jasmine kartiko pertiwi
poltekkes kemenkes surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN WALL SQUAT TERHADAP DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI PEMAIN BULUTANGKIS Aqzal Dwi Kuncoro; Jasmine Kartiko Pertiwi; Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.17

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Daya tahan otot tungkai merupakan salah satu biomotor yang penting dalam permainan bulutangkis, dimana pemain harus bergerak mengikuti gerakan dari shuttlecock lawan tanpa adanya kelelahan. Fisioterapis dapat memberikan latihan berupa wall squat dalam meningkatkan daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pada pemain bulutangkis. Metode : Rancangan penelitian menggunakan penelitian experimental one group pre and post test with control group design. Kelompok perlakuan diberikan intervensi latihan wall squat dan latihan standar 3 kali per minggu selama 4 minggu. Sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan latihan standar dari pelatih. Total jumlah subjek adalah 20 pemain bulutangkis PB Spensaga. Hasil : Hasil uji beda daya tahan otot tungkai awal dan akhir kelompok I dan II menggunakan Uji Paired Sample t-test dengan kelompok I didapatkan hasil yang sama yaitu p = 0,000 (p<0,05). Uji beda post test kelompok I dan II menggunakan Independent Sample t-test didapatkan hasil p = 0,000. Selisih rata-rata didapatkan bahwa kelompok I mendapatkan hasil 10,7 dan kelompok II mendapatkan hasil 3,2. Kesimpulan : Ada pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis.
Pengaruh Square Stepping Exercise dan Tandem Walking Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Widi Karunia Indarja; Mei Kusumaningtyas; Jasmine Kartiko Pertiwi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.108

Abstract

Latar Belakang: Lansia yaitu seseorang yang berusia 60 tahun ke atas yang akan mengalami penurunan pada sistem senso-motoris. Penurunan fungsi tersebut mengakibatkan seorang lansia mengalami penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan pada lansia. Square stepping exercise merupakan latihan yang melibatkan pola gerakan melangkah ke berbagai arah, yang meningkatkan fungsi motorik, sensorik, dan kognitif sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dan menurunkan resiko jatuh. Tandem walking exercise adalah latihan dengan berjalan pada satu garis lurus yang merangsang propioseptif untuk melatih posisi tubuh dan mengontrol keseimbangan, sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dan resiko jatuh pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara square stepping exercise dan tandem walking exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia. Metode: Penelitian menggunakan desain two group pre and post test yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2024 di Gereja Kristen Jawa Susukan. Teknik pengambilan subjek dengan simple random sampling sebanyak 44 subjek. Kelompok I diberikan square stepping exercise dan kelompok II diberikan tandem walking exercise. Masing- masing kelompok mendapatkan perlakuan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Pengukuran keseimbangan diberikan sebelum perlakuan pertemuan 1 dan setelah perlakuan pertemuan 12 dengan timed up and go test (TUG Test). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji t berpasangan pada kelompok I p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian tandem walking exercise terbukti dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Namun pemberian square stepping exercise lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dibandingkan pemberian tandem walking exercise.