Imas Indah Mutiara
Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bibliometric Analysis of the Implementation of Character Education in the School Curriculum Nanny Mayasari; Petrus Ambarura; Tarpan Suparman; Imas Indah Mutiara; I Gusti Ayu Niken Launingtia
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 05 (2024): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v2i05.909

Abstract

This bibliometric analysis investigates the evolution and thematic structuring of research concerning the implementation of character education in school curricula. Utilizing data sourced from major academic databases from 1893 to 2024, this study maps out the academic discourse through VOSviewer. Our findings identify distinct thematic clusters such as curriculum integration, ethical considerations, and the role of character education within religious and civic education. Temporal trends indicate a shift from foundational discussions to a focus on the implicit dimensions of character education, such as the hidden curriculum and character-building across educational levels. Potential future research opportunities were identified in less explored areas such as independent and culturally specific curricula. The analysis of the author collaboration network reveals a robust community with significant interconnections among key scholars, highlighting both dense clusters and emerging researchers. Overall, this study offers a comprehensive overview of the field, demonstrating its dynamic evolution and the collaborative nature of research that contributes to ongoing debates and educational practices in character education. This work not only charts historical and current trends but also provides direction for future scholarly endeavors in this vital area of educational research.
Etnomatematika: Analisis Literatur Review Pola Bilangan Motif Batik Jawa Barat terhadap Penguatan Karakter Siswa SD Imas Indah Mutiara; Intan Rozana; Tarpan Suparman
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4647

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai filosofis tetapi juga mengandung unsur matematis. Etnomatematika hadir sebagai jembatan pedagogis yang memanfaatkan konteks budaya lokal, seperti motif Batik Sunda (Jawa Barat), untuk pembelajaran matematika sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur mengenai potensi etnomatematika berbasis pola bilangan pada motif batik Jawa Barat sebagai sarana penguatan karakter siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian menggunakan analisis literatur sistematis terhadap 22 artikel ilmiah. Hasil analisis menunjukkan justifikasi teoritis yang kokoh, didasarkan pada tiga temuan utama. Pertama, validitas konsep matematika, khususnya pola bilangan (barisan ganjil dan aritmetika), terkonfirmasi secara eksplisit dalam motif Batik Garut dan Mega Mendung. Kedua, terdapat keselarasan kuat antara tujuan etnomatematika dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dengan nilai dominan yang diidentifikasi adalah nasionalisme atau cinta budaya. Ketiga, teridentifikasi dua mekanisme penguatan karakter: (1) melalui filosofi motif (konten), seperti nilai kerja keras dan kebijaksanaan; dan (2) melalui proses pembelajaran (proses) yang menumbuhkan rasa ingin tahu, ketelitian, dan kejujuran. Disimpulkan bahwa etnomatematika pola bilangan batik Jawa Barat memiliki potensi kuat untuk penguatan karakter siswa SD. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran dari studi eksplorasi ke Research & Development (R&D) untuk mengembangkan bahan ajar praktis, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan filosofi batik dalam pembelajaran.