Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAJIN ECOPRINT DARUSSALAM, BANTUL MENGGUNAKAN ALAT STEAMER BERKAPASITAS 200 LITER Satriawan Dini Hariyanto; Andrean Emaputra; Eka Sulistyaningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40839

Abstract

Kelompok perajin Ecoprint Darussalam merupakan komunitas ibu-ibu di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memproduksi kain ecoprint. Selama ini, proses pembuatan kain masih dilakukan secara manual, yang meliputi tahapan pembersihan kain, penataan daun pada kain, penggulungan kain, perebusan kain, dan pengeringan. Salah satu tahapan yang memerlukan perhatian khusus adalah proses penggulungan kain, yang saat ini dilakukan secara manual menggunakan tangan dengan durasi sekitar 6 menit. Metode manual ini menyebabkan tingkat kekencangan kain tidak merata dan membutuhkan tenaga dari setidaknya dua orang. Oleh karena itu, diperlukan alat bantu untuk mempercepat proses penggulungan kain. Selain itu, produktivitas kelompok perajin ecoprint juga dipengaruhi oleh kapasitas perebusan kain. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kapasitas perebusan kain berhasil ditingkatkan dari semula 60 liter menjadi 200 liter per proses. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya mesin steamer berkapasitas 200 liter yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dari semula 12 lembar menjadi 60 lembar kain. Dengan demikian, alat ini mampu mempercepat proses produksi kain dan mengurangi waktu pengerjaan secara signifikan.
T-Shirt Design and Development for Amannah Collection Home Industry using Kano Model and Quality Function Deployment Rizky Riza Putri; Andrean Emaputra; Cyrilla Indri Parwati; Ellyawan Setyo Arbintarso; Toto Rusianto
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 5, No 2 (2026): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v5i2.3729

Abstract

Amannah Collection is a local business located in Boyolali, Central Java, Indonesia. It offers a variety of products, including T-shirts, jackets, and sports uniforms. However, production at the home industry has decreased and has not reached the target. To address these challenges, this study aims to develop products for Home Industry Amannah Collection that meet customer needs. This research was conducted using the KANO model to generate creative ideas and the QFD method to prioritize them. The study used the Kano questionnaire with 105 respondents. According to the KANO model, four attributes are classified as attractive: a dark black base color, short sleeves, a plain design, and a small-image screen-printed design. Meanwhile, using the QFD method, seven priority attributes are identified: T-shirts with a dark base color, simple designs, screen printing on only one side (front), neat and durable stitches, sizes that match customer measurements, materials that absorb sweat easily, and designs featuring image screen printing. This research aims to serve as a foundation for Amannah Collection to better understand customer needs, thereby increasing customer satisfaction and sales, as well as demonstrating the application of the Kano model in the apparel industry.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KETELA MELALUI PERLOMBAAN HUT REPUBLIK INDONESIA PADA IBU-IBU KALIJERUK I DAN II Andrean Emaputra; Ellyawan Setyo Arbintarso; Toto Rusianto; Endang Widuri Asih; Mega Inayati Rif`ah; Eka Sulistyaningsih; Dandung Junustisio Muktar; Davin Satria Nugraha
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, there is a growing trend of processed foods made from natural and healthy ingredients. One such ingredient is cassava, which provides good nutritional value. Additionally, this ingredient is tasty, affordable, and readily available in local communities. One of the residents of the Special Region of Yogyakarta is the community of Kalijeruk I and II Hamlets. This community has abundant cassava resources in its area because the hamlets still have many rice fields. However, the women in this community have not yet produced a variety of processed cassava products. Therefore, these women need to learn more about the different types of processed cassava products. A team of lecturers and students from the University of AKPRIND Indonesia carried out this community service activity. The activity was divided into several stages: first, socialization about the competition; second, the cooking contest; third, food presentation; fourth, food evaluation; and fifth, announcing the winners. This event provided the mothers with basic knowledge and motivation to create delicious, nutritious, and economically valuable cassava-based dishes. This was demonstrated by the 12 different cassava dishes prepared by the mothers.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGEMBANGAN PRODUK FROZEN FOOD PADA JEMPOL FOOD, GODEAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Andrean Emaputra; Toto Rusianto; Ellyawan Setyo Arbintarso; Cyrilla Indri Parwati; Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati; Imam Sodikin; Joko Susetyo; Fatiha Widyanti; Arie Pohandry; Andri Ayusta Yudha; Rangga Shafi Pradana
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini produk makanan beku atau frozen food sedang berkembang pesat di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan ketahanan dan kemudahan dalam mengolah makanan tersebut menjadi makanan siap saji. Salah satu produsen frozen food yang berada di wilayah Godean, Sleman, DIY adalah Jempol Food. Produsen Jempol Food mengalami persaingan yang ketat dalam pemasaran produknya baik berasal dari brand-brand besar maupun dari UMKM. Oleh karena itu, Jempol Food perlu untuk mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana meningkatkan kepuasan konsumen demi menjaga konsumen yang telah ada dan mengembangkan konsumen baru. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas AKPRIND Indonesia melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada produsen tersebut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu, pertama, tim pengabdi dan pimpinan serta karyawan Jempol Food saling memperkenalkan diri. Kedua, tim pengabdi melihat aktivitas produksi, melakukan tanya jawab, dan memberikan usulan perbaikan kepada Jempol Food. Ketiga, adanya sesi penarikan kesimpulan, penutup, dan sesi foto bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berhasil dengan baik yang ditandai dari antusias pemilik dan karyawan Jempol Food yang sangat baik dan saran-saran perbaikan dapat diterima dengan baik demi menciptakan produk-produk Jempol Food yang unggul melalui perbaikan berkesinambungan produk yang sesuai dengan kebuhan masyarakat dengan harga yang kompetitif. Hal tersebut diharapkan dapat membuat Jempol Food semakin sukses dan lestari di masa yang akan datang.