Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sejarah Pemikiran Gerakan Reformasi : Indonesia Lisa Rukmana; Yoan Mareta
Jurnal EduSosial Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.753 KB) | DOI: 10.22437/jeso.v2i2.22405

Abstract

Abstrak: Reformasi mengubah wajah politik di Eropa kemudian perubahan itu terjadi di bagian-bagian dunia. Reformasi digagas oleh Martin Luther, seorang pastur di Jerman yang merasa prihatin dengan kondisi umat Kristen. Selain kepapaan masyarakat Kristen yang bertolak belakang dengan kondisi kehidupan mewah para penguasa dan para pastur Gereja, pemberlakuan praktek penjualan Surat Penghapusan Dosa atau yang disebut Surat Aflat menjadi penyebab munculnya dorongan untuk menyusun ulang pola kehidupan masyarakat Kristen. Luther memprotes penyelewengan pihak gereja dengan mencetuskan 95 Dalil dan memakunya di pintu gereja, usaha itu mendapat sambutan dari cendikiawan-cendikiawan Barat yang terbuka pikirannya. Buah dari penerimaan itu reformasi gereja bertransformasi menjadi gerakan pembaharuan pada kesadaran teokrasi yang lebih kuat, perubahan dan pembaharuan bentuk-bentuk hidup gereja, sikap aktif terhadap politik, hingga cara pandang reformasi bertransformasi memuat nilai-nilai utama yang menjadi landasan dan harapan berproses, bernegara dan bermasyarakat. Kata kunci: reformasi, gereja, Katolik Roma, Martin Luther, Calvinisme Abstract: The reforms changed the face of politics in Europe then those changes took place in those parts of the world. The Reformation was initiated by Martin Luther, a priest in Germany who was concerned about the condition of Christians. In addition to the poverty of the Christian community which is contrary to the luxurious living conditions of the rulers and priests of the Church, the imposition of the practice of selling penance letters or the so-called Aflat letter is the cause of the urge to rearrange the pattern of Christian community life. Luther protested against the irregularities of the church by inventing the 95 Theses and nailed them to the door of the church, the effort received a response from Western scholars who were open-minded. The result of the acceptance of church reform is transformed into a movement of renewal in the consciousness of a stronger theocracy, change and renewal of the forms of church life, an active attitude towards politics until the perspective of reform is transformed to contain the main values that are the foundation and expectations of the process, state, and society. Keywords : reformasi, gereja, Katolik Roma, Martin Luther, Calvinisme
Program Market Day dan Sosialisasi Pentingnya Nilai-nilai Enterpreneurship Sejak Dini di SMP IT Mutiara Hati Rimbo Bujang, KabupatenTebo: Indonesia Merci Robbi Kurniawanti; Andre Mustofa Meihan; Lisa Rukmana
ESTUNGKARA Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Estungkara
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2101.07 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan artikel pengabdian masyarakat ini merupakan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan sosialisasi pentingnya nilai-nilai entrepreneurship sejak dini dan aktualisasi program market day di SMP IT Mutiara Hati, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan jiwa-jiwa entrepreneur pada generasi muda khususnya peserta didik usia remaja. Adapun Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mencapai tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Hasil yang didapat dari kegiatan ini yaitu adanya aktualisasi program market day yang dapat meningkatkan nilai-nilai entrepreneurship di kalangan peserta didik. Kata kunci: Market Day, Nilai-nilai Entrepreneurship, Peserta didik Abstract: The writing of this community service article is the result of activities carried out in order to provide socialization of the importance of entrepreneurship values from an early age and the actualization of the market day program at SMP IT Mutiara Hati, Rimbo Bujang, Tebo Regency. This activity is carried out as an effort to instill entrepreneurial spirits in the younger generation, especially adolescent students. The method used is to carry out socialization and assistance to achieve the objectives of implementing community service. The result obtained from this activity is the actualization of the market day program which can increase the values of entrepreneurship among students. Keywords: Market Day, Entrepreneurship Values, Students
Urgensi Pemahaman Sejarah Indonesia dalam Mewujudkan Sikap Bela Negara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Jambi Lisa Rukmana; Yoan Mareta
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3831

Abstract

This study aims to analyze the relationship between understanding Indonesian history and students' national defense attitudes. This research is a type of quantitative research with a correlational approach. The sample used was 257 students, data collection using questionnaires and tests. Questionnaires are used to reveal data about the attitude of state defense, while tests are used to reveal understanding of Indonesian history. Data analysis techniques using quantitative descriptive analysis. The prerequisite test of analysis is normality test and linearity test. Hypothesis testing using Karl Pearson correlation poduct moment. The results of the findings show that there is a positive and significant relationship between understanding Indonesian history and students' national defense attitudes with a correlation coefficient of 0.742. Thus, if the understanding of Indonesian history is high, it will lead to a strong state defense attitude in students.
Analisis Profil Pelajar Pancasila pada Tokoh Sejarah K.H. Ahmad Dahlan Merci Robbi Kurniawanti; Lisa Rukmana
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3830

Abstract

The Pancasila Student Profile cannot be realized instantly, but requires habituation. One of the efforts that can be made to realize this is by emulating historical figures who can be used as role models. As it is known that today's young generation, especially students are experiencing an exemplary crisis. One historical figure who can be used as an example by the younger generation in order to strengthen the profile of Pancasila students is K.H Ahmad Dahlan. This study uses a qualitative method with a literature study which aims to explore character values in the character K.H Ahmad Dahlan that are relevant to the profile of Pancasila students. The findings of this study are that in K.H Ahmad Dahlan there are six character values that are relevant to the profile of Pancasila students, namely: 1) faith, fear of God Almighty and noble character, 2) global diversity, 3) mutual cooperation, 4 ) independent, 5) critical reasoning, and 6) creative. These six values are reflected in the ideas and actions taken by K.H Ahmad Dahlan.
TRADISI DULANG DALAM ADAT PERNIKAHAN DI DESA TURE PEMAYUNG JAMBI Sindi Rista Marliani; Lisa Rukmana
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.24965

