Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI DESA BANTAYAN KECAMATAN SIMPANG ULIM KABUPATEN ACEH TIMUR. Nurussalma Nurussalma; Rosmaiti Rosmaiti; Siti Komariyah
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.2644

Abstract

Beberapa tahun terakhir tambak udang windu di desa Bantayan sering mengalami gagal panen, diduga akibat serangan pathogen salah satunya parasit. Sehingga peneliti teratrik untuk mengidentifikasi dan prevalensi ektoparasit pada tambak udang windu di Desa Bantayan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dan pengambilan data secara acak. Organ udang yang di amati yaitu bagian ekor, kaki renang, kaki jalan, karapas dan insang. Dari hasil penelitian ditemukan 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi udang windu di tambak desa Bantayan, yaitu Zoothamnium sp., Epistylis sp. dan Vorticela sp, tingkat prevalensi tertinggi pada Zoothamnium sp., yaitu 25%, pada Epistylis sp. sebanyak 16% dan Vorticela sp. sebanyak 2%.
PENGOLAHAN LIMBAH MAKANAN MBG DENGAN BLACK SOLDIER FLY (BSF): PENINGKATAN KAPASITAS DAN MODEL EKONOMI SIRKULAR DI MAN 2 ACEH TAMIANG Fiddini Alham; Seprianto Seprianto; Siti Komariyah; Maria Heviyanti
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.3033

Abstract

Limbah makanan (food waste) di sekolah yang menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tantangan lingkungan karena sebagian besar belum dikelola secara optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, dan emisi gas rumah kaca akibat pembusukan sampah organik. Di MAN 2 Aceh Tamiang, pelaksanaan program MBG menghasilkan limbah makanan sekitar 15–30 kg per hari sehingga diperlukan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam pengelolaan limbah makanan melalui teknologi biokonversi maggot (Black Soldier Fly/BSF) dan penguatan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta dengan rata-rata nilai pretest sebesar 75,00 dan posttest sebesar 95,00 serta nilai n-gain sebesar 0,80 yang termasuk kategori tinggi. Tanggapan peserta terhadap kegiatan juga sangat positif, terutama pada aspek relevansi materi, kebermanfaatan program, dan keterampilan praktik budidaya. Kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengelolaan limbah makanan berbasis maggot sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan sekolah.