Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Storytelling Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bagi Siswa-Siswi SDI Weranggere, Kecamatan Witihama, Flores Timur Desyderius Arnoldus Wea; Ardiana Reku; Yoseph Riang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3430

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di SDI Weranggere, Desa Weranggere, Kecamatan Witihama, Flores Timur. Peremesalah yang ditemukan atau kendala dalam kegiatan ini adalah (1) kurangnya aktivitas siswa-siswi dalam proses berbicara. (2) kurangnya rasa percaya diri dan keberanian  pada proses pembelajaran didalam kelas. (3) kurangnya guru dalam proses mengajar yang bervariasi, sehingga proses pembelajarn siswa-siswi menjadi tidak berkembang baik bagi siswa-siswi. (4) rendahnya pemahaman siswa-siswi akan pentingnya bahsa Indonesia sebagai Bahasa baku dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan siswa-siswi di SDI Weranggere masih menggunakan Bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari dalam proses pembelajaran, serta diluar pembelajaran. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan solusi kepada SDI Weranggere dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa-siswi dengan menggunakan metode storytelling (bercerita). Metode yang duganakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, metode pelatihan dan metode praktik. Hasil dari kegiatan tersebut adalah dari hasil observasi setalah kegiatan dilaksanakan, belum ditemukan peningkatan kemampuan berbicara siswa-siswi SDI Weranggere, hal ini dikarenakan saat ini siswa-siswi masih dalam proses pelatihan lebih lanjut dalam meningkatkan minat baca mereka sebagai panduan untuk memperbanyak kosa kata, agar dapat membantuh mereka dalam proses berbicara melalui metode storytelling.
Peran Media Sosial Instagram dalam Menampung Aspirasi Masyarakat melalui Konten Video di Desa Riaraja bonefasisus junedi demu dedidemu; Yoseph Riang; Maria Florencia Yunita Bello
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam penyampaian informasi, kritik, saran, dan aspirasi kepada pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Riaraja melalui pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media komunikasi publik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Riaraja, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, mulai tanggal 10 Juni 2026 dengan tanggal 8 Juli 2026  melibatkan masyarakat dan aparatur Pemerintah Desa Riaraja. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan pemerintah desa, observasi, wawancara langsung dengan masyarakat dan aparatur desa, dokumentasi, serta pembuatan dan publikasi konten video melalui Instagram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teridentifikasi tiga aspirasi utama masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, yaitu pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Ndetujita, pembangunan jalan menuju area pemukiman masyarakat, dan perbaikan jembatan gantung. Ketiga aspirasi tersebut diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, kemudian didokumentasikan dan dikemas menjadi konten video yang informatif dan komunikatif untuk dipublikasikan melalui akun Instagram Kantor Desa Riaraja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berhasil menghasilkan tiga isu pembangunan prioritas dan dokumentasi aspirasi dalam bentuk konten video sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat dan pemerintah desa. Pemanfaatan Instagram memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan permasalahan secara lebih terbuka serta menyediakan media dokumentasi yang dapat diakses oleh masyarakat dan pemerintah desa. Dengan demikian, Instagram dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif dalam menampung, mendokumentasikan, dan menyampaikan aspirasi masyarakat serta mendukung komunikasi publik dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.