Atikah Pustikasari
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pernikahan Dini Dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Kesejahteraan Ekonomi Wanita Muda Di Jakarta Timur Tahun 2025 Atikah Pustikasari; Helena Golang; Dahlia Nurdini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2911

Abstract

Abstrak Pernikahan dini masih menjadi masalah di Jakarta Timur, dengan 93.332 wanita berusia 15–19 tahun tercatat sudah menikah (BPS, 2020), sebagian besar karena kehamilan di luar nikah. Kondisi ini berdampak pada kesehatan reproduksi, risiko bagi bayi, serta terhambatnya pendidikan dan kesejahteraan Ekonomi wanita muda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang (cross-sectional) dengan data primer dari survei rumah tangga di Jakarta Timur pada 2–27 Juni 2025. Populasi adalah perempuan yang pernah menikah, dengan 217 sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (1997), tingkat kepercayaan 95% dan presisi 10%. Teknik pengambilan sampel meliputi simple random, proportional, dan cluster sampling agar representatif terhadap populasi. Penelitian ini menemukan 51,1% perempuan di Jakarta Timur menikah <20 tahun, dengan 42,4% hamil pada usia berisiko, 42,4% mengalami komplikasi persalinan, dan 85% berada pada kondisi ekonomi tidak sejahtera. Pernikahan dini terbukti berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan kesejahteraan ekonomi. Disarankan penguatan regulasi usia perkawinan, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemberdayaan ekonomi perempuan untuk menekan angka pernikahan dini. Kata Kunci : Pernikahan dini. Kesehatan Reproduksi. Kesejahteraan Ekonomi
The Role Of Organizational Support On The Mental Health Of Lecturers And Education Staff At Mohammad Husni Thamrin University Atikah Pustikasari; Mahyar Suara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54611

Abstract

Background: Organizational support, also known as Perceived Organizational Support (POS), plays a crucial role in maintaining the mental health of lecturers. When lecturers feel valued and receive attention from the institution, it enhances work engagement, satisfaction, and mental health. Perceptions of organizational support have a significant impact on increasing emotional commitment and work engagement, helping them maintain psychological balance, reduce work stress, and minimize the risk of burnout. Objective: This study aims to analyze the relationship between organizational support and the mental health of lecturers and academic staff at Universitas Mohammad Husni Thamrin. Organizational support was measured using the Perceived Organizational Support (POS) model developed by Eisenberger et al. (1986), while mental health was measured using the Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF), which assesses psychological, emotional, and social well-being. The research method employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 101 respondents selected using simple random sampling. Results: The results showed that the majority of respondents (62.4%) perceived organizational support as high, and most respondents (52.5%) were categorized as flourishing in terms of mental health, while only 5.9% were categorized as languishing. Bivariate analysis using the chi-square test revealed a significant relationship between organizational support and mental health among lecturers and academic staff, with a p-value of 0.034. These results indicate that the higher the perception of organizational support, the greater the likelihood that lecturers and academic staff experience better mental well-being. Conclusion: The study concludes that organizational support has a significant influence on the mental health of lecturers and academic staff in higher education. Therefore, it is recommended that universities strengthen organizational support policies by enhancing welfare programs for lecturers and academic staff, such as stress management training, psychological counseling services, and work-life balance policies.
Hubungan Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman Tahun 2024 Rita Fitriyanti; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.3616

Abstract

Masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi status kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dikandungnya. Kekurangan asupan makanan yang berlangsung dalam jangka panjang (kronis) dapat menyebabkan gangguan kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil, yaitu paritas dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dengan status gizi ibu hamil berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi ibu hamil dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, paritas berisiko merupakan kategori terbanyak, yaitu sebesar 32 ibu hamil (53,3%). Mayoritas ibu hamil patuh (≥4 tablet) mengonsumsi TTD, yaitu 55 (91,7%). Hasil analisis bivariate menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara paritas dan kepatuhani konsumsi TTD dengan status gizi ibu hamil. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program terkait pemeriksaan rutin terhadap ibu hamil yang sulit untuk memberikan edukasi tentang asupan makanan yang sehat dan seimbang agar asupan ibu hamil dan janin tetap tercukupi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR JAKARTA TIMUR Dahlia Nurdini; Neli Husniawati; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari; Ulfah Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.3621

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak dialami oleh ibu hamil dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu serta janin. Tujuannya untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2023 di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagian besar ibu hamil memiliki usia dengan risiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 140 ibu (80%), mayoritas ibu memiliki paritas berisiko 58,9% , serta pengetahuan kurang 41,1%, asupan makan kurang 93,7% dan pendapatan ibu masih kurang 60,6%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, paritas dan pengetahuan ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik. Sedangkan asupan makan  (p-value 0,045) serta pendapatan keluarga (p-value 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kekurangan energi kronik. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas ataupun dinas terkait dapat meningkatkan edukasi serta pemantauan ibu hamil untuk mencegah KEK.
Hubungan Lama Operasi dengan Kejadian Hipotermia pada Pasien Fraktur yang Menjalani Anestesi Spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Sri Suryati; Diah Ayu Nurhayati; Nurma Dewi; Dwinara Febrianti; Atikah Pustikasari; Parlin Dwiyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.3672

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan dengan anestesi spinal. Durasi operasi yang semakin lama diduga meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh sehingga berkontribusi terhadap terjadinya hipotermia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama operasi dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 175 pasien fraktur yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% serta dihitung Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani operasi dengan durasi ≥60 menit (70,3%) dan mengalami hipotermia pascaoperasi (85,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara lama operasi dengan kejadian hipotermia (p=0,007; OR=3,408; 95%CI=1,450–8,009). Usia juga berhubungan dengan kejadian hipotermia (p=0,047; OR=2,544; 95%CI=1,090–5,938), sedangkan jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan suhu ruang operasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa lama operasi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal. Oleh karena itu, pemantauan suhu tubuh secara berkala serta penerapan tindakan pencegahan hipotermia perlu dilakukan, terutama pada pasien yang menjalani operasi dengan durasi lebih dari 60 menit.