Qadar Hasani
Program Studi Sumberdaya Akuatik, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kualitas Air Pada Sistem Budidaya Udang Dan Rumput Laut Terintegrasi Di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang Revilarita Arlanda; Agus Setiawan; Munti Sarida; Gregorius Nugroho Susanto; Qadar Hasani
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6777

Abstract

 Penelitian ini mengevaluasi kualitas air budidaya tambak udang yang diintegrasikan dengan budidaya rumput laut di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis parameter kualitas air seperti nitrat, Total Suspended Solid (TSS), Total Organik Meter (TOM), fosfat, Total Amonia Nitrogen (TAN), dan alkalinitas pada tambak udang yang terintegrasi dengan rumput laut. Metode penelitian menggunakan purposive sampling di empat stasiun yang berbeda, meliputi kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), muara sungai setelah IPAL, area budidaya rumput laut, dan tandon air. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali selama periode budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut berperan dalam memperbaiki kualitas air dengan menyerap bahan organik, nitrogen, dan fosfor dari limbah budidaya udang. Integrasi budidaya udang dan rumput laut memberikan hasil yang positif terhadap kualitas air dan keberlanjutan lingkungan perairan.
Peran Gracilaria sp.  Sebagai Fitoremediator Dalam Mereduksi Limbah Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensif Nurul Hasanah; Agus Setiawan; Munti Sarida; Gregorius Nugroho Susanto; Qadar Hasani
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6779

Abstract

Budidaya udang menghasilkan limbah organik sekiranya 48 – 70 kg dengan 30% berasal dari sisa pakan feses khususnya pada sistem budidaya super-intensif. Limbah tersebut dapat memberikan efek serius baik pada lingkungan perairan laut hingga keberlangsungan budidaya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban limbah yakni dengan pengadaan IPAL dan pemanfaatan teknologi fitoremediasi dengan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IPAL serta pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai fitoremediator IPAL dan pertumbuhannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober- November 2024 pada kolam sedimentasi IPAL tambak Ruguk secara insitu dengan penanaman Gracilaria sp. pada IPAL 2 dan analisis parameter kimia air dilakukan secara exsitu di laboratorium. Biomassa Gracilaria sp. didapatkan sebanyak 40.787 kg dengan laju pertumbuhan spesifik 376,75%. Konsentrasi rata-rata dari parameter utama kualitas air pada IPAL 1 dan 2 antara lain nitrat (1,03 mg/L dan 1,04 mg/L), fosfat (0,35 mg/L dan 0,28 mg/L), TAN (0,78 mg/L dan 0,25 mg/L), TOM (35,59 mg/L dan 35, 32 mg/L), TSS (175 mg/L dan 151,75 mg/L), dan alkalinitas (303 mg/L dan 251 mg/L). Nilai rata-rata efektivitas total pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai agen fitoremediator sebesar 12%.
Population characteristic of torpedo scad (Megalaspis cordyla Linnaeus, 1758) in the Lampung Bay: Size structure, growth type, and condition factor David Julian; Rachmad Caesario; Nidya Kartini; Indra Gumay Yudha; Putu Cinthia Delis; Qadar Hasani; Herman Yulianto
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2024): Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i2.14735

Abstract

Megalaspis cordyla, locally known as ikan bekre, stands as a crucial economic species commonly consumed by the people of Lampung. The escalating demand for this fish has significant implications for increased fishing activities, potentially impacting its population. This research aimed to explore the biological characteristics of M. cordyla landed at the Lempasing Fishing Port, Bandar Lampung, providing fundamental insights for fisheries resource management in the waters of Lampung Bay. Using a quantitative descriptive method, the sampled fish has been analyzed to get size structure, growth type, and fish condition factors based on length and weight data collected from M. cordyla landed weekly. Between April and June 2022, a total of 300 samples were collected, with length ranging from 230 to 430 mm TL, with the largest count (77 individuals) in the 314-334 mm interval. M. cordyla has an allometric negative growth pattern in Lampung Bay, with a growth coefficient (b) value of 2.47. Fish condition factor values ranged from 0.71 to 1.33, with June having the highest average value of 1.03. This information contributes greatly to a better understanding and long-term planning for the management of this fish population.Keywords: Allometric; Condition Factor; Length-Weight Relationship; Pelagic Fish; Aquatic Resources Management