Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SIMBOL KOMUNIKASI SUKU ENDE-LIO NUSA TENGGARA TIMUR DAL AM BERINTERAKSI DENGAN MASYARAKAT SUNDA (STUDI INTERAKSI SIMBOLIK SUKU ENDE-LIO DI KOTA BANDUNG) Maria Florencia Yunita Bello; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 3 No 1 (2017): Vol. 3, No. 1, Juni, 2017
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi verbal dan non verbal suku Ende -Lio Nusa Tenggara Timur dalam berinteraksi dengan masyrakat Sunda di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi wawancara mendalam. Subyek penelitiannya adalah masyarakat suk u ende -lio yang ada di kota Bandung dan juga masyarakat suku sunda yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi konseling. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sed angkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ataupun interkasi yang terjadi antara suku ende l io dengan suku sunda di kota Bandung tidak terlepas dari penggunaan simbol -simbol dan lambang verbal dan non verbal yang muncul ketika berinteraksi. Hal tersebut menghasilkan interaksi simbolik yang berujung terhadap kesamaan makna dan pemahaman yang terjadi ketika masyarakat suku ende lio dan suku sunda saling berinteraksi.
Analisis Etnografi Komunikasi Tarian ‘He’uk Likurai’ Oleh Siswa SMAN Harekakae Dalam Perayaan Hardiknas 2 Mei 2025 di Kota Betun: Pendekatan Model Speaking Dell Hymes Hendrikus Saku; Maria Florencia Yunita Bello; Donna Isra Silaban
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7549

Abstract

Tarian Likurai, yang dalam bahasa Tetun disebut he’uk likurai, merupakan tarian tradisional khas masyarakat Belu dan Malaka di Nusa Tenggara Timur yang sarat nilai historis, budaya, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi budaya, bentuk verbal dan nonverbal, serta interaksi sosial dalam pelaksanaan perayaan Hardiknas 2 Mei 2025 yang diramaikan dengan festival Tarian Likurai oleh siswa-siswi SMP dan SMA/SMK di Kota Betun, dipelopori oleh SMAN Harekakae. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi komunikasi Dell Hymes (1974) melalui model SPEAKING (Setting, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, Genre) untuk menelusuri pola komunikasi, makna simbolik, serta interaksi antarpartisipan. Data diperoleh melalui observasi non-partisipatif berupa rekaman audio-visual dari YouTube dan media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Likurai berfungsi sebagai ekspresi budaya sekaligus medium komunikasi yang mengandung nilai historis, simbolik, dan edukatif, memperkuat identitas kultural siswa serta hubungan antara sekolah dengan komunitas lokal.
Konstruksi Desain Pesan Visual dalam Kampanye Kesetaraan Gender di Instagram Meylisa Yuliastuti Sahan; Maria Florencia Yunita Bello; Aplonia Nelci Ke Lomi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10097

Abstract

Kesetaraan gender masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga media sosial dimanfaatkan sebagai salah satu ruang kampanye untuk membangun kesadaran publik melalui komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana desain pesan visual pada akun Instagram @tenggarantt dikonstruksi serta bagaimana pesan kesetaraan gender direpresentasikan dalam konteks sosial-budaya NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual berbasis Visual Grammar dari Kress dan van Leeuwen serta teori representasi Stuart Hall. Data penelitian berupa lima unggahan visual Instagram yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansinya dengan isu gender, feminisme, dan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @tenggarantt secara konsisten memanfaatkan elemen visual seperti ilustrasi, warna, simbol, dan komposisi untuk membangun narasi kesetaraan gender yang kritis dan kontekstual. Perempuan direpresentasikan sebagai subjek berdaya dan agen perubahan sosial, sementara relasi gender ditampilkan secara inklusif dan kolaboratif. Visual kampanye tidak bersifat netral, melainkan berfungsi sebagai praktik representasi yang mengonstruksi makna dan menantang nilai-nilai patriarkal yang dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai ruang edukasi digital yang aman dan efektif untuk meningkatkan literasi gender, terutama bagi remaja dan generasi muda di wilayah 3T.