Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

T-Shirt Design and Development for Amannah Collection Home Industry using Kano Model and Quality Function Deployment Rizky Riza Putri; Andrean Emaputra; Cyrilla Indri Parwati; Ellyawan Setyo Arbintarso; Toto Rusianto
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 5, No 2 (2026): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v5i2.3729

Abstract

Amannah Collection is a local business located in Boyolali, Central Java, Indonesia. It offers a variety of products, including T-shirts, jackets, and sports uniforms. However, production at the home industry has decreased and has not reached the target. To address these challenges, this study aims to develop products for Home Industry Amannah Collection that meet customer needs. This research was conducted using the KANO model to generate creative ideas and the QFD method to prioritize them. The study used the Kano questionnaire with 105 respondents. According to the KANO model, four attributes are classified as attractive: a dark black base color, short sleeves, a plain design, and a small-image screen-printed design. Meanwhile, using the QFD method, seven priority attributes are identified: T-shirts with a dark base color, simple designs, screen printing on only one side (front), neat and durable stitches, sizes that match customer measurements, materials that absorb sweat easily, and designs featuring image screen printing. This research aims to serve as a foundation for Amannah Collection to better understand customer needs, thereby increasing customer satisfaction and sales, as well as demonstrating the application of the Kano model in the apparel industry.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KETELA MELALUI PERLOMBAAN HUT REPUBLIK INDONESIA PADA IBU-IBU KALIJERUK I DAN II Andrean Emaputra; Ellyawan Setyo Arbintarso; Toto Rusianto; Endang Widuri Asih; Mega Inayati Rif`ah; Eka Sulistyaningsih; Dandung Junustisio Muktar; Davin Satria Nugraha
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, there is a growing trend of processed foods made from natural and healthy ingredients. One such ingredient is cassava, which provides good nutritional value. Additionally, this ingredient is tasty, affordable, and readily available in local communities. One of the residents of the Special Region of Yogyakarta is the community of Kalijeruk I and II Hamlets. This community has abundant cassava resources in its area because the hamlets still have many rice fields. However, the women in this community have not yet produced a variety of processed cassava products. Therefore, these women need to learn more about the different types of processed cassava products. A team of lecturers and students from the University of AKPRIND Indonesia carried out this community service activity. The activity was divided into several stages: first, socialization about the competition; second, the cooking contest; third, food presentation; fourth, food evaluation; and fifth, announcing the winners. This event provided the mothers with basic knowledge and motivation to create delicious, nutritious, and economically valuable cassava-based dishes. This was demonstrated by the 12 different cassava dishes prepared by the mothers.
Distribusi dan Karakteristik Mikroplastik di Perairan Waduk Sermo, Kulon Progo Fajar Nugroho; Muchlis; Eka Sulistyaningsih; Ellyawan Setyo Arbintarso
Environmental Insight Journal Vol 2 No 1 (2026): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i1.435

Abstract

Mikroplastik merupakan polutan baru yang menjadi perhatian global karena keberadaannya yang persisten dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan serta kesehatan manusia. Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo merupakan perairan tawar yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku, irigasi, perikanan, dan pariwisata, sehingga berpotensi terpapar pencemaran mikroplastik akibat aktivitas antropogenik di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan, kelimpahan, karakteristik bentuk, ukuran, serta jenis polimer mikroplastik pada perairan Waduk Sermo. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga titik, yaitu inlet sungai, tengah waduk, dan inlet PDAM. Analisis mikroplastik dilakukan melalui pengamatan morfologi menggunakan mikroskop serta identifikasi jenis polimer menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh titik pengamatan dengan kelimpahan tertinggi pada area inlet sungai. Mikroplastik berbentuk pellet merupakan bentuk yang paling dominan, diikuti oleh fiber, fragment, film, dan foam. Hasil analisis FTIR mengindikasikan bahwa mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh polimer polyamide (nylon), yang diduga berasal dari aktivitas perikanan dan limbah domestik. Parameter kualitas air (suhu, pH, dan dissolved oxygen) berada dalam kisaran baku mutu kelas I sesuai PP No. 22 Tahun 2021, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah mengenai kondisi pencemaran mikroplastik di Waduk Sermo dan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan serta pengendalian pencemaran mikroplastik pada perairan tawar.
The Impact of Chamotte Sand on the Mechanical and Physical Characteristics of Ceramic Molds Made of Chromite Sand Ellyawan Setyo Arbintarso; Sugeng Slamet; Rahayu Khasanah; Suharto Suharto; Riswan Aliyadi; Andri Trihendriana
Jurnal IPTEK Vol 29, No 2 (2025): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i2.8433

