Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN MASSAGE ENDORPHINE TERHADAP INTENSITAS DISMINORE PADA MAHASISWI STIKES AS SYIFA KISARAN Lili Yuliana Tambunan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.2431

Abstract

Wanita yang mengalami haid biasanya mengalami gejala-gejala dalam dua hari pertama seperti disminore, dengan adanya rasa ketidaknyamanan pada wanita yang mengalami disminore, maka diperlukan ekstra strategi program dan kegiatan yang lebih berinovasi, salah satunya melalui pemberian pijatan menggunakan metode Endorphine Massage. Metode Endorphine Massage ini sangat efektif untuk menurunkan tingkat intensitas disminore pada remaja yang mengalami disminore, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Endorphine Massage terhadap intensitas disminore pada mahasiswi Stikes As Syifa Kisaran, jenis penelitian yang di gunakan pra Eksperimen dengan pendekatan one Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKES AS SYIFA Kisaran yang mengalami disminore dari skala 5-10 dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling, dengan memuat beberapa kriteria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan Rata-rata skala intensitas disminore sebelum (Pre-test) sesudah (Post-test) di berikan Endorphine Massage adalah 4,667. Hasil uji statistik didapatkan p=0,0001(p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skala intensitas disminore sebelum dan sedudah di berikan Endorphine Massage. Di harapkan bagi kalangan remaja yang mengalami disminore dapat mengerti manfaat dari Endorphine Massage dan dapat menambah pengetahuan serta dapat menerapkan terapi Endorphine Massage saat disminore dari pada menggunakan obat-obatan penurun rasa nyeri.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN FISIK RUTIN BAYI BARU LAHIR DENGAN DETEKSI DINI KELAINAN KONGENITAL DI KLINIK BIDAN RISMALA KOTA KISARAN TAHUN 2025 Lili Yuliana Tambunan; Juliana; Nani Jahriani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4053

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 3–6% bayi di dunia lahir dengan kelainan kongenital, dan kondisi ini menyumbang sekitar 276.000 kematian bayi baru lahir setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian kelainan kongenital masih cukup tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan serta kematian pada bayi baru lahir. Pemeriksaan fisik rutin terhadap bayi yang baru lahir adalah langkah penting dalam mendeteksi dini adanya kelainan yang mungkin terjadi sejak lahir. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi secara menyeluruh dari kepala sampai kaki, termasuk pemeriksaan kulit, kepala, mata, telinga, mulut, dada, perut, bagian kemaluan, anggota badan, hingga refleks saraf. Melalui pemeriksaan fisik yang komprehensif dan dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan, berbagai kelainan seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, kaki pengkor, atau gangguan metabolik dapat terdeteksi sejak dini. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital di Klinik Bidan Rismala Kota Kisaran Tahun 2025. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional (potong lintang), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati variabel bebas (pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir) dan variabel terikat (deteksi dini kelainan kongenital) pada waktu yang bersamaan. Hasil Penelitian : Berdasarkan uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan pemeriksaan fisik secara lengkap dan rutin memiliki peluang lebih besar untuk terdeteksi lebih awal jika terdapat kelainan kongenital. Hal ini menegaskan pentingnya pemeriksaan fisik menyeluruh sebagai langkah pertama dalam upaya pencegahan komplikasi jangka panjang serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan neonatal.