Ikhwan Ikhwan
Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGÉLING-ÉLINGÉ WONG URIP Aksara Pegon pada Naskah Cirebon Paruh Pertama Abad ke-19 Ikhwan Ikhwan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.296

Abstract

Aksara Pegon pada dasarnya merupakan pengembangan dari aksara Arab yang disesuaikan penggunaannya dengan sistem fonem bahasa daerah, khususnya Jawa dan Sunda, demikian juga Melayu. Perbedaan sistem fonologi antara bahasa Arab dan bahasa daerah Nusantara menyebabkan adanya penyesuaian-penyesuaian lambang fonem dari lambang aslinya. Penyesuaian itu dapat berupa penambahan dan/atau pengurangan baik huruf maupun tanda bunyi, disesuaikan dengan kebutuhan dan keterbatasan fonem bahasa daerah yang bersangkutan. Tulisan ini membahas aksara Pegon di dalam teks Pengéling-élingé Wong Urip secara eksplanatif dialektis sehingga hubungannya dengan aksara lain dapat diketahui dan dijelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksara PWU merepresentasikan perpaduan antara sistem fonologi bahasa Arab, Sunda, dan Jawa sekaligus dan oleh karenanya bersifat khas.
ANAK DI BAWAH BAYANGAN : CITRA KELAM DALAM NOVEL ARAB BERGENRE REALIS Ikhwan Ikhwan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.334

Abstract

Karya-karya naratif sastra Arab telah berkembang dari bentuk tradisional yang bersifat fiktif-didaktis ke arah realis. Novel Arab modern bergenre realis dipandang lebih jujur dalam menggambarkan kehidupan tentang anak, baik yang menempatkannya sebagai pusat penceritaan ataupun sudut pandang yang menceritakan kebenaran secara jujur dan polos. Penelitian ini mengangkat objek novel-novel realis berbahasa Arab yang dipilih secara non-probability dan dianalisis dengan metode eksplanatif-komparatif untuk tujuan mendapatkan gambaran mengenai citra anak dalam bayang-bayang situasi dominan yang hadir di sekitar kehidupannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel realis berbahasa Arab anak dicitrakan secara bermacam-macam, tetapi memiliki kesamaan dalam perspektif citra kelam khas yang diakibatkan oleh faktor (1) etika orang dewasa, (2) nasib keluarga, (3) ketidakhadiran peran ayah, (4) ketidakhadiran peran ibu, dan (5) tradisi yang non-produktif. Kelima aspek tersebut merupakan faktor penentu tumbuh kembang anak. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra anak tidak hanya muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak, namun juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca dewasa dalam konteks edukasi. Kata Kunci : Naratif; novel realis; citra kelam anak; faktor traumatik.
KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI: KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI Mohammad Hazmi Fauzan; Ade Kosasih; Ikhwan Ikhwan
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.248

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kodikologi dan pengidentifikasian aksara dalam naskah Futūḥul ‘Ārifīn. Futūḥul ‘Ārifīn adalah naskah yang menguraikan amaliah-amaliah tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah mengenai tata cara dzikir, talqin, bai’at dan tingkatan-tingkatan lathifah dalam tradisi tasawuf yang ditulis pada tahun 1287 Hijriah atau 1870 Masehi. Secara umum, kajian mengenai kodikologi dan identifikasi aksara terhadap naskah Futūḥul ‘Ārifīn belum pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan paleografi. Pendekatan filologi dilakukan untuk menguraikan fisik naskah mulai dari judul, bahasa, ukuran, tempat penyalinan, dan sebagainya, sedangkan paleografi digunakan untuk menentukan pola atau model aksara yang digunakan dalam naskah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan deskriptif analitik. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa kondisi naskah Futūḥul ‘Ārifīn dalam kondisi baik, karena tidak terdapat korup, hanya saja ada beberapa halaman yang sobek, namun tidak sampai mengenai teks naskah. Dari segi aksara, naskah ini menggunakan jenis tulisan tsuluts, farisi dan diwani. Selain itu, terdapat beberapa kekhasan dalam penulisannya, yaitu seperti penulisan huruf /p/ tidak menggunakan titik tiga, dan huruf /g/ tidak terdapat titik di atasnya.