Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI): SEJARAH, PERAN, DAN PENGARUHNYA DI INDONESIA Alfi Ramadhan; Ahmad Izzuddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Nasional Indonesia (PNI) adalah salah satu partai politik yang memainkan peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan. PNI didirikan oleh Soekarno di Bandung pada 4 Juli 1927, dengan dasar nasionalisme dan anti-kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda. Partai ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran nasional dan mendukung kemandirian politik negara. PNI sempat dibubarkan pada 1931, tetapi terus berubah, menjadi bagian dari fusi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan kemudian menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam artikel ini, kami akan membahas sejarah PNI, fungsinya, dan pengaruh terhadap perkembangan politik Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kontribusi partai ini dalam membangun identitas nasional dan sistem politik Indonesia dengan melihat perjalanan PNI.
OPTIMALISASI PENYELESAIAN BAHAN PUSTAKA SUMBANGAN PROF. LAICA MARZUKI, M.H. UNTUK PENGUATAN KOLEKSI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Syahdan Syahdan; Meisura Marwin; Hafizah Zalzabila; Nur Aisya; Hamriani Hamriani; Ahmad Dhani R; Alfi Ramadhan
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 5, No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v5i2.35462

Abstract

Koleksi sumbangan dari donatur terkemuka merupakan asetstrategis untuk memperkaya khazanah perpustakaan. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimalisasi proses penyelesaian pengolahan bahan pustaka sumbangan Prof. Laica Marzuki, M.H. dan menganalisis kontribusinya terhadappenguatan koleksi di Universitas Hasanuddin. Menggunakanmetode studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui observasidan studi dokumentasi terhadap seluruh tahap pengolahan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa optimalisasi dilakukanmelalui tiga strategi utama: (1) Penerapan alur kerjaterstandarisasi yang efisien, (2) Pemanfaatan teknologiinformasi untuk katalogisasi yang akurat dan cepat, serta (3) Prioritisasi bahan berdasarkan subjek unggulan. Strategi iniberhasil mempersingkat waktu proses secara signifikan dan meningkatkan kualitas metadata. Koleksi ini memberikankontribusi substantif dalam memperdalam koleksi khusus di bidang hukum dan kenegaraan, sekaligus mendiversifikasisubjek bagi pemustaka. Disimpulkan bahwa optimalisasi proses penyelesaian koleksi sumbangan merupakan langkah krusialuntuk transformasi hibah menjadi aset koleksi yang bernilaitinggi, yang pada akhirnya memperkuat layanan perpustakaandalam mendukung tri dharma perguruan tinggi.Kata Kunci:1. Optimalisasi2. Bahan Pustaka Sumbangan3. Penguatan Koleksi4. Universitas Hasanuddin
Contextual Political Interpretation of the Principles of State in the Qur’an Abd Rahman Nasution; Mardian Idris Harahap; Dimas Ardi Dinata; Alfi Ramadhan; Rafiqhi Wijaya
Jurnal Penelitian Medan Agama Vol 17, No 1 (2026): JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v17i1.30302

Abstract

This article examines the interpretation of state-related verses in the Qur'an through a contextual approach to political tafsir. Using textual and contextual analytical methods on five selected verses (QS. An-nisa’: 59, QS. Asyu-‘ara: 38-39, QS. al-anfal: 46, QS. al-hujurat: 9-10, and QS. al-ma’idah: 44), this study demonstrates that the principles of statecraft in the Qur'an are not static but contain dynamic values that can be adapted across various historical and political contexts. Integrating the views of classical scholars (Ibn Kathir and al-Qurṭubiy) with contemporary interpretations by modern Muslim thinkers (Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Abdullah Saeed) offers a framework of political tafsir relevant to contemporary Muslim nations. The analysis reveals that the Qur'an emphasizes legitimate authority (wilāyah), consultation (shūrā), unity, the rule of law, and justice ('adl) as foundations of the statecraft system. This contextual approach avoids the pitfalls of uncontrolled liberalization by employing the methodological boundaries of Maqāṣid al-Sharī'ah, distinguishing between absolute substantial values (thawabit) and dynamic political instruments (mutaghayyirat). This framework enables Qur'anic statecraft principles to be adapted to modern political systems such as democracy and republicanism without compromising textual integrity.