Abstract

Semakin berkembangnya zaman serta kemajuan teknologinya membuat suatu tradisi rentan akan kehilangan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Umumnya adat pernikahan yang ada di daerah Jambi memiliki karakteristik atau ciri khas di tiap daerahnya masing-masing. Berdasarkan deskripsi terkait adat pernikahan di daerah Jambi, penulis menemukan daya tarik tersendiri terhadap adat atau tradisi pernikahan yang ada di desa Ture, kecamatan Pemayung Jambi yang mungkin sudah mulai asing untuk dilaksanakan. Penelitian ini membahas tentang tradisi Dulang Dalam Pernikahan di Desa Ture Pemayung, Jambi yang tujuannya yaitu untuk mengetahui bagaimana prosesi tradisi Dulang yang ada di Desa Ture, Pemayung Jambi merupakan tradisi yang dilakukan setelah adanya pernikahan dimana pelaku utama dalam tradisi ini adalah sangsi dari pihak laki-laki yang sudah mantap untuk menikah. Setelah membuat dulang lalu diantarkan kerumah mempelai perempuan oleh lembaga adat,pegawai sarak dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tradisi Dulang masih dilakukan terlebih dalam acara pernikahan di Desa Ture Pemayung Jambi.
PENGARUH POLITIK KOLONIAL DAN DESENTRALISASI DI DAERAH JAMBI 1906-1942 Rahma Dwi Ardita; Lisa Rukmana
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.25529

Abstract

Penulisan kesultanan Melayu Jambi berakhir tahun 1904, ketika Belanda berhasil memenangkan perang melawan rakyat Jambi dan gugurnya Sultan Thaha Saifuddin pada 27 April 1904. Dengan gugurnya Sultan Thaha maka berakhirlah kesultanan Melayu Jambi yang digantikan dengan Keresidenan dibawah kekuasaan Belanda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh politik kolonial dan desentralisasi di daerah Jambi 1906-1042. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dampak dari adanya desentralisasi ini sangat menguntungkan bagi pihak Belanda  maupun rakyat Jambi, dimana perekonomian Jambi pada saat itu berkembang dengan pesat dan Belanda dapat meningkatkan taraf hidup warga negaranya di daerah Jajahannya dengan membentuk Keresidenan Jambi.
PERJUANGAN RAKYAT PULAU TENGAH MELAWAN KOLONIAL BELANDA PADA TAHUN 1901-1903 Sherly Nursyamsi; Lisa Rukmana
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.25621

Abstract

Sebelum kedatangan Belanda, ada dua pola kepemimpinan dalam masyarakat Kerinci, yaitu masyarakat adat dan ulama, yang berperan penting dalam masyarakat Kerinci dalam menyusun dan menegakkan peraturan yang ada. Kedatangan kolonialisme di Kerinci diyakini telah merusak struktur dan tatanan masyarakat, sehingga masyarakat adat dan para ulama melakukan gerakan-gerakan antikolonial dalam berbagai bentuk dan pola perlawanan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif. Perlawanan pribumi dipimpin oleh Depati Parbo yang melakukan strategi gerilya dan membangun benteng di berbagai lokasi di wilayah Kerinci dengan dukungan Depati lainnya. Dalam membentuk pertahanan, komunikasi antardepati yang intens terjadi di antara masyarakat adat. Perlawanan ulama dipimpin oleh H. Ismael, strategi yang digunakan perlawanan ulama untuk memanfaatkan justifikasi agama dengan menjadikan masjid suci sebagai poros utama dan pusat gerakan perlawanan melawan Belanda di berbagai titik di Pulau Tengah.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL DIGITAL BERBASIS FLIPBUILDER PADA TENAGA PENDIDIKAN DI SMAN 6 BATANGHARI Anny Wahyuni; Muhammad Adi Saputra; Andre Mustofa meihan; Destri Yaldi; Lisa Rukmana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.903

Abstract

raining in making digital modules as learning aids has become a necessity for educators to improve the effectiveness and efficiency of the learning process in the classroom. the purpose of this service is to improve the quality of learning through the use of technology in the preparation of innovative and interactive teaching materials in the form of e-modules. the method used is the first, determining the location of the activity. Second, determining target partners, third, types of activities. Fourth, the activity stage is divided into the preparation stage, the implementation stage and the reflection stage. the results obtained in this training are teachers at SMAN 6 Batanghari who participated in this training totaling 26 people. This teacher knows, recognizes and understands the Flipbuilder application and is proficient in making e-modules using this application so that they can be used as teaching materials for students. The conclusion of this service is that this training is very useful for teachers and students in the form of e-module products.ABSTRAKPelatihan pembuatan modul digital sebagai alat bantu pembelajaran telah menjadi kebutuhan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran di kelas. tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dalam penyusunan materi ajar yang inovatif dan interaktif dalam bentuk e-modul. metode yang digunakan adalah yang pertama, penentuan lokasi kegiatan. Kedua, menentukan mitra sasaran, ketiga, Jenis Kegiatan. Keempat, tahap kegiatan yang dibagi kedalam tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. hasil yang didapat dalam pelatihan ini adalah guru-guru di SMAN 6 Batanghari yang ikut dalam pelatihan ini berjumlah 26 orang. Guru ini mengetahui, mengenal dan memahami aplikasi Flipbuilder serta mahir dalam pembuatan e-modul menggunakan aplikasi ini sehingga bisa di jadikan bahan ajar untuk siswa. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa dalam bentuk produknya e-modul.