Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alih Teknologi Aklimatisasi Bibit Pisang Kultur Jaringan Berbasis Konsepsi PHPT Bagi KWT Sauyunan dan Poktan Sabilulungan Tini Sudartini; Ida Hodiyah; Adam Saepudin; Elya Hartini; Gilang Vaza Benatar
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v2i2.1409

Abstract

The Sauyunan Women Farmers Group and the Sabilulungan Farmers Group face obstacles in meeting the demand for quality banana seeds. They usually get banana seedling propagated conventionally with the consequence that production is not optimal because of many deficiencies. Moreover, their knowledge about banana pests and diseases and their management is still lacking. These challenges were answered by providing counseling and technology transfer of acclimatization of tissue culture banana seeds based on the concept of integrated pest and disease management. The programs was attended by 23 participants who were group members and a Field Instructor Officers of Tamansari District. Participants were given counseling on the economic potential of bananas, banana tissue culture seedling, acclimatization, and types of banana pests and diseases and their management in an integrated manner. In addition, technology transfer of tissue culture banana seedling acclimatization was provided through training methods which included preparing media, planting seeds (acclimatization), handling, transplanting, as well as observation and monitoring. Thus, participants were given insight and skills in responding to the supply of quality banana seeds needed in an effort to increase their income through this program.
Respon pertumbuhan in vitro tunas kayu gaharu (Aquilaria malaccensis) terhadap media yang diperkaya dengan hidrolisat kasein dan air kelapa Tini Sudartini; Visi Tinta Manik; Dwy Fitria, Anita; Adam Saepudin
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.25409

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu tanaman hutan yang dapat menghasilkan resin beraroma khas pada batangnya, menjadikannya tanaman bernilai ekonomi tinggi. Nilai ekonomi yang tinggi tersebut menyebabkan perburuan gaharu meningkat. Hingga saat ini, gaharu diambil langsung dari hutan alam sehingga populasi gaharu di Indonesia hampir punah. Perlu adanya peningkatan budidaya tanaman gaharu untuk mengatasi kelangkaan terutama dalam proses penyediaan bibit tanaman gaharu. Salah satu solusinya adalah melalui pengembangan teknik kultur jaringan. Tantangan dalam kultur jaringan gaharu adalah laju multiplikasi tunas yang rendah yang dapat disebabkan oleh media yang belum tepat. Perlu adanya optimasi media kultur, salah satunya dengan penambahan bahan alami seperti hidrolisat kasein (sumber asam amino dan nitrogen organik) dan air kelapa (mengandung hormon alami seperti sitokinin dan auksin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrolisat kasein dan air kelapa terhadap multiplikasi tunas gaharu secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimental rancangan acak lengkap  nonfaktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas, persentase kontaminasi, browning, dan regenerasi eksplan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa kombinasi hidrolisat kasein konsentrasi 100 ml L⁻¹  dan air kelapa konsentrasi 50 ml L⁻¹ menghasilkan jumlah tunas  dan persen regenerasi tertinggi.