Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MASYARAKAT DESA MENANGKAL TERPAAN INFORMASI HOAX DI MEDIA FACEBOOK Husnul Maab; Sururudin; Ardiyansyah
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v8i2.75

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya perkembangan tekhnologi yang mengakibatkan informasi sekecil apapun dapat dengan cepat menyebar sampai ke masyarakat, dengan penyebaran informasi yang pesat mengakibatkan fenomena penyebaran berita hoax pun semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat desa Betung Berdarah Timur tentang berita hoax dan bagaimana masyarakat menyikapi berita hoax yang tersebar melalui media sosial Facebook serta bagaimana cara masyarakat mengenali berita hoax. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (Kualitatif) dan teknik pengumpulannya data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan menemtukan sample yang jumlahnya 5 orang dan kemudian 5 orang yang dijadikan responden. Serta menggunakan analisis data reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini sebagai berikut: sebagian masyarakat desa Betung Berdarah Timur mengetahui apa yang dimaksud dengan berita hoax namun ada sebagian kecil dari masyarakat yang tidak mengetahui apa yang dimaksud berita hoax, masyarakat desa Betung Berdarah Timur memiliki sikap kritis ketika menemukan sebuah berita atau informasi namun ada beberapa masyarakat yang memiliki sikap apatis terhadap penyebaran berita hoax, adapun upaya yang dilakukan adalah dengan tidak ikut meng share sebuah informasi yang belum diketahui kebenarannya. Akhirnya penulis merekomendasikan kepada masyarakat agar bersikap cerdas dalam bermedia sosial serta berhati-hati ketika menerima sebuah informasi yang belum jelas sumbernya teliti kebenaran sebuah berita sangat penting agar tidak terjebak oleh berita hoax serta pentingnya peran pemerintah dalam mengontrol penyebaran berita hoax hal ini sebgai penentu kebijakan hukum seperti yang telah tertuang dalam UU ITE.
Peran Humas dalam Membangun Citra Positif Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi Muhammad Reza Iqbal; Samsu; Muhammad Junaidi; Ardiyansyah
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i1.96

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan penyebaran informasi yang merambah secara masif dan terstruktur dari kota hingga ke desa, bahkan dari kalangan tua hingga kalangan muda. Memberikan kenyataan bahwa di era globalisasi perkembangan bidang kehumasan sangat berperan dalam kemajuan suatu lembaga. Humas bertugas untuk memberi dan menerima informasi secara actual, terpercaya serta mampu mempertahankan komunikasi dan hubungan yang baik antar lembaga internal sekaligus eksternal. Konteks diatas berkaitan dengan yang terjadi di kwartir daerah gerakan pramuka Jambi yang menjadi sebuah lembaga dalam memimpin organisasi gerakan pramuka di Provinsi Jambi, yang dinilai perlu adanya bidang kehumasan  untuk mempertahankan eksistensi di tengah masyarakat umum melalui peran humas dalam membentuk citra positif. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan peran humas kwartir daerah gerakan pramuka jambi dalam membangun citra positif serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam membangun citra positif di kwartir daerah gerakan pramuka Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah kwartir daerah gerakan pramuka Jambi memiliki bidang kehumasan yang menjalankan tugas dan tanggung jawab nya dengan baik dan benar. Selain dari itu, humas kwartir daerah gerakan pramuka Jambi juga menjaga komunikasi dan hubungan yang baik antar public internal dan juga public eksternal. Cara kwartir daerah gerakan pramuka Jambi dalam membangun citra positifnya adalah dengan mengedepankan kode kehormatan gerakan pramuka dan juga melaksanakan program kerja yang dikemas dalam 12 bakit kwartir daerah gerakan pramuka Jambi.
Pola Komunikasi Antarbudaya Suku Bugis dan Suku Jawa di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ardiyansyah; Andi Aprizal; Hafizen
Journal of Communication Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi antarbudaya dalam masyarakat majemuk sering menimbulkan tantangan, terutama terkait perbedaan bahasa, etnis, dan kebiasaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola komunikasi antarbudaya antara masyarakat suku Jawa dan Bugis di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat serta warga dari kedua kelompok etnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan digunakan adalah komunikasi dua arah secara tatap muka, yang memungkinkan pertukaran informasi timbal balik dan membangun pemahaman bersama. Baik masyarakat suku Jawa maupun Bugis menunjukkan sikap saling menghormati, terbuka, dan mau menerima budaya masing-masing. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, serta ikatan kekeluargaan menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan. Penelitian ini juga menemukan bahwa interaksi sehari-hari berlangsung tanpa konflik yang signifikan, sehingga mendukung terwujudnya integrasi sosial. Dengan demikian, komunikasi tatap muka yang berlandaskan keterbukaan dan toleransi terbukti efektif.
Internalizing Islamic Ecotheology: An Ethnography of Communication Using the SPEAKING Framework at Lake Sipin Ardiyansyah; Muhammad Al Hafizh; Ineke Nurrohimah; Zharifah Rukhaputri
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.6764

Abstract

This study explores environmental communication patterns and the internalization of ecotheological values ​​by the community of the Sipin Lake Ecotourism Area in maintaining the ecosystem of Sipin Lake in Jambi City. Although visual promotions have successfully increased tourist interest, the lake faces ecological challenges such as household waste and invasive weeds. This study uses a communication ethnography method with Dell Hymes' SPEAKING framework to analyze conversational events and communicative actions within the community. Data were collected through participant observation and in-depth interviews with the lakeside community in Legok Village. The results show that the community effectively internalizes ecotheology by framing environmental issues within religious narratives, such as "Cleanliness is part of faith" and "Nature is a divine mandate." This internalization occurs through informal conversations in raft houses and religious gatherings. This study finds that this spirituality-based communication bridges the gap between the community's economic needs and environmental conservation. This study contributes to environmental communication theory by highlighting the importance of religious identity in mobilizing local ecological action.