Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Business Model Canvas (BMC) dalam memetakan model bisnis Sahimas Frozen, mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT, serta merumuskan strategi pengembangan usaha berdasarkan integrasi kedua pendekatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada Sahimas Frozen di Kota Malang. Data penelitian berupa data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan dengan memetakan sembilan elemen BMC, kemudian mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS serta matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis Sahimas Frozen memiliki keunggulan pada produk frozen food yang praktis, menggunakan bumbu homemade berkualitas, memberikan garansi produk, dan memiliki pelanggan tetap. Di sisi lain, usaha masih menghadapi keterbatasan saluran pemasaran, belum optimal dalam pemanfaatan marketplace, biaya listrik yang cukup tinggi, dan jangkauan distribusi yang terbatas. Hasil matriks IFAS memperoleh skor 3,5, sedangkan matriks EFAS memperoleh skor 3,3, sehingga Sahimas Frozen berada pada Kuadran I dengan strategi agresif sebagai strategi yang sesuai. Strategi pengembangan kemudian diarahkan pada penguatan pemasaran digital, perluasan distribusi, pengembangan kemasan, dan peningkatan hubungan pelanggan yang dituangkan dalam pengembangan BMC baru pada delapan elemen. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha Sahimas Frozen.
Copyrights © 2026