Abstract

Casting flaws are common in the high-temperature steel casting process, particularly surface flaws and rough surfaces. One option to avoid these surface defects is to use sand with a higher melting point, like chromite sand. This study is an extension of the previous research, which found that chromite sand, a ceramic mold material, frequently fractures during the sintering process. Chamotte sand material of 3% and 5% by weight has been applied as a binder to chromite sand to improve this. With an ideal sintering temperature of 1,050°C, two ceramic sintering processes, the Shaw and the Unicast processes—have been used. To determine the chromite-chamotte sand mixture's potential as a ceramic mold material, tests for cold crushing strength (CCS), modulus of rupture (MoR), permeability, and refractory were conducted. The mixture with 3% wt chamotte sand with the Shaw sintering technique provided the highest results and was appropriate for ceramic mold.
PEMBERDAYAAN SANTRI MELALUI KAMPANYE EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS VIDEO DI PONDOK PESANTREN KUN SHOLIHAN Erna Kumalasari Nurnawati; Renna Yanwastika Ariyana; Ellyawan Setyo Arbintarso; Erma Susanti; Eska Almuntaha
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3362

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Kun Sholihan, pengelolaan sampah belum menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) secara optimal, ditandai dengan kebiasaan santri membuang sampah tanpa pemilahan serta rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri melalui kampanye edukasi pengelolaan sampah berbasis video sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku peduli lingkungan. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif (Participatory Action / Community Empowerment), yang dilaksanakan melalui tahapan penyuluhan pengenalan dan pemilahan sampah berbasis 3R, pelatihan pembuatan dan pengeditan video kampanye, serta perlombaan video edukatif karya santri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep 3R, perubahan perilaku dalam praktik pemilahan sampah, serta meningkatnya partisipasi dan kreativitas santri dalam menyampaikan pesan edukasi lingkungan melalui media video. Pemanfaatan video sebagai media kampanye terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan santri dan memperkuat kesadaran kolektif di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis kampanye video berpotensi menjadi strategi edukasi lingkungan yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan pondok pesantren.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGEMBANGAN PRODUK FROZEN FOOD PADA JEMPOL FOOD, GODEAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Andrean Emaputra; Toto Rusianto; Ellyawan Setyo Arbintarso; Cyrilla Indri Parwati; Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati; Imam Sodikin; Joko Susetyo; Fatiha Widyanti; Arie Pohandry; Andri Ayusta Yudha; Rangga Shafi Pradana
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini produk makanan beku atau frozen food sedang berkembang pesat di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan ketahanan dan kemudahan dalam mengolah makanan tersebut menjadi makanan siap saji. Salah satu produsen frozen food yang berada di wilayah Godean, Sleman, DIY adalah Jempol Food. Produsen Jempol Food mengalami persaingan yang ketat dalam pemasaran produknya baik berasal dari brand-brand besar maupun dari UMKM. Oleh karena itu, Jempol Food perlu untuk mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana meningkatkan kepuasan konsumen demi menjaga konsumen yang telah ada dan mengembangkan konsumen baru. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas AKPRIND Indonesia melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada produsen tersebut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu, pertama, tim pengabdi dan pimpinan serta karyawan Jempol Food saling memperkenalkan diri. Kedua, tim pengabdi melihat aktivitas produksi, melakukan tanya jawab, dan memberikan usulan perbaikan kepada Jempol Food. Ketiga, adanya sesi penarikan kesimpulan, penutup, dan sesi foto bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berhasil dengan baik yang ditandai dari antusias pemilik dan karyawan Jempol Food yang sangat baik dan saran-saran perbaikan dapat diterima dengan baik demi menciptakan produk-produk Jempol Food yang unggul melalui perbaikan berkesinambungan produk yang sesuai dengan kebuhan masyarakat dengan harga yang kompetitif. Hal tersebut diharapkan dapat membuat Jempol Food semakin sukses dan lestari di masa yang akan datang.