Suklani
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Manajemen Bimbingan dan Konseling Terhadap Kedisiplinan Siswa di SMK Budi Tresna Muhammadiyah Cirebon Wita Noviyanti; Suklani; Kambali
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Manajemen Bimbingan dan Konseling terhadap Kedisiplinan Siswa di SMK Budi Tresna Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dalam memperoleh informasi mendalam tentang manajemen bimbingan dan konseling serta kedisiplinan siswa. Kedisiplinan siswa merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Manajemen bimbingan dan konseling berperan dalam membentuk sikap disiplin siswa melalui pendekatan yang sistematis dan terstruktur, termasuk perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program konseling yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedisiplinan Siswa di SMK Budi Tresna Muhammadiyah masih kurang, dilihat dari banyaknya siswa yang selalu melanggar aturan yang ada, mereka menganggap disiplin itu tidak penting. Siswa yang sering melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi berupa teguran atau sanksi yang mendidik. Manajemen bimbingan dan konseling memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui penyuluhan, konseling individu dan kelompok, serta pemberian motivasi yang dilakukan secara kontinu. Selain itu, koordinasi yang baik antara guru dan pihak sekolah juga turut memperkuat program bimbingan yang mendukung kedisiplinan siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program bimbingan dan konseling yang lebih efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa.
Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Madrasah dalam Pembinaan Kinerja Tata Usaha di Madrasah Aliyah An-Nur Kota Cirebon Abdul Jalil; Kambali; Suklani
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1818

Abstract

Dalam suatu madrasah, kepemimpinan kepala madrasah akan berhasil memimpin dengan melakukan berbagai jenis gaya kepemimpinan. Diantaranya jenis gaya kepemimpinan demokratis, pemimpin yang baik harus mampu mengelola lembaganya dengan melakukan pembinaan kinerja tata usaha. Pembinaan dilakukan untuk keberhasilan proses adiminstrasi dalam sebuah lembaga pendidikan dan meningkatkan kinerja tata usaha. Oleh karena, itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah melalui pembinaan kinerja tata usaha di MA An-Nur Kota Cirebon, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, kepala tata usaha dan guru. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala MA An-Nur Kota Cirebon adalah gaya kepemimpinan demokratis dilihat dari cara kepemimpinannya yang terbuka dan selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan. Upaya kepala madrasah dalam pmbinaan kinerja tata usaha dengan melakukan pelatihan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, memupuk rasa persaudaraan, pengembangan pola pikir tenaga kependidikan, rencana kerja madrasah (RKM), rencana pengembangan madrasah (RPM). Hasil gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah dalam pembinaan kinerja tata usaha sudah baik kelebihan gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah terlihat dari cara kepala madrasah menanggapi sebuah permasalahan yang terjadi dilingkungan madrasah. Kekurangannya proses pengambilan keputusan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah.
Kurikulum Merdeka: Peluang dan Tantangan dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Lebih Fleksibel di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap 1 Gantar Indramayu Rosantia; Suklani; Kambali
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1819

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan siswa, termasuk SMP Negeri Satu Atap 1 Gantar Indramayu. Penelitian ini mengeksplorasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada bagaimana kurikulum ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan pengamatan langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, tantangan signifikan muncul terkait kesiapan guru, infrastruktur yang kurang memadai, serta perlunya pelatihan untuk mengadaptasi metode pengajaran baru. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari semua pemangku kepentingan, Kurikulum Merdeka berpotensi besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif di SMP Negeri Satu Atap 1 Gantar Indramayu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih baik dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Implemntasi Budaya Religius melalui Manajemen Berbasis Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Madrasah Ibtidiyah Al Muta’alimin Sukagumiwang Lili Indriyani; Suklani; Kambali
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1820

Abstract

Budaya religius memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Di Madrasah Ibtidaiyah Al Muta’alimin Sukagumiwang, penguatan budaya religius dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Implemantasi budaya religius terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan bagaimana manajemen berbasis Islam diterapkan secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen berbasis Islam yang berfokus pada nilai-nilai keislaman, kerja sama, dan pembinaan karakter mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan. Artikel ini juga memberikan rekomendasi untuk memperkuat budaya religius melalui strategi inovatif yang berkelanjutan. Penekanan pada kolaborasi, pembinaan akhlak, pengembangan kurikulum berbasis nilai, serta keterlibatan aktif komunitas menjadi faktor utama keberhasilan implementasi budaya religius.
Analisis Peran AOne Schoolss dalam Meningkatkan Efisiensi Proses Administrasi di Lembaga Kursus Selva Noufalia Kemal; Suklani; Kambali
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1897

