Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapatmemengaruhi fungsi pengunyahan, berbicara, serta kualitas hidup. Penggunaan gigi tiruan menjadisalah satu alternatif untuk menggantikan gigi yang hilang, tetapi keputusan penggunaannya dapatdipengaruhi oleh motivasi individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kehilangan gigidengan motivasi menggunakan gigi tiruan pada lansia di Posyandu Garuda Lansia RW 10 TambakrejoSurabaya. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasipenelitian berjumlah 55 lansia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Datakehilangan gigi diperoleh melalui pemeriksaan rongga mulut, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan diukur menggunakan kuesioner. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasiSpearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34responden (61,9%) mengalami kehilangan lebih dari 10 gigi, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan paling banyak berada pada kategori kuat, yaitu 27 responden (49,0%). Hasil analisismenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehilangan gigi dengan motivasimenggunakan gigi tiruan (p=0,003; r=-0,397), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasilemah. Temuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan dengan motivasi penggunaangigi tiruan, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan motivasi lansia. Upayapeningkatan pemanfaatan gigi tiruan perlu mempertimbangkan faktor individu, dukungan sosial,kondisi ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan.