Dahlia Nurdini
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Daya Simpan Nugget Oncom Wortel (Ontel) Dan Peluangnya Sebagai Lauk Nabati Dahlia Nurdini; Wiwit Wijayanti; Ribka Gledya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v1i1.1183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengolah oncom menjadi nugget yang disebut dengan Nugget Ontel (Nugget Oncom Wortel) untuk mengetahui lama penyimpanan Nugget Ontel terhadap aspek rasa, aroma, warna, tekstur, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas M.H Thamrin. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 level dan 2 kali replikasi. Berdasarkan hasil uji friedman menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penyimpanan terhadap aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur. Berdasarkan aspek rasa pada penyimpanan sampai dengan 5 minggu menunjukkan rasa oncom kurang nyata, aroma yang tidak beraroma oncom, dengan warna kuning kecoklatan dan tekstur yang empuk. Ada pengaruh lama penyimpanan terhadap tingkat kesukaan aspek warna dan tekstur. Tidak ada pengaruh terhadap tingkat kesukaan aspek rasa dan aroma. Tingkat kesukaan nugget ontel yang disimpan sampai dengan 5 minggu terhadap aspek rasa, warna, aroma,  tekstur, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan berada pada tingkat suka. Berat satu penukar nugget ontel adalah 42 gr dengan bentuk 2 potong sebesar 7 cm x 2 cm x 2 cm. hasil uji mikroorganisme menunjukkan bahwa nugget ontel yang telah disimpan selama 5 minggu masih aman untuk dikonsumsi.
Faktor Internal dan Eksternal Pelayanan Makanan yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas 3 RSUD Budhi Asih Jakarta Timur Dahlia Nurdini; Wiwit Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v1i2.1195

Abstract

Pelayanan makanan merupakan salah satu kegiatan pelayanan gizi di Rumah Sakit. Faktor Internal Pelayanan Makanan yang meliputi variasi makanan, warna, aroma, tekstur dan cita rasa serta Faktor Eksternal Pelayanan Makanan seperti penampilan dan keramahan petugas, kebersihan alat dan penampilan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pelayanan makanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Metode penelitian ini  menggunakan survei cross sectional dengan jumlah responden 40 orang. Analisis univariat karakteristik responden didapatkan umur ≥ 35 tahun (52,5%), jenis kelamin perempuan (60%), mayoritas ibu rumah tangga, lama hari rawat terbanyak < 4 hari. Analisis Bivariat menunjukan tidak ada hubungan antara Faktor Internal dan Faktor Eksternal Pelayanan Makanan dengan Kepuasan Pasien masing – masing p value = 1,000 (p > 0,05). Perlu adanya perbaikan dalam peralatan makan pasien kelas 3 di rumah sakit Budhi Asih.
Pernikahan Dini Dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Kesejahteraan Ekonomi Wanita Muda Di Jakarta Timur Tahun 2025 Atikah Pustikasari; Helena Golang; Dahlia Nurdini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2911

Abstract

Abstrak Pernikahan dini masih menjadi masalah di Jakarta Timur, dengan 93.332 wanita berusia 15–19 tahun tercatat sudah menikah (BPS, 2020), sebagian besar karena kehamilan di luar nikah. Kondisi ini berdampak pada kesehatan reproduksi, risiko bagi bayi, serta terhambatnya pendidikan dan kesejahteraan Ekonomi wanita muda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang (cross-sectional) dengan data primer dari survei rumah tangga di Jakarta Timur pada 2–27 Juni 2025. Populasi adalah perempuan yang pernah menikah, dengan 217 sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (1997), tingkat kepercayaan 95% dan presisi 10%. Teknik pengambilan sampel meliputi simple random, proportional, dan cluster sampling agar representatif terhadap populasi. Penelitian ini menemukan 51,1% perempuan di Jakarta Timur menikah <20 tahun, dengan 42,4% hamil pada usia berisiko, 42,4% mengalami komplikasi persalinan, dan 85% berada pada kondisi ekonomi tidak sejahtera. Pernikahan dini terbukti berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan kesejahteraan ekonomi. Disarankan penguatan regulasi usia perkawinan, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemberdayaan ekonomi perempuan untuk menekan angka pernikahan dini. Kata Kunci : Pernikahan dini. Kesehatan Reproduksi. Kesejahteraan Ekonomi
Pengembangan Nuget TEPFe (Tinggi Energi Protein dan Fe) Bagi Wanita Usia Subur Anemia Dahlia Nurdini; Slamet Santoso; Atikah Pustikasari; Kartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3138

Abstract

Abstrak Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada wanita usia subur mencapai 29.9 % secara global, dengan penyebab utama adalah defisiensi zat besi (WHO, 2021). Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2018, sebnyak 23,7%, yang mengalami anemia (Riskesdas, 2018). Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui daya terima serta kandungan zat gizi makro, zat besi, pada produk nuget TEPFe berbahan dasar singkong, hati ayam, tempe, dan bayam. Penelitian ini merupakn jenis penelitian eksperimental. Panelis penelitian ini yaitu 30 mahasiswa S1 Gizi Universitas MH. Thamrin, yang mencakup uji mutu hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur) dan uji hedonik (tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji anova uji Duncan untuk mengetahui perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F2 merupakan nugget TEPFe dengan tingkat penerimaan tertinggi. Produk ini dalam 100 gram mengandung energi sebesar 160 kkal (8% AKG), protein 11,90 g (20% AKG), lemak 1,20 g (2% AKG), karbohidrat 27,86 g (8% AKG), dan zat besi 18,46 mg/kg (10,3% AKG). Dari temuan ini disarankan uji lanjut dengan panelis lebih luas dan beragam, analisis gizi lebih mendalam, termasuk kandungan serat pangan, indeks glikemik, serta stabilitas zat gizi selama penyimpanan, untuk menilai kualitas gizi secara menyeluruh. Disarankan untuk melakukan uji daya simpan (shelf life) guna mengetahui ketahanan fisik, sensori, dan zat gizi produk selama periode penyimpanan dalam kondisi yang berbeda serta uji efektivitas produk secara fungsional, terutama pada kelompok target seperti ibu hamil, anak-anak, atau individu dengan kebutuhan gizi khusus, akan memperkuat klaim manfaat gizi dari produk yang dikembangkan. Kata Kunci: Anemia, Nugget, Hati ayam, Abstract According to a report from the World Health Organization (WHO), the global prevalence of anemia among women of reproductive age reaches 29.9%, with iron deficiency being the primary cause (WHO, 2021). In Indonesia, according to the 2018 Riskesdas data, 23.7% of women experience anemia (Riskesdas, 2018). This study aimed to assess the acceptability and determine the macronutrient and iron content of TEPFe nuggets made from cassava, chicken liver, tempeh, and spinach. This research was an experimental study involving 30 undergraduate nutrition students from Universitas MH.Thamrin as panelist. The study evaluated product quality through hedonic quality tests (color, aroma, taste, texture) and hedonic preference tests (overall acceptability of color, aroma, taste, texture, and overall impression). A Completely Randomized Design (CRD) with two replications, and the data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s test to determine significant differences between treatments. The results showed that formulation F2 had the highest level of acceptability. The product contained 160 kcal of energy (7% DV), 11.90 g of protein (20% DV), 1.20 g of fat (2% DV), 27.86 g of carbohydrates (8% DV), and 18.46 mg/kg of iron (9% DV). Based on these findings, it is recommended to conduct further acceptability tests involving a larger and more diverse group of panelists, as well as perform a more comprehensive nutritional analysis. Keywords: Anemia, Nugget, chicken liver