 0.096; p >0.05 artinya tidak terdapat hubungan diantara kedua variabel atau termasuk kriteria sangat rendah. Hubungan kadar interleukin-6 pada populasi anak laki-laki dengan kondisi besitas terbilang cukup rendah dimana tidak terjadi peningkatan signifikan diantara keduanya. Tetapi, semakin tinggi Indeks massa tubuh seseorang kadar interleukin 6 terus meningkat walaupun tidak secara drastis.
Connection Inspection Blood Routine With Status History of Malaria at Ibnu Sina Hospital Makassar 2019-2024 M Farhan Anwar; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Berry Erida Hasbi; Indah Lestari daeng Kanang; Irmayanti Irmayanti
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria remains serious health problems in Indonesia, especially in the eastern region which has a high incidence . Routine blood tests are used to identify hematological abnormalities in malaria patients and the status of malaria history which is suspected to have a role in hematological changes , this is not fully understood . Therefore , it is necessary to explore the effect malaria history status on routine blood test results . To analyze the relationship between routine blood test results (hemoglobin, platelets , leukocytes ) and malaria history status in patients at Ibnu Sina Hospital Makassar during the period 2019-2024. Observational analytical design with a cross-sectional approaches . There were 43 patients diagnosed with malaria. Data were analyzed using the chi-square statistical test . The majority of malaria patients were aged 21-30 years and were dominated by man while the most common type of plasmodium was P. vivax and occurred in patients without a previous history of malaria. Routine blood results found that most Patients had normal hemoglobin (76.70%), thrombocytopenia (83.70%), and normal leukocytes levels (72.10%). These results indicate a significant relationship between malaria history and hemoglobin levels (p = 0.020) and platelet count (p = 0.010) because malaria patients who have a history of malaria already have partial immunity that can minimize the occurrence of hematological disorders . However , in leukocytes , there was no significant relationship between malaria history and leukocyte count (p = 0.503). A significant relationship was found between hemoglobin and platelets with malaria history status .