Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERJUANGAN RAKYAT PULAU TENGAH MELAWAN KOLONIAL BELANDA PADA TAHUN 1901-1903 Sherly Nursyamsi; Lisa Rukmana
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.25621

Abstract

Sebelum kedatangan Belanda, ada dua pola kepemimpinan dalam masyarakat Kerinci, yaitu masyarakat adat dan ulama, yang berperan penting dalam masyarakat Kerinci dalam menyusun dan menegakkan peraturan yang ada. Kedatangan kolonialisme di Kerinci diyakini telah merusak struktur dan tatanan masyarakat, sehingga masyarakat adat dan para ulama melakukan gerakan-gerakan antikolonial dalam berbagai bentuk dan pola perlawanan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif. Perlawanan pribumi dipimpin oleh Depati Parbo yang melakukan strategi gerilya dan membangun benteng di berbagai lokasi di wilayah Kerinci dengan dukungan Depati lainnya. Dalam membentuk pertahanan, komunikasi antardepati yang intens terjadi di antara masyarakat adat. Perlawanan ulama dipimpin oleh H. Ismael, strategi yang digunakan perlawanan ulama untuk memanfaatkan justifikasi agama dengan menjadikan masjid suci sebagai poros utama dan pusat gerakan perlawanan melawan Belanda di berbagai titik di Pulau Tengah.