Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Technology money supply and economic growth simultaneously in islamic banks in Indonesia Mila Naeruz
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v6i1.1064

Abstract

Background: The expansion of digital financial technologies has fundamentally reshaped monetary systems in emerging economies, yet the structural interaction between e-money, money supply, Islamic banking, and economic growth remains theoretically fragmented. Existing studies predominantly adopt partial or linear approaches, overlooking the endogenous and simultaneous nature of these relationships. Aims: This study aims to develop a structural simultaneous equation model to capture the dynamic and reciprocal interactions among digital financial adoption, monetary expansion, Islamic banking performance, and economic growth. It contributes to mathematical and quantitative economic modeling by addressing endogeneity within a multi-equation financial system. Methods: Using quarterly time-series data from 2004 to 2024, this study employs a Two-Stage Least Squares (2SLS) estimation framework to identify causal relationships within an endogenous system. The model explicitly accounts for structural interdependence among variables, ensuring consistent parameter estimation under simultaneity conditions. Results: The results reveal that technological adoption and labor productivity significantly strengthen Islamic banking performance, while e-money exerts a dual structural effect by expanding money supply but weakening direct banking productivity. Furthermore, money supply and digital financial expansion positively influence economic growth, whereas Islamic banking shows a non-significant or negative direct effect, indicating a structural inefficiency in financial intermediation. Conclusion: This study uncovers a critical structural paradox in which the expansion of Islamic banking does not proportionally translate into economic growth, despite increased digital financial activity. The findings suggest that digital finance operates primarily through indirect monetary transmission channels rather than direct institutional performance. By modeling the financial system as an endogenous and simultaneous structure, this research advances the theoretical understanding of financial intermediation inefficiencies and provides a more rigorous quantitative framework for analyzing the complex interplay between digital finance and macroeconomic outcomes.
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengangguran Dan Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Sumatera Utara Tito Fadhil Fahlevi; Mila Naeruz; Amrani Amrani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengangguran, dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatera Utara periode 2000–2023. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan suatu daerah karena mencerminkan peningkatan kapasitas produksi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini, tingkat pendidikan diukur menggunakan Angka Partisipasi Sekolah (APS), tingkat pengangguran diukur menggunakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sedangkan kemiskinan diukur berdasarkan jumlah penduduk miskin. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dengan metode analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 25. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu diuji melalui uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,397, tingkat pengangguran tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,756, dan kemiskinan tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,343. Secara simultan, ketiga variabel independen juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,344. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,150 menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan, tingkat pengangguran, dan kemiskinan hanya mampu menjelaskan 15% variasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara, sedangkan 85% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi selama periode penelitian.
Pengenalan Konsep Ekonomi Pembangunan dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah: Pengabdian Mila Naeruz; M.Sahnan; Faty Rahmarisa; Amrani; Fauzi; Azhar Apriandi; Ulwan Afifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5755

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA tentang konsep dasar ekonomi pembangunan serta menumbuhkan kesadaran akan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih rendahnya literasi ekonomi pembangunan di kalangan siswa, khususnya terkait isu pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan regional. Selain itu, siswa belum memahami keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia, kewirausahaan, dan partisipasi aktif pemuda dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus sederhana berbasis kondisi daerah setempat, serta simulasi peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai konsep ekonomi pembangunan, indikator pembangunan daerah, serta pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change). Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk berkontribusi melalui pendidikan, kewirausahaan, dan partisipasi sosial ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang sadar pembangunan dan mampu berperan aktif dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Program Pembangunan Berbasis Desa di Desa Lama: Pengabdian Mila Naeruz; Azhar Apriandi; Fauzi; Faty Rahmarisa; Amrani; M.Sahnan; Aulia Nabila Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5756

Abstract

This community service program aims to strengthen local economic capacity and improve community welfare through village-based development initiatives in Desa Lama, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. The program focuses on empowering local communities by providing education, training, and mentoring in areas such as small business management, financial literacy, and the utilization of local resources. The method used includes participatory approaches involving community members, local government, and university partners to ensure sustainability and relevance to the village’s socio-economic context. The results show that after the implementation of the program, there was an increase in community participation in economic activities, improved entrepreneurial skills, and the emergence of small-scale business initiatives managed independently by villagers. In addition, the collaboration between academic institutions and the local government strengthened social capital and supported long-term rural economic growth. This activity demonstrates that integrated village-based development can serve as an effective model for improving local economies and community resilience in rural areas.
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, Dan Keterampilan Terhadap Tingkat Pengangguran Di Kota Medan Novyalita Novyalita; Mila Naeruz
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1587

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi karena mencerminkan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan terhadap tingkat pengangguran di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan tenaga kerja usia produktif di Kota Medan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kota Medan. Secara simultan, ketiga variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,808071 menunjukkan bahwa sebesar 80,81% variasi tingkat pengangguran dapat dijelaskan oleh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan, sedangkan 19,19% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan, memiliki peran penting dalam menentukan kondisi ketenagakerjaan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, perluasan kesempatan memperoleh pengalaman kerja, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri guna menekan tingkat pengangguran di Kota Medan.