Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Kelurahan Subangjaya Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi R Bayu Kusumah N; Nurhayati Nurhayati; Hana Haryani; Dwi Retno Wulan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2384

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang lebih rentan terhadap berbagai macam masalah kesehatan salah satunya yaitu masalah pada sistem kardiovaskular, diantaranya hipertensi. Hal tersebut terjadi akibat beberapa faktor yaitu kurangnya aktivitas fisik dan kualitas tidur yang tidak baik. Upaya penanganan hipertensi pada lansia yang dilakukan oleh Puskesmas Sukabumi meliputi penyuluhan rutin, pemeriksaan tekanan darah bulanan, serta edukasi tentang pola makan kepada kader kesehatan. Meskipun berbagai intervensi telah dilakukan, tingkat keberhasilan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, termasuk kualitas tidur, masih menjadi tantangan. The study purpose was untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Hipertensi di Kelurahan Subangjaya Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi. Materials and methods. Metode penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Populasinya sebanyak 215 responden dengan sampel 140 responden. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Results. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kurang sebanyak 75 (53,6%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur baik sebanyak 79 (56,4%). Hasil analisis didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi. Conclusions. Kesimpulan dari hasil penelitian ini terdapat Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi dasar bagi pelayanan kesehatan dalam membuat perencanaan kebijakan dalam penanggulangan hipertensi pada lansia khususnya dalam hal aktivitas fisik lansia.
Pengaruh Edukasi Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Perbaikan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK): Literature Review Nuraeni Nuraeni; Hana Haryani; Elisya Handayani
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v4i4.2704

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women is a nutritional problem that may affect maternal health and fetal growth. Nutrition education and supplementary feeding are interventions that can support the improvement of nutritional status among pregnant women with CED. This study aimed to analyze the effect of nutrition education and supplementary feeding on the nutritional status of pregnant women with CED through a literature review. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted based on PRISMA 2020 using Google Scholar and Scopus databases for articles published from 2021 to 2026. Of 4,393 identified articles, 10 met the inclusion criteria. The results showed that nutrition education or nutritional assistance improved knowledge and nutrient intake and, in some studies, increased MUAC. Supplementary feeding, either in the form of biscuits or local food-based products, showed changes in body weight, MUAC, BMI, and hemoglobin levels. The combination of nutrition education and supplementary feeding also showed improvements in body weight, MUAC, knowledge, and awareness of nutritious food consumption. In conclusion, nutrition education, supplementary feeding, and their combination showed changes in various nutritional status indicators among pregnant women with CED, although the findings varied according to the type of intervention and indicators used.