Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Rekayasa Media Tanam dan Pemupukan Bibit Anggrek kepada Saka Taruna Bumi dan Santri Pondok Pesantren Mabdaul ‘Uluum Kota Tasikmalaya Tini Sudartini; Adam Saepudin; Ida Hodijah
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v5i1.610

Abstract

Saka Taruna Bumi (Mitra activit 1) is the place for Pramuka to increase and develop the leadearship, knowledgeexperiences skill and proficiencies of its members. Thus they can conduc real activity abd productively and usefull in supporting agrycultural development program., includes 5 tasks :agricultural foodplant tasks, crop plantation tasks, fisheri tasks, veterinary tasks and horticultural plant tasks.  Those while tasks have not yet fully conducted.  Pondok Pesantren . Mabdaul ‘Uluum  (Mitra activity 2) lies in Mulyasari villages Tamansari district Tasikmalaya city.  Its student old about 13 years until 22 years.  The student bedide learn Islam religion understanding , also complete enhancement of knowledge and skill for instance  entrepreuneurship awareness, although it is an extra curriculum.  Actually  entrepreneurship knowledges student have already programed, but really still in foreword, because of various problem .  The problem comes from student its self who poor in knowledge and skill, minimal budget problem and minimal facilities.  Training for increasing productively knowledge and skill can be the  productively entrepreneurship, action such as training plant medium and fertilizing modification on orchid . Orchid cultivation need minimal areal and can be conducted  in the area of Mitra Activity 1 and 2,  on free time.Orchid plant is comersialized in three phase: seedling, young individu pot and orchid flower pot.The problem of Entrepreneurship program that still faced in Mitra Activity 1 and 2   were : 1). Mitra Activity 1 and 2  have not yet be familiar with orchid plant type 2). Mitra Activity 1 and 2   poor in knowledge and skill orchid cultivation. 3. Mitra Activity 1 and 2  are  poorly in how to marketing orhid commodity.  To solve those problems, IbBM skim program, about knowledge in  orchid agribusiness and  marketing; orchid biotechnology,propagation and type of orchid,practising growth  orchid in medium various type , maintance through fertilizing, plant protection and plant storage was already succesfull implemented in mitra Saka Taruna Bumi and Santri Pondok Pesantren Mabdaul ‘Uluum  Tasikmalaya city 
Alih Teknologi Aklimatisasi Bibit Pisang Kultur Jaringan Berbasis Konsepsi PHPT Bagi KWT Sauyunan dan Poktan Sabilulungan Tini Sudartini; Ida Hodiyah; Adam Saepudin; Elya Hartini; Gilang Vaza Benatar
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v2i2.1409

Abstract

The Sauyunan Women Farmers Group and the Sabilulungan Farmers Group face obstacles in meeting the demand for quality banana seeds. They usually get banana seedling propagated conventionally with the consequence that production is not optimal because of many deficiencies. Moreover, their knowledge about banana pests and diseases and their management is still lacking. These challenges were answered by providing counseling and technology transfer of acclimatization of tissue culture banana seeds based on the concept of integrated pest and disease management. The programs was attended by 23 participants who were group members and a Field Instructor Officers of Tamansari District. Participants were given counseling on the economic potential of bananas, banana tissue culture seedling, acclimatization, and types of banana pests and diseases and their management in an integrated manner. In addition, technology transfer of tissue culture banana seedling acclimatization was provided through training methods which included preparing media, planting seeds (acclimatization), handling, transplanting, as well as observation and monitoring. Thus, participants were given insight and skills in responding to the supply of quality banana seeds needed in an effort to increase their income through this program.
Respon pertumbuhan in vitro tunas kayu gaharu (Aquilaria malaccensis) terhadap media yang diperkaya dengan hidrolisat kasein dan air kelapa Tini Sudartini; Visi Tinta Manik; Dwy Fitria, Anita; Adam Saepudin
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.25409

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu tanaman hutan yang dapat menghasilkan resin beraroma khas pada batangnya, menjadikannya tanaman bernilai ekonomi tinggi. Nilai ekonomi yang tinggi tersebut menyebabkan perburuan gaharu meningkat. Hingga saat ini, gaharu diambil langsung dari hutan alam sehingga populasi gaharu di Indonesia hampir punah. Perlu adanya peningkatan budidaya tanaman gaharu untuk mengatasi kelangkaan terutama dalam proses penyediaan bibit tanaman gaharu. Salah satu solusinya adalah melalui pengembangan teknik kultur jaringan. Tantangan dalam kultur jaringan gaharu adalah laju multiplikasi tunas yang rendah yang dapat disebabkan oleh media yang belum tepat. Perlu adanya optimasi media kultur, salah satunya dengan penambahan bahan alami seperti hidrolisat kasein (sumber asam amino dan nitrogen organik) dan air kelapa (mengandung hormon alami seperti sitokinin dan auksin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrolisat kasein dan air kelapa terhadap multiplikasi tunas gaharu secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimental rancangan acak lengkap  nonfaktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas, persentase kontaminasi, browning, dan regenerasi eksplan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa kombinasi hidrolisat kasein konsentrasi 100 ml L⁻¹  dan air kelapa konsentrasi 50 ml L⁻¹ menghasilkan jumlah tunas  dan persen regenerasi tertinggi.