Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PERLINDUNGAN DIRI BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KONAWE SELATAN Fatma Wati; Sri Khayati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2325

Abstract

Sexual violence against children is a crime that has gained significant public concern in Indonesia, as cases have become an escalating emergency with annual increases. Children, who should ideally receive affection and protection from families and society, are frequently victims of sexual violence. This vulnerability is driven by various factors, including an inability to protect themselves, a lack of sexual education, media influence, and complex social dynamics. Victims often suffer from psychological trauma, declining academic performance, and mental health issues such as depression and anxiety. This community service activity at SMP Negeri 1 Konawe Selatan serves as a preventive measure to help students understand the importance of body autonomy. The activity employed a qualitative-descriptive method, emphasizing an actual and systematic socialization process. During the face-to-face implementation phase, students were equipped with the ability to identify private body areas, the courage to assertively say "NO" when feeling uncomfortable, skepticism toward invitations from strangers, and caution in using social media.
Implementasi Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 dalam Percepatan Penurunan Stunting di Desa Morome, Kabupaten Konawe Selatan St. Fatmawati L; Ayu Dewi Lestari; Fatma Wati; Muh. Tahir; Farhan Putra Rahman
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v2i1.1259

Abstract

Stunting merupakan masalah yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan harus dipandang bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sebagai pelanggaran hak anak. Pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai dasar hukum nasional. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Morome, Kabupaten Konawe Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman hukum masyarakat, membentuk kelembagaan desa, serta mengintegrasikan regulasi nasional ke dalam dokumen perencanaan desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-empiris dengan model Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami stunting sebagai persoalan hak anak, Desa Morome membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui SK Kepala Desa, program stunting terintegrasi dalam RPJMDes dan APBDes, serta musyawarah desa tematik dijadikan forum akuntabilitas publik. Kesimpulannya, penanganan stunting harus dipahami sebagai tanggung jawab hukum negara yang harus dijalankan hingga ke tingkat desa. Desa Morome dapat menjadi contoh bagaimana regulasi nasional diimplementasikan di tingkat lokal melalui literasi hukum, penguatan kelembagaan, dan partisipasi masyarakat