Abstract

Digitalisasi dalam manajemen pendidikan menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan lembaga pendidikan. Penelitian ini menganalisis peran aplikasi AOne Schools dalam mendukung efisiensi proses administrasi di LKP Kemal Education Center, sebuah lembaga kursus di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AOne Schools memberikan dampak positif, terutama dalam pengelolaan absensi otomatis, sistem pembayaran virtual account, penggajian tenaga pendidik berbasis data real-time, dan transparansi keuangan. Selain itu, aplikasi ini memfasilitasi komunikasi lebih efektif antara lembaga, tenaga pendidik, dan orang tua siswa melalui fitur pemantauan perkembangan akademik. Namun, kendala seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya partisipasi orang tua, serta adaptasi teknologi bagi tenaga pendidik dan staf administratif menjadi tantangan utama. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan AOne Schools mampu meningkatkan efisiensi manajemen dan memperkuat daya saing lembaga pendidikan nonformal. Untuk optimalisasi lebih lanjut, perlu adanya upaya meningkatkan keterlibatan orang tua dan pelatihan teknis bagi tenaga pendidik serta staf administrasi.
Pengaruh Manajemen Bimbingan Karier terhadap Minat Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi di MAN 2 Kota Cirebon Muhamad Solukhi; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.292

Abstract

Manajemen bimbingan karier merupakan kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh konselor untuk memfasilitasi fungsi bimbingan dan konseling di bidang karier. Di MAN 2 Kota Cirebon ini masih kurang maksimal dalam melakukan bimbingan karier dan kurangnya siswa memahami tentang studi yang diminati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebarap besar pengaruh manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi di MAN 2 Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, sampel yang digunakan ini adalah 51 siswa dari kelas XII. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: (1) Manajemen bimbingan karier di Man 2 Kota Cirebon berada di kategori baik karena berada pada interval 81% - 100% dengan nilai 86,5%. (2) minat melanjutkan ke perguruan tinggi di MAN 2 Kota Cirebon berada kategori baik karena berada pada interval 81% - 100% dengan nilai 81%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh yang diberikan manajemen bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi yaitu sebesar 71,4%, sedangkan sisanya 28,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Inklusi di Sekolah: Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Zulfa Awaliyah Darajat; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.299

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan belajar dari semua anak, remaja, dan orang dewasa yang diintegrasikan dengan kebutuhan khusus (seperti disabilitas fisik, intelektual, atau emosional) ke dalam kelas reguler. Tujuan pendidikan inklusi yaitu untuk memberikan hak sama dalam belajar atau mengenyam pendidikan bagi semua orang dalam lingkungan yang sama. Pendidikan inklusi di sekolah akan berjalan dengan baik jika semua steakholder di dalamnya dapat bekerja sama. Penelitian ini bertuujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi di sekolah, strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi, dan tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam membangun budaya inklusi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya inklusi di sekokah tersebut yaitu dengan menunjukan gaya kepemimpinan yang demokratis, dimana kepemimpinan ini memberikan ruang kepada guru dan staf dalam mengambil keputusan. Selain itu kepala sekolah membuat beberapa strategi diantaranya kajian kitab, workshop, desiminasi, pengembangan siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler. Namun, terdapat juga tantangan dalam mengembangkan budaya inklusi diantaranya: masih banyak guru yang belum mampu dalam membaca kitab kuning, terkendala biaya, kekurangan atau sempitnya waktu, dan siswa yang masih enggan dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui ekstrakulikuler.
Analisis Pilar Utama Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Mulyadi; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.301

Abstract

Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif mampu mengarahkan tujuan pendidikan, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan kinerja seluruh komponen pendidikan. Oleh karena itu, perbaikan sistem kepemimpinan dalam pendidikan merupakan langkah krusial untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Kepemimpinan adalah kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan yang kuat mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan seluruh stakeholder pendidikan untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari kualitas kepemimpinannya.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Wali Santri SDIT Al-Multazam Kuningan Berbasis Service Quality Iwan Sanwani; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan wali murid terhadap layanan pendidikan di SDIT Al-Multazam Kuningan dengan menggunakan pendekatan Service Quality (Tangibility, Empathy, Reliability, Responsiveness, Assurance). Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, melibatkan 150 responden wali murid. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan analisis GAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan wali murid berada dalam kategori baik dengan skor CSI sebesar 82,3%. Dimensi Responseveness memiliki tingkat kepuasan tertinggi dengan rata-rata skor persepsi 4,28, diikuti oleh Empathy sebesar 4,27. Namun, dimensi Tangibility dan Assurance menunjukkan GAP terbesar, masing-masing -0,96 dan -0,85, yang berkaitan dengan fasilitas fisik dan jaminan kompetensi lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan wali murid sangat tinggi, namun masih terdapat area yang memerlukan perbaikan, terutama pada fasilitas fisik dan jaminan kompetensi lulusan. Rekomendasi perbaikan pada dimensi prioritas, seperti Tangible dan Assurance, sangat diperlukan untuk meningkatkan persepsi positif wali santri terhadap layanan pendidikan. Selain itu, mempertahankan kinerja baik pada dimensi Empathy dan Responsiveness akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sekolah.