Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF USING ANIMATED VIDEO MEDIA IN IMPROVING KNOWLEDGE OF MAINTENANCE OF DENTAL AND ORAL HYGIENE (Study Students of VII & VIII grade of SMPN Diponegoro Surabaya in 2024): EFEKTIVITAS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (Studi Pada Siswa kelas VII & VIII SMPN Diponegoro Surabaya Tahun 2024) Aini Rahmawidya; Silvia Prasetyowati; Ratih Larasati
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v2i2.34

Abstract

The student learning process to get a success to change behavior in the learning process requires a means to convey good and interesting material. Videos are very attractive to generation 4.0 who are closer and like more sophisticated use, especially videos have funny and unique characters Dental and oral hygiene is a healthy condition that includes the ability to speak, smell, taste, chew, swallow, and express various facial expressions with confidence. Research Problem Based on the initial data of dental examination in appendix 3 on September 25, 2023 with a total of 47 students in classes VII and VIII of SMPN Diponegoro Surabaya, the debris index value was 2.0 or 82.9% of students were in the bad category because the SMPN only conducted UKS activities once a year and only checked for cavities. The purpose of the study was to find out the effectiveness of using video media. animation in increasing knowledge of maintaining dental and oral hygiene in classes VII and VIII of SMPN Diponegoro Surabaya. This type of research uses a pre-experimental design with one group pretest-posttest. The targets of this study were VII & VIII grade students of Diponegoro Junior High School Surabaya with 47 respondents. Data collection methods using questionnaire sheets. The results of the study of animated video media can effectively increase students' knowledge of dental and oral hygiene.
Hubungan Kehilangan Gigi Dengan Motivasi Menggunakan Gigi Tiruan Pada Lansia (Studi Di Posyandu Kelurahan Tambakrejo Surabaya) Aini Rahmawidya; Silvia Prasetyowati; Sri Hidayati; Ratih Larasati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1453

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapatmemengaruhi fungsi pengunyahan, berbicara, serta kualitas hidup. Penggunaan gigi tiruan menjadisalah satu alternatif untuk menggantikan gigi yang hilang, tetapi keputusan penggunaannya dapatdipengaruhi oleh motivasi individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kehilangan gigidengan motivasi menggunakan gigi tiruan pada lansia di Posyandu Garuda Lansia RW 10 TambakrejoSurabaya. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasipenelitian berjumlah 55 lansia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Datakehilangan gigi diperoleh melalui pemeriksaan rongga mulut, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan diukur menggunakan kuesioner. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasiSpearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34responden (61,9%) mengalami kehilangan lebih dari 10 gigi, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan paling banyak berada pada kategori kuat, yaitu 27 responden (49,0%). Hasil analisismenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehilangan gigi dengan motivasimenggunakan gigi tiruan (p=0,003; r=-0,397), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasilemah. Temuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan dengan motivasi penggunaangigi tiruan, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan motivasi lansia. Upayapeningkatan pemanfaatan gigi tiruan perlu mempertimbangkan faktor individu, dukungan sosial,kondisi ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan.