Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Presisi Penskoran Hasil Belajar: Analisis Fungsi Informasi Tes (TIF) dan Standard Error Menggunakan Software Xcalibre untuk Model 3-Parameter Logistik (3PL) Muhammad Tahir; Mulyati Mulyati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi presisi pengukuran instrumen hasil belajar dengan memanfaatkan keunggulan metrik Item Response Theory (IRT). Berbeda dengan Classical Test Theory (CTT) yang mengasumsikan kesalahan pengukuran konstan, penelitian ini menganalisis variabilitas Fungsi Informasi Tes (TIF) dan Standard Error of Measurement (SE(θ)) di sepanjang kontinum kemampuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-evaluatif dengan melibatkan 620 responden yang mengerjakan 45 butir soal pilihan ganda dikotomus. Kalibrasi dilakukan menggunakan Model 3-Parameter Logistik (3PL) melalui Software Xcalibre pada lingkungan R untuk mengestimasi parameter daya beda (a), tingkat kesulitan (b), dan tebakan semu (c). Hasil analisis menunjukkan bahwa model 3PL memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan data (RMSEA = 0,051; SRMR = 0,042). Temuan utama mengindikasikan bahwa TIF mencapai nilai maksimum sebesar 25,80 pada tingkat kemampuan = +0,25, yang berkorespondensi dengan nilai SE(θ) minimum sebesar 0,197. Sebaliknya, pada rentang kemampuan ekstrem (θ < -2.0 and θ > +2.5), nilai SE(θ) meningkat tajam hingga mencapai 0,392, yang menunjukkan penurunan presisi pengukuran secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa presisi penskoran bersifat heteroskedastik atau bergantung pada tingkat kemampuan individu. Oleh karena itu, institusi pendidikan direkomendasikan untuk beralih dari pelaporan skor tunggal ke pelaporan skor yang disertai dengan Interval Kepercayaan 95% guna meminimalisir bias interpretasi. Selain itu, pengembangan tes di masa depan perlu menambah butir soal dengan tingkat kesulitan ekstrem untuk meratakan distribusi informasi tes.
Ethnomathematics-Based Learning for Enhancing Mathematical Literacy in Junior High School Students Muhammad Nurhusain; Karmila; Mulyati; Muhammad Tahir
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (article on process)
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical literacy remains a major challenge among Indonesian students, as reflected in national and international assessment results. This study aimed to examine the effect of an ethnomathematics-based learning model on the mathematical literacy skills of eighth-grade students at SMP Makassar Raya. A quantitative approach was employed using a pre-experimental One-Group Pretest–Posttest design. The participants consisted of 15 students selected through total sampling. Data were collected through a mathematical literacy test developed based on the PISA competencies of formulate, employ, and interpret. Descriptive and inferential statistics were used for data analysis, including the One-Sample t-test and Paired-Samples t-test. The findings revealed a substantial improvement in students’ mathematical literacy, with the mean score increasing from 18.13 on the pretest to 80.53 on the posttest. The One-Sample t-test indicated that the posttest mean score significantly exceeded the Minimum Mastery Criterion (Sig. = 0.003 < 0.05), while the Paired-Samples t-test confirmed a significant difference between pretest and posttest scores (Sig. = 0.000 < 0.05). These findings indicate that ethnomathematics-based learning contributes to the improvement of students’ mathematical literacy skills while promoting more meaningful mathematics learning that is relevant to cultural contexts.