Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PENANGANAN TRANSAKSI DAN AKAD SYARIAH PADA MAJLIS TA’LIM AN NISA JLN BAKUNG 04 KEL.LOWOKWARU KOTA MALANG Muwidha Muwidha; Mahmudatul Himma; Basuki Basuki; Yusna Yusna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this Community Service Activity (PkM) is in the context of providing counseling, socialization and implementation to the public regarding sharia business transaction contracts to female members of the majlis ta'lim An-Nisa. In the beginning, the implementation will be carried out at the house of Jln. Daffodil 04 Lowokwaru Malang City. Because the pandemic period was finally based on the coordination of the PkM team, the Chairperson of the Majlis Ta'lim An-Nisa and the Takmir of the Fadhilah Mosque, the activities were carried out at the mosque by taking a schedule after the dawn congregation on Tuesday, August 18 and 25 2020. Hours 5:00 to 7:00. The number of participants was 46 people consisting of fathers and mothers.At the time of implementation, the material planned was presented smoothly. This material is considered important because to start a business based on sharia, the type and validity of transactions need to be properly understood. When the transaction is understood, then choose various sharia contract offerings to suit the needs of doing business.According to an Islamic perspective, Islamic law is created and implemented as a whole for nothing but the purpose of the benefit and welfare of the people in this world and the hereafter. To achieve this goal, Islamic law has several principles that underlie the implementation of these objectives, namely: 1) providing convenience and eliminating difficulties, 2) minimizing the burden, and 3) taking the path of stages.The findings and experiences in the implementation of PkM are expected to be a further phase to build awareness about being a true Muslim. Not only diligent in worshiping Allah (mahdhoh) but also have to build a better muammalah. Because in essence Islam, many teachings regulate how mu'ammalah is practiced more masive. Islam is a guidance for the creation of peace. Prosperity can be created if the community is relatively aware of and understands the level of welfare and the simplest measure of well-being is the adequacy of life and this certainly talks about the path of rizki and economic welfare.
Penerapan Business Model Canvas dan Analisis SWOT dalam Perancangan Strategi Pengembangan Usaha pada Sahimas Frozen Kania Safa Ardani; Yusna Yusna; Novrida Qudsi Lutfillah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Business Model Canvas (BMC) dalam memetakan model bisnis Sahimas Frozen, mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT, serta merumuskan strategi pengembangan usaha berdasarkan integrasi kedua pendekatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada Sahimas Frozen di Kota Malang. Data penelitian berupa data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan dengan memetakan sembilan elemen BMC, kemudian mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS serta matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis Sahimas Frozen memiliki keunggulan pada produk frozen food yang praktis, menggunakan bumbu homemade berkualitas, memberikan garansi produk, dan memiliki pelanggan tetap. Di sisi lain, usaha masih menghadapi keterbatasan saluran pemasaran, belum optimal dalam pemanfaatan marketplace, biaya listrik yang cukup tinggi, dan jangkauan distribusi yang terbatas. Hasil matriks IFAS memperoleh skor 3,5, sedangkan matriks EFAS memperoleh skor 3,3, sehingga Sahimas Frozen berada pada Kuadran I dengan strategi agresif sebagai strategi yang sesuai. Strategi pengembangan kemudian diarahkan pada penguatan pemasaran digital, perluasan distribusi, pengembangan kemasan, dan peningkatan hubungan pelanggan yang dituangkan dalam pengembangan BMC baru pada delapan elemen. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha Sahimas Frozen.