Andi Abriana
Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Perbandingan Daun Tin Dengan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Produk Teh Herbal Reski Amalia Ramadani; Andi Abriana; Fatmawati Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4753

Abstract

Processing fig leaf tea with a comparison of telang flowers is an effort to utilize fig leaves which contain flavonoids, triterpenoids/steroids, tannins, alkaloids, have antioxidant activity in them, while telang flowers contain flavonoids and anthocyanins which have been proven to have an anti-inflammatory effect. So these two ingredients are suitable for combining in making herbal tea. This study aims to (1) determine the effect of the concentration of fig leaves compared to telang flowers (Clitoria ternatea L.) in making tea on water content, ash content, and organoleptic tests on color, aroma and taste (2) the best comparison between fig leaves and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) in herbal tea. The research method was a comparison of fig leaves with butterfly pea flowers (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), with using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications, the observational data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the Least Significant Difference follow-up test. The results of comparing fig leaves with butterfly pea flowers for herbal tea did not differ significantly in water content, but had a significant effect on ash content, aroma, color and taste. The best results from fig leaf tea are found in the ratio (90% fig leaves: 10% telang flowers) in terms of water content 9.3%, color 3.9 (like it), aroma 3.37 (somewhat like it), and taste 3 .3 (somewhat like it). Pengolahan teh daun tin dengan perbandingan bunga telang merupakan upaya untuk memanfaatkan daun tin yang memiliki kandungan flavonoid, triterpenoid/steroi, tanin, dan alkaloid memiliki aktivitas antioksidan didalamnya, sedangkan bunga telang yang memiliki kandungan flavonoid dan antosianin yang terbukti memiliki efek sebagai antiinflamasi. Sehingga dari kedua bahan tersebut cocok untuk dipadukan dalam pembuatan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi daun tin dengan perbandingan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam pembuatan teh terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan citarasa; dan (2) perbandingan terbaik antara daun tin dan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap teh herbal.. Metode penelitian yaitu perbandingan daun tin dengan bunga telang (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan, data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA) dan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil. Hasil perbandingan daun tin dengan bunga telang terhadap teh herbal tidak berbeda nyata pada kadar air, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, warna, dan citarasa. Hasil terbaik dari teh daun tin terdapat pada perbandingan (daun tin 90% : 10% bunga telang) yang ditinjau dari kadar air 9,3%, warna 3,9 (suka), aroma 3,37 (agak suka), dan citarasa 3,3 (agak suka).
Pemanfaatan Rambut Jagung (Zea mays L.) Sebagai Bahan Dasar Minuman Teh Herbal Dengan Penambahan Madu Miranti Oktaviana A Oktaviana; Andi Abriana; Rosdiani Azis
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4766

Abstract

Corn (Zea mays L.) is a plant that is widespread in Indonesia. So far, people only know about the benefits of corn, corn silk is waste that has not been utilized by the community. Corn silk contains compounds such as tannins, phenolics, flavonoids, beta carotene, beta sitosterol, and antioxidants. Apart from that, corn silk also contains carbohydrates, protein, vitamin C, vitamin E and vitamin K. The aim of this research is to determine the effect of adding powdered honey on chemical tests, namely water content, ash content and organoleptic tests, namely taste, aroma and color. The research treatment was the addition of honey powder (0%, 15%, 25% and 35%). Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method with 4 levels and 3 replications, then analyzed using SPSS and the Least Significant Difference Test (BNT). Based on research, the addition of powdered honey in making corn silk tea (Zea Mays L), has a significant effect on water content and ash content, while organoleptic tests on color, aroma and taste. The best results produced by corn hair tea with the addition of honey powder were in the T4 treatment (35%). Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Selama ini masyarakat hanya mengetahui manfaat buah jagung saja, rambut jagung merupakan limbah yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Rambut jagung mempunyai Kandungan senyawa seperti tanin, fenolik, flanoid, beta karoten, beta sitosterol, dan antioksidan. Selain itu, rambut jagung juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan madu bubuk terhadap uji kimia yaitu kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik yaitu rasa, aroma, dan warna. Perlakuan penelitian yaitu penambahan bubuk madu (0%, 15%, 25% dan 35%). Analisis data menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf dan tiga kali ulangan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan penelitian penambahan madu bubuk dalam pembuatan teh rambut jagung (Zea mays L), berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu, sedangkan uji organoleptik pada warna, aroma, dan cita rasa. Hasil terbaik yang dihasilkan teh rambut jagung dengan penambahan bubuk madu yaitu pada perlakuan T4 (